Loading...

PENYAKIT TUNGRO PADA TANAMAN PADI

PENYAKIT TUNGRO PADA TANAMAN PADI
PENYAKIT TUNGRO PADA TANAMAN PADI I.1. Gejala Serangan TungroPelepah dan helaian daun memendek dan daun yang terserang sering berwarna kuning sampai kuning-oranye. Daun muda sering berlurik atau strip berwarna hijau pucat sampai putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang daun. Gejala mulai dari ujung daun yang lebih tua. Daun menguning berkurang bila daun yang lebih tua terinfeksi. Malai yang terserang jarang menghasilkan gabah, menjadi pendek dan steril atau hanya sebagian yang berisi dengan gabah yang berubah warna. Pembungaan dari tanaman yang terserang jadi tertunda dan pembentukan malai sering tidak sempurna. I.2. Pengendalian Virus Tungro• Penggunaan Varietas tahan. Penggunaan varietas tahan seperti Tukad Unda merupakan cara terbaik untuk mengendalikan tungro. Pergiliran varietas padi, penting untuk mengurangi gangguan ketahanan.• Pembajakan di bawah sisa tunggul yang terinfeksi. Hal ini dilakukan untuk mengurangi sumber penyakit dan menghancurkan telur dan tempat penetasan wereng hijau. Bajak segera setelah panen bila tanaman sebelum-nya terserang penyakit. • Pengaturan persemaian. Pada saat persemaian benih disebar paling cepat 5 hari setelah pengolahan tanah, mengingat virus tungro yang ada di tunggul padi dan tubuh wereng hijau telah hilang setelah periode waktu tersebut. Pada daerah kronis tungro, persemaian ditutup dengan kain kasa agar aman dari serangan wereng hijau atau sebelum melakukan penyebaran benih sebaiknya tanah diberi insktisida bahan aktif carbofuran (Curater) sebanyak 4 kg/500 m2 dengan cara dibenamkan bersamaan dengan pengolahan tanah. Bibit sebaiknya tidak menggunakan dari daerah yang terdapat serangan tungro. Bibit yang terinfeksi tungro harus dicabut dan kemudian dimusnahkan dengan cara dibenamkan ke dalam tanah.• Mengurangi pemencaran vektor (penular virus). Kondisi air sawah tetap dijaga macak-macak, sebab sawah yang kering memicu pemencaran wereng hijau, sehingga memperluas penyebaran tungro.• Perbaikan pola tanam. Usahakan tanam serentak minimal pada luasan 20 ha dan menanam palawija di antara musim tanam padi atau menanam palawija di pematang sebagai tempat berlindung musuh alami. Penanaman dengan cara legowo dua baris atau empat baris dapat menekan pemencaran wereng hijau sehingga mengurangi penularan tungro.• Bera atau rotasi. Pertanaman padi terus-menerus akan meningkatkan populasi wereng hijau sehingga sulit mencegah infeksi tungro. Adanya periode bera atau tanam lain selain padi dapat mengurangi populasi wereng hijau dan infeksi tungro.• Pemantauan ancaman saat tanaman muda. Amati tanaman bergejala tungro. Apabila terdapat lima gejala penularan tungro dari 10.000 rumpun tanaman saat berumur 2 MST atau satu gejala tungro dari 1.000 rumpun tanaman saat berumur 3 MST maka tanaman terancam. Cabut tanaman bergejala segera lakukan pengendalian kuratif dengan insektisida in-organik• Konservasi musuh alami dan pengendalian hayati. Pengendalian tungro dengan insektisida nabati seperti Sambilata, Mimba, dan patogen serangga seperti Metharizium harus dilakukan dini sejak tanaman umur sejak di pesemaian dan diulang secara periodik minimal seminggu sekali sampai tanaman padi melewati fase peka infeksi (45 MST), sebab secara alamiah umumnya perkembangan musuh alami terlambat dibanding wereng hijau.• Penggunaan pupuk secara berimbang dan tidak berlebihan terutama pupuk urea• Pengendalian kuratif dengan insektisida in-organik. Apabila berdasarkan hasil monitoring saat tanaman muda diketahui tanaman terancam, vektor perlu segera dikendalikan dengan insektisida-inorganik yang mempunyai kemampuan membunuh cepat seperti insektisida dengan bahan aktif imidacloprid (Winder), tiametoksan, etofenproks, atau karbofuran (Curater), BPMC (Baycarb) Sumber inokulum penyakit tungro terdapat pada tanaman padi, singgang serta rumput-inang yang sakit. Serangga penular virus tungro menularkan virus secara non persisten.Serangga penular penyakit tungro terutama adalah wereng hijau dari spesies Nephotetix virescens dan N. nigropictus (Gambar 40). Serangga penular penyakit virus tungro menularkan penyakit tersebut secara non persisten.Masa inkubasi dalam tanaman adalah 6 – 9 hari. Serangga dapat menularkan virus dengan segera dalam waktu 2 jam setelah memperoleh virus dan mempertahankan dalam tubuhnya selama tidak lebih dari 5 hari. Setelah masa itu, serangga menjadi tidak infektif lagi. Kembali menjadi infektif setelah menghisap tanaman sakit.Nimfa wereng hijau dapat menularkan virus, tetapi infektif setelah ganti kulit. Virus tidak dapat ditularkan melalui telur serangga maupun melalui biji, tanah, air dan secara mekanis (pergesekan antara bagian tanaman sakit dengan yang sehat). Gambar : Siklus Penularan Penyakit Tungro Infeksi tungro dapat terjadi mulai persemaian. Pada stadium ini tanaman sangat rentan terhadap infeksi virus. Apabila infeksi terjadi pada stadium persemaian maka gejala tungro akan terlihat pada tanaman umur 2-3 minggu setelah tanam (mst). Tanaman muda yang terinfeksi akan merupakan sumber infeksi di lapangan. I. HAMA PADI: WERENG dan CARA PENANGGULANGANNYA• Jenis werengHama wereng ada beberapa macam diantaranya yaitu wereng coklat, wereng hijau dan wereng loreng. Wereng coklat dalam bahasa latin disebut nilaparvata lugens. Sedangkan wereng hijau dalam bahasa latin di sebut Nephotettix virescens (Distant). wereng loreng dalam bahasa latin di sebut Recilia dorsalis. Binatang ini sangat betah hidup di daerah yang lembab dan bersuhu sekitar 200c -300c, mempunyai siklus hidup antara 3-4 minggu yang dimulai dari telur (selama 7-10 hari), Nimfa (8-17 hari) dan Imago (18-28 hari). Serangga wereng dewasa berukuran panjang 0,1-0,4 cm. wereng dewasa bersayap panjang dapat menyebar sampai beratus kilometer. Hama wereng ini menyerang padi mulai dari persemaian sampai padi mau panen, dengan cara menghisap cairan padi pada bagian pelepah daun. Berikut adalah foto dari wereng coklat: Berikut adalah foto dari wereng hijau: • Akibat yang ditimbulkanWereng coklat apabila menyerang tanaman padi, maka tanaman tersebut akan mengering pada satu lokasi secara melingkar di sebut juga hopper burn. Sedangkan wereng hijau dan wereng loreng adalah sebagai vector virus tungro. Dimana virus tungro ini merupakan penyebab penyakit kerdil rumput dan penyebab kerdil hampa pada tanaman padi. Tergantung saat penyebaran virus oleh wereng hijau tersebut. Apabila wereng tersebut menyebarkan virus tungro pada saat padi dalam kondisi masa pertumbuhan maka padi akan terkena penyakit kerdil rumput. Sedangkan apabila menyebarkan virus tungro pada saat sedang bunting maka padi akan terkena penyakit kerdil hampa.Akibat-akibat yang disebabkan oleh jenis wereng ini bisa menyebabkan gagal panen (puso).• Musuh alami werengDi dalam ilmu biologi, alam selalu menjaga keseimbangannya dengan cara apa yang disebut rantai makanan. Begitu juga dengan wereng. Hama ini mempunyai musuh alami yang selalu menjaga populasinya agar selalu seimbang. Berikut ini adalah musuh alami dari wereng:• Laba-laba serigala (Pardosa pseudoannulata)• Laba-laba bermata jalang (Oxyopes javanus)• Laba-laba berahang empat (Tetragnatha maxillosa).• Kepik permukaan air (Microvellia douglasi)• Kepik mirid (Cyrtorhinus lividipennis)• Kumbang stacfilinea (Paederus fuscipes)• Kumbang koksinelid (Synharmonia octomaculata)• Kumbang tanah atau kumbang karabid (Ophionea nigrofasciata)• Belalang bertanduk panjang (Conocephalous longipennis)• Capung kecil atau kinjeng dom (Agriocnemis spp.) • Langkah PencegahanUntuk mencegah serangan hama wereng perlu dilakukan beberapa tindakan. Diantaranya:• Bersihkan gulma,singgang dari sawah dan areal sekitarnya.• Hindari penggunaan pestisida secara tidak tepat yang dapat menyebabkan terbunuhnya musuh alami.• Gunakan varietas tahan wereng seperti Ciherang, Mekongga, dan Cigeulis.• Gunakan varietas tahan tungro seperti IR-50, IR-64, Citanduy, Dodokan, IR –66, IR-70, Barumun, kelara, memberamo, IR-36, IR-42, Semeru, Ciliwung , Kr. Aceh, Sadang, Cisokan, Bengawan , Citarum dan terakhir adalah serayu.• Jumlah kritis: pada kepadatan 1 wereng coklat/batang atau kurang, masih ada peluang menekan populasi.• Amati wereng di persemaian setiap hari, atau setiap minggu setelah tanam pindah pada batang dan permukaan air. Periksa kedua sisi persemaian. Pada tanaman yang lebih tua, pegang tanaman dan rebahkan sedikit dan tepuk dengan pelan dekat bagian basal untuk melihat kalau ada wereng yang jatuh ke permukaan air.• Gunakan perangkap cahaya waktu malam ketika terlihat ada gejala serangan wereng. Jangan tempatkan cahaya dekat persemaian atau sawah. Bila perangkap cahaya diserbu oleh berates wereng, berarti persemaian dan sawah perlu segera diperiksa; lalu amati setiap hari dalam beberapa minggu berikutnya.• Pupuk lengkap (NPK), dosis 250 kg urea, 100 kg• SP36, dan 100 kg KCl/ha dapat membantu upayaSP36, dan 100 kg KCl/ha dapat membantu upaya pencegahan• Langkah PengendalianLangkah pengendalian ini dilakukan setelah jumlah wereng per rumpun sudah melebihi ambang ekonomi. Untuk hama wereng ambang ekonominya yaitu 2-5 ekor per rumpun (tergantung masing-masing daerah, bila endemik bisa lebih rendah lagi). Apabila sudah melebihi ambang ekonomi tersebut, maka harus dilakukan penyemprotan yang bertujuan untuk menekan populasi hama wereng tersebut.Jenis pestisida yang dianjurkan untuk mengendalikan hama wereng ini adalah insektisida yang berbahan aktif:• amitraz,• buprofezin,• beauveria bassiana 6.20 x 1010 cfu/ml,• BPMC,• fipronil,• imidakloprid,• karbofuran,• karbosulfan,• metolkarb,• MIPC,• propoksur,• tiametoksam.Ketika melakukan penyemprotan sebaiknya dimulai dengan membuka (“membiak”) antara barisan tanaman, kemudian menyemprot tanaman dengan mengarahkan semprotan ke bagian batang bawah. Hal ini dilakukan karena biasanya wereng berada di bagian batang bawah.