Loading...

Penyebab Penyakit Busuk Akar dan Gejalanya

Penyebab Penyakit Busuk Akar dan Gejalanya
Penyakit pada tanaman ubikayu ada beberapa macam yang telah dilaporkan antara lain penyakit bercak daun, anthraknose, bakteri hawa, bakteri kayu dan virus mosaic. Namun pada beberapa tahun terkhir ini ditemukan penyakit yang gejala tanaman menjadi layu dan mati, dan apabila dicabut pangkal batang dan perakaran busuk. Pada tanaman yang tua, selain pangkal batang dan akar, sebagian atau seluruh umbinya juga busuk. Petani menyebut dengan penyakit "leles" dan menurut mereka merupakan penyakit yang paling merugikan pada tanaman ubikayu. Gejala penyakit : Jamur Botryodiplodia, Fusarium, Phytophthora, Sclerotium, Macrophomina merupakan jamur-jamur yang hidup di dalam tanah (soil inhabitant). Jamur-jamur tersebut menginfeksi terutama pada bagian tanaman di dalam atau dekat permukaan tanah meliputi pangkal batang, akar dan umbi. Kerusakan pada bagian tanaman di bawah tanah akan berpengaruh pada bagian tanaman di atas tanah seperti perubahan warna daun menjadi kekuningan, daun-daun layu hingga gugur daun prematur. Infeksi pada organ di bawah tanah menyebabkan kerusakan dan warna perakaran menjadi hitam, pembentukan dan pembesaran umbi terhambat, serta busuk umbi. Oleh karena itu gejala penyakit "leles" atau penyakit busuk akar/umbi mempunyai gejala umum yang sama yaitu terjadi kelayuan, daun gugur dan akhirnya tanaman mati. Apabila tanaman terinfeksi dicabut, pada tanaman yang terinfeksi umur muda perakarannya dan pangkal batang membusuk. Pada tanaman yang telah dewasa sebagian atau seluruh umbinya menjadi busuk Seringkali pada tanah dan umbi tanaman terinfeksi terlihat adanya miselia jamur, sclerotium atau badan buah jamur yang lain. Penyakit busuk akar/umbi pada ubikayu disebabkan oleh atau berasosiasi dengan berbagai jamur tanah. Sementara tanaman ubikayu merupakan tanaman yang dibudidayakan pada berbagai agroekosistem ( lahan kering, lahan sawah, lahan gambut) dengan beragam jenis tanah (Ultisol, Enseptisol, Alfisol, Andosol). Di Indonesia, penyakit busuk akar/umbi banyak terjadi terutama pada daerah beriklim basah atau pada musim hujan, terutama pada tanah berdrainase tidak bagus sehingga terjadi genangan air. Jadi perkembangan penyakit busuk umbi sangat didukung oleh adanya kelembaban yang tinggi. Di lapang, tanah dan sisa-sisa tanaman sakit di tanah adalah sumber penularan utama bagi penyakit oleh jamur-jamur tanah. Infeksi oleh jamur ke dalam tanaman terjadi melalui luka-luka akibat pemakaian alat-alat pertanian, luka oleh serangan hama, dan luka alamiah yang terbentuk pada proses pertumbuhan akar. Selain tanaman ubikayu, jamur penyebab penyakit busuk akar/umbi juga mampu menyerang tanaman serealia, kacang-kacangan, kopi, dan tanaman bunga matahari dan lainnya Kadar bahan organik yang tinggi (2,3%) dan kadar Nitrogen tanah 0,24% meningkatkan serangan dan tingkat keparahan penyakit busuk umbi . Kesimpulannya Penyakit "leles" di Indonesia identik atau merupakan bagian dari penyakit busuk akar/umbi yang menyatu dengan beberapa jenis jamur tanah. Gejala penyakit ini antara lain tanaman layu, daun menguning dan rontok dan akhirnya tanaman mati. Akar, pangkal batang dan umbi menjadi busuk. Selain di Indonesia, penyakit busuk akar/umbi merupakan penyakit penting dan merugikan di Negara-negara penghasil ubikayu di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Kehilangan hasil pada varietas ubikayu yang rentan dapat mencapai 80-100%. Pengendalian penyakit busuk akar/umbi dapat dilakukan dengan menaman varietas/klon ubikayu yang tahan/toleran, pemilihan lokasi yang bebas penyakit dan pengelolaan tanah dan tanaman yang baik termasuk menghindari daerah yang sering kebanjiran atau tergenang, perbaikan drainase, sanitasi, eradikasi, dan rotasi tanaman. Penyunting: Yulia Tri S Email : yuliatrisedyowati@yahoo.co.id Sumber: Nasir Saleh dan Muji Rahayu, Penyakit Leles Pada Tanaman Ubi Kayu: Penyebab dan Strategi Pengendaliannya, Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI), Malang