Pokahbung adalah salahsatu penyakit yang menyerang tanaman tebu. Agar produksi tanaman tebu dapat maksimal maka penyakit ini harus dikendalikan agar program swasembada gula dapat tercapai. Penyakit pokahbung ini disebabkan oleh jamur Fusarium moniliforme. Penyakit ini ditemukan pertama kali di Jawa Barat. Penyakit pokahbung dapat berkembang dengan pesat karena kelembaban yang tinggi, serangan paling tinggi pada bulan januari dan pebruari atau pada musim penghujan.Gejala serang penyakit ini dibagi menjadi 3 tingkat yaitu pb1 gejala hanya terdapat pada daun. Helaian daun yang baru saja membuka pangkalnya tampak klorotis dan kemudian akan timbul titik-titik atau garis-garis merah. Jika penyakit meluas ke dalam maka daun yang belum membuka akan terserang juga. Daun yang belum membuka ini akan rusak dan tidak dapat membuka secara sempurna. Pb2 gejalanya jamur menyerang ujung batang yang masih muda tetapi tidak menyebabkan pembusukan. Pada batang muda terjadi garis-garis merah kecoklatan yang dapat meluas menjadi rongga-rongga yang di dalamnya mempunyai sekat-sekat melintang seperti tangga. Jika ujung batang tumbuh terus maka akan terjadi hambatan pertumbuhan dan bagian yang berongga akan membengkok. Pb3 gejala serangan pada titik tumbuh dan menyebabkan pembusukan sehingga akan mati titik tumbuhnya. Serangan penyakit pokahbung disetiap daerah akan berbeda-beda, hal ini tergantung pada kondisi kelembaban. Kesuburan tanaman berpengaruh pada serangan penyakit ini. Sehingga pemupukan tanaman harus dikontrol pada penggunaan pupuk nitrogen. Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan secara terpadu yaitu penggunaan bibit yang toleran, pemupukan berimbang, sanitasi kebun, pengendalian secara mekanis, kimiawi dan hayati. Pengendalian hayati dapat menggunakan atau memanfaatkan agensia hayati. Agensia hayati yang dapat digunakan adalah jamur trichoderma sp dan Gliocladium sp. Kedua jamur agen hayati ini dapat mengurangi serangan penyakit pokahbung pada tanaman tebu. Disusun oleh : ASRO SANTOSO