Cyber Extension merupakan system informasi penyuluhan pertanian melalui media internet, untuk mendukung penyediaan materi penyuluhan dan informasi pertanian bagi penyuluh dalam memfasilitasi proses pembelajaran agribisnis bagi pelaku utama dan pelaku usaha. Penyebaran materi penyuluhan memalui cyber extension ini sangat efektif karena sasaran yang dapat dicapai tidak terbatas. Hal ini disebabkan karena cyber extension dapat diakses oleh siapapun dan dari manapun asalkan ada jaringan internet. Dengan semakin berkembangnya penggunaan internet di kalangan masyarakat, maka metoda penyebaran materi penyuluhan melalui cyber extension ini diharapkan akan dapat berkembang dengan baik. Tujuan: Tujuan dari penyebaran materi penyuluhan melalui cyber extension ini adalah untuk: 1) Meningkatkan arus informasi dari pusat, provinsi dan kabupaten/kota sampai tingkat petani; 2) Meningkatkan penyediaan materi penyuluhan pertaian bagi para penyuluh; 3) Meningkatkan akses petani dalam mendapatkan informasi. Sasaran: Sasaran yang ingin dicapai dari cyber extension ini adalah para penyuluh pertanian, pelaku utama, pelaku usaha dan masyarakat pengguna internet lainnya Keunggulan: Keunggulan dari cyber extension ini adalah: 1) Berisi informasi yang lengkap mengenai materi dan kegiatan penyuluhan; 2) Berisi informasi yang lengkap dengan sumber berbagai media seperti tulisan, foto, audio, maupun video; 3)Meningkatkan penyediaan materi penyuluhan pertanian; 4) Dapat digunakan sebagai bahan pendampingan, bahan diskusi atau bahan pustaka. Kelemahan: Metoda cyber extension ini disamping mempunyai beberapa keunggulan, juga mempunyai beberapa kelemahan. Adapun kelemahan dari penyebaran materi penyuluhan melalui cyber extension ini diantaranya adalah; 1) Perlu keahlian khusus dalam pembuatan atau penyajian; 2) Memerlukan kreatifitas dan waktu untuk mendapatkan berita aktual.. Standar teknis Program: 1) Cyber extension ditulis atau dinamis dikonversi ke HTML (Hyper Text Markup Language); 2) Cyber extension dapat menggunakan berbagai aplikasi CMS (Content Management System); 3) Halaman web dapat dilihat atau diakses dari berbagai perangkat berbasis komputer dan internet dari berbagai ukuran, termasuk komputer desktop, laptop, PDA dan ponsel. Isi: 1) Materi penyuluhan baik materi sektoral maupun materi-materi spesifik lokalita untuk provinsi atau kabupaten/kota; 2) Materi hasil penelitian atau kajian yang sudah dipublikasikan dan mendapatkan rekomendasi; 3) Materi hasil teknologi yang bersumber dari pengetahuan tradisional; 4) Merupakan reportase/berita kegiatan penyuluhan pertanian lingkup nasional, provinsi, kabuaten/kota, maupun kecamatan; 5) Mencantumkan nama kegiatan, pelaksana (Unit kerja atau instansi), tanggal , tempat, peserta, pimpinan/narasumber kegiatan, hasil atau inforasi kegiatan lainnya; 6) Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti; 7)Bila tulisan merupakan kutipan atau saduran dari sumber lain, cantumkan sumber tulisan (penulis, buku, majalah, koran, alamat web/URL,dll); 8) Bila gambar diambil dari sumber lain cantumkan sumber gambar (buku, majalah, koran, alamat web/URL, nama fotografer dll); 9) pencantuman nama penulis di akhir tulisan. Penggunaan: Cyber extension digunakan sebagai : 1) Bahan materi penyuluhan pertanian; dan 2) Bahan dalam pendampingan kelompok kursus tani dan pertemuan lainnya. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya Sumber: Standar Teknis Media Penyuluhan Pertanian. Pusat Penyuluhan Pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2010.