Loading...

Penyebaran Materi Penyuluhan melalui Video

Penyebaran Materi Penyuluhan melalui Video
Video merupakan media penyuluhan dalam bentuk media elektronik yang umum digunakan dalam memberikan penyuluhan pertanian. Dengan menggunakan metode ini sasaran merasa terhibur sehingga tanpa disadari pesan penyuluhan yang ada dapat ditangkap oleh sasaran. Video ini merupakan media audio visual yang berbentuk kaset compact disk dengan bantuan tape yang dapat menampilkan gambar yang dapat bergerak dan bersuara. Dalam video ini terdapat tiga macam bentuk penyajian yaitu dokumenter, semi dokumenter dan cerita bersifat hiburan. Dokumenter. Video dengan bentuk penyajian dokumenter, berisi dokumentasi atau kejadian penting atau film yang bersifat instruksional misalnya dokumentasi Pekan Penghijauan, Penas, Cara menggunakan traktor, Cara bercocok tanam jagung dan lalin-lain. Semi dokumenter. Video dengan bentuk penyajian semi dokumenter ini lebih bersifat hiburan, mempunyai jalan cerita yang membawa pesan penyuluhan, misalnya bagaimana seorang petani tertarik untuk menanam jagung varietas unggul. Cerita bersifat hiburan Video dengan bentuk cerita bersifat hiburan berisi pesan yang dikemas dalam alur cerita yang kuat untuk membangun keterlibatan emosi sasaran, misalnya cerita tentang perjuangan seorang petani miskin yang terlibat lilitan hutang yang terus membengkak, kemudian menemukan jalan keluar setelah bergabung dengan kelompok tani. Jalan keluar semacam ini merupakan sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya, yaitu bergabung dengan kelompok tani. Tujuan. Penyebaran materi penyuluhan memalui video ini bertujuan untuk: 1) menarik perhatian sasaran; 2) Mengajarkan langkah-langkah suatu keterampilan; 3) Menggugah emosi sasaran. Sdangkan sasaran yang dituju dari metode ini yaitu petani, penyuluh atau anggota masyarakat lainnya dengan jumlah kelompok antara 5-35 orang. Metode. Metode penyebaran materi melalu video ini mempunyai berbagai keunggulan , diantaranya adalah: 1) Dapat menciptakan perasaan-perasaan emosi dan dorongan yang kuat; 2) Dapat memperbesar perhatiant erhadap apa yang dianjurkan; 3) Dapat memperlihatkan langkah-langkah dari suatu usaha; 4) Dapat digunakan secara berulang-ulang; 5)Dapat memperlambat gerak pertunjukan sehingga dapat dilihat dengan jelas dan lebih mudah untuk difahami; 6) Dapat memperbesar suatu wujud pada layar sehingga dapat lebih jelas terlihat; 7)) Dapat disajikan bagi sasaran yang buta huruf, karena tidak perlu membaca; 8)Biaya lebih murah dibandingkan dengan film; 9)Lebih praktis dari pada film; 10)Dapat dikendalikan dengan remote control. Selain kelebihan tersebut, penyebaran materi penyuluhan dengan video ini mempunyai kelemahan, karena perlu keahlian khusus dalam pembuatannya dan peralatannya mudah rusak. Standar Teknis. Video yang dibuat harus memenuhi standar teknis yaitu: 1) Bahan terdiri dari DVD (Digital Video Disk), Pita Kaset, VCD (Video Compact Disk); 2) Durasi untuk video yang documenter antara 10-20 menit, semi documenter 20-30 menit dan cerita hiburan lebih dari 30 menit; 3) Video ini harus dilengkapi dengan identitas. Dalam satu kemasan video harus dilengkapi dengan: 1) Judul; 2) Diproduksi oleh siapa dan tahun produksi; 3) Penanggung jawab produksi; 4) Tim produksi (sutradara, juru kamera dan lain-lainnya); 5) Dilengkapi dengan penutup berupa ucapan pertimakasih, pesan sponsor dan sebagainya. Penggunaan. Penggunaan video ini cukup luas karena dapat digunakan dalam ruangan, ditampilkan melalui layar televisi atau LCD proyektor. Penulis: Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Madya Sumber: Standar Teknis Media Penyuluhan Pertanian. Pusat Penyuluhan Pertanian. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. 2010.