Loading...

Penyebaran Patogen pada Biji

Penyebaran Patogen pada Biji
Penyebaran patogen pada biji dapat terjadi karena beberapa hal, diantaranya adalah karena tercampur dengan biji, melekat pada permukaan biji, tertanam dalam biji, dan embrionic seed borne inoculum.1. Tercampur dengan bijiPenyebaran pathogen pada biji dapat terjadi apabila inoculum tercampur dengan biji-biji selama pemanenan. Inokulum ukurannya banyak yang sama dengan biji-biji dari tanamannya, seperti Selerotinium tercampur dengan biji tanaman bunga matahari dan tanaman lain, S. rolfsii tercampur dengan biji-biji crucifera; Sclerotia dari Claviceps purpurea tercampur dengan biji tanaman biji-bijian dan rumput-rumputan; biji-biji gandum berisi spora-spora dari Tilletia caries atau T. faestid dan mengandung nematode Anguina tritici. Jika inoculum tersebut tercampur dengan biji-bijian dan ikut tersebar bersama biji, maka akan segera terjadi infeksi. Untuk menghindari hal tersebut maka kita harus memisahkan inoculum tersebut dengan biji-biji. Cara yang dapat digunakan dalam rangka memisahkan inoculum dengan biji adalah dengan mengapungkan di dalam air asin atau dengan mematode gaya berat yang didasarkan pada perbedaan gaya berat antara inoculum dan biji-bijian. Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan eradikasi atau mencegah perkembangan inoculum dengan cara perlakuan biji. Sebagai contoh, ergots (sclerotia) dari rumput-rumput dapat dicegah dengan memotong rumput-rumputan tersebut dimana inoculum ergot dihasilkan dan selanjutnya dipanen agak terlambat, sedang-spora-spora jamur yang terbawa biji biasanya dapat dimatikan dengan pemakaian fungisida yang berbentuk debu. 2. Melekat pada permukaan biji (adherent seed borne inoculum).Sebagian besar pathogen jamur dan bakteri disebarkan dengan inoculum yang melekat pada permukaan biji, khususnya pada biji-biji yang permukaannya kasar atau lembab. Patogen-patogen yang disebarkan dengan cara ini terdiri dari spora-spora dari jenis Alternaria, Helminthoporium, dan juga teliospora yang mengidentifikasi biji-biji yang berupa "smut": jenis-jenis bakteri seperti Xanthomonas campestris dan X. malvacearum (penyebab busuk hitam pada crucifera dan penyebab bercak daun pada kapas. Penyakit-penyakit yang disebarkan dengan cara melekat dengan biji biasanya dicegah dengan perlakuan biji dengan fungisida yang berbentuk debu. 3. Tertanam dalam biji ( embedded seed borne inoculum)Penyebaran penyakit dari pathogen dapat juga terjadi jika inoculum dari pathogen tertanam dalam biji (pericarp atau testa). Sebagai contoh hifa dari Alternaria, Cecospora, dan Helminthosporium, pycnida dari Septoria spp, Phoma spp, dan Acervuli dari Calletotrichum spp.Bakteri seperti halnya Carynebacterium michiganence penyebab kanker pada tomat, Xanthomonas campestris penyebab busuk hitam pada crucifera; X. malvacearum penyebab busuk hitam pada crucifera; X. malvacearum penyebab bercak daun pada kapas telah banyak diketahui disebarkan karena tertanam dalam biji. Mengingat pathogen ini tertanam dalam biji, maka pathogen ini tidak efektif kalau dicegah degan fungisida dust, tetapi dengan menggunakan fungisida sistemik atau dengan perlakuan panas. 4. Embrionis seed borne inoculumPenyebaran penyakit yang disebabkan karena embryonic seed borne inoculum dapat terjadi apabila inoculum dari pathogen berada di dalam embrio atau endosperm atau di dalam jaringan yang berasal dari kantong embrio. Sebagai contoh adalah inoculum dari beberapa virus dan yang menimbulkan gejala smut dapat disebarkan atau ditularkan dengan cara ini. Dari semua pathogen seperti halnya jamur, bakteri, virus dan nematode dapat terbawa oleh biji. Hal ini dapat terjadi karena bijinya telah terinfeksi atau karena tearkontaminasi di permukaannya saja, atau dapat juga terbawa bersama-sama biji dalam bentuk sclerotia. Kebanyakan pathogen yang terbawa oleh biji akan menjadi aktif setelah biji-biji disebar atau disemaikan. Sebagai akibat biji-biji menjadi busuk atau terjadi "damping off" sebelum atau sesudah biji berkecambah. . Infeksi biji-biji dapat terjadi pada embrio dan umum disebut "Embryal infection", sedang yang terjadi pada endosperm baik pada kulit biji biasanya disebut Extra embryyal infection. Kontaminasi dari biji-biji dapat terjadi pada seed coatlpericarp, atau juga disebut "bract contamination". (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian pada Pusat Penyuluhan Pertanian, BPPSDMP, Jakarta). Sumber:Penyakit-Penyakit Pasca Panen Tanaman Pangan oleh Prof. Dr. Ir. Siti Rasminah Chailani. 2010.