Oleh : Hj.Mas Indrayani Diyah, S.TP - KJF Dinas Pertanian Kab.Barito Kuala Sebagai Pembina Wlayah BPP Marabahan. Di lapang, penyakit ini ditularkan oleh wereng hijau.Tanaman yang terinfeksi tumbuh kerdil dengananakan sedikit. Daun mengalamiperubahan warna dari hijau menjadi sedikit kuningsampai kuning oranye dan kuning coklat, dimulaidari ujung daun, terutama pada daun muda. tanaman yang terinfeksi biasanya hidup hingga fase pemasakan. Pembungaan yang terlambat bisa menyebabkan tertundanya panen. Malai menjadi kecil, steril, dan tidak sempurna. Bercak coklat gelap menutupi bulir-bulir, sehingga bobot bulir lebih rendah daripada bulir tanaman sehat sehingga mengakibatkan hasil rendah. Tanaman tua yang terinfeksi bisa tidakmemperlihatkan gejala serangan sebelum panen,tetapi singgang yang tumbuh bisa memperlihatkangejala serangan dan menjadi sumber inokulum. Stadiapertumbuhantanamanyangpalingrentanadalahdaripembibitansampaibunting. Kehilangan hasil dapat mencapai 68% ketika tanaman yang terinfeksi baru berumur 10-20 hari setelah sebar (hss) ;atau 30% apabila tanaman yang terinfeksi sudah berumur antara 40-50 hss; dan hanya 5% jika tanaman sudah berumur 70-80hss. Cara pengendalian • Bila di pertanaman sudah terlihat gejala tungro, Tanaman sakit dibuang. • Varietas tahan tungro dengan tekstur nasi pulenyang telah dilepas adalah Tukad Petanu, TukadUnda, Tukad Balian, Kalimas, dan Bondoyudo. • tanam bibit pada saat yang Tepat, yaitu denganmenanam bibit sebulansebelum puncak kepadatanwereng hijau tercapai. • tanam jajar legowo. • pada saat tanaman umur2-3 minggu setelah tanam bila dijumpai 2 tanaman bergejala dari 10 rumpunsegera aplikasi insektisida • sawah jangan dikeringkan,biarkan kondisi air pada kapasitas lapang agarwereng hijau tidak aktifberpencar menyebarkan tungro.