Loading...

PENYEBAB MUNCULNYA BAU KANDANG

PENYEBAB MUNCULNYA BAU KANDANG
Kesalahan manajemen kandang dalam usaha peternakan ayam kampung bisa berakibat fatal. Bau dan kotoran ayam tidak bisa dianggap enteng, karena berdampak pada lingkungan sekitar kandang. Penyebab utama munculnya bau di peternakan ayam adalah kotoran yang berada dalam kondisi lembab, becek atau basah . Kotoran ayam pada kondisi seperti ini ditambah kelembapan udara yang tinggi serta suhu yang relative rendah memunculkan gas amonia (NH3) dengan ciri bau menyengat yang mengganggu kenyamanan bagi yang menghirupnya. Factor yang menyebabkan munculnya bau dipeternakan ayam antara lain : Kepadatan Tinggi dan Panas Kondisi kandang yang terlalu padat, panas, lembab, serta aliran udara di dalam kandang tidak lancar akan menyebabkan ayam menjadi tidak nyaman dan kepanasan. Akibatnya, ayam akan minum lebih sering dan lebih banyak dari sewajarnya. Akibatnya, kotoran yang dikeluarkan lebih banhyak cairannya dan berpeluang memunculkan bau. Komposisi Bahan Pakan Pemberian pakan dengan kandungan protein terlalu tinggi dibandingkan kebutuhan ayam sesuai umurnya juga berperan menimbulkan kotoran dengan bau menyengat. Hal ini disebabkan karena masih tingginya kandungan protein pada kotoran yang dikeluarkan ayam dan menjadi tempat bakteri berkembang biak. Pakan dengan komposisi kaya serta terutama sumber bahan pakan berkarbohidrat bukan pati (NSPs) juga dapat meningkatkan perlekatan makanan dalam saluran percernaan sehingga kotoran yang dikeluarkan lebih banyak berupa cairan. Nutrisi pada Pakan Tidak Tercerna Sempurna Selain komposisi nutrisi yang terlalu tinggi, nutrisi pakan juga tidak tercerna dengan sempurna karena kondisi usus ayam tidak optimal dalam menyerap nutrisi. Penyebabnya karena tidak adanya enzim-enzim atau bakteri baik yang dapat membantu merombak nutrisi dan kotoran yang dikeluarkan tidak berbau. Penggunaan probiotik merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan ini. Penyakit Pencernaan Penyakit pencernaan pada ayam seperti iritasi pada saluran pencernaan disebabkan oleh infeksi seperti bakteri, virus, dan protozoa dapat menyebabkan ayam mengalami mencret sehingga kotoran yang dikeluarkan basah dan berbau menyengat. Kondisi Kandang dan Cuaca Kondisi kandang yang atapnya bocor atau konstruksi atap kandang bagian samping yang tidak terlalu lebar dapat menyebabkan tetesan dan cipratan air hujan mengenai kotoran sehingga kotoran yang awalnya kering dan tidak berbau menjadi becek, lembab, dan berbau. Hal lain yang dapat menyebkan kotoran basah dan berbau adalah adalah tetesan atau tumpahan air minum, baik dari tempat minum berupa tempat minum nipple yang terkadang kurang rapat dan menetes ataupun dari tempat minum tabung manual/ otomatis yang digantung dan tersenggol ayam sehingga sebagian air tumpah dan mengenai kotoran dan sekam. Cuaca juga turut berperan semakin menimbulkan bau di peternakan, apabila kondisi kotoran memang sudah becek dan berbau. Kotoran dengan kondisi tersebut ditambah cuaca lembab (sehabis hujan misalnya) akan semakin meningkatkan kelembapan pada kotoran yang meningkatkan kadar amonia pada kotoran. Manajemen Kandang Pertahanan terakhir dalam menciptakan usaha peternakan yang bebas bau adalah pada manajemen kandang. Artinya, apabila terdapat permasalahan bau di kandang harus segera dideteksi penyebabnya dan segera ditanggulangi. Akibat bau yang ditimbulkan kotoran yang berasal dari ternak, akan dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan ayam kampung, selain itu peternak akan mendapat protes dari lingkungan. Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian); Bacaan : Udijanto, A. Beternak Ayam Kampung Tanpa Bau dengan Prebiotik, Penerbit Penebar Swadaya-Jakarta. 2017