PENYEMAIAN PAPRIKA DI LERENG BROMO (1) Kecamatan Tutur memiliki berbagai macam komoditas di bidang pertanian, mulai tanaman Hortikultura, Tanaman Pangan, Tanaman Perkebunan dan Peternakan. Salah satu komoditas unggulan di tanaman hortikultura di Kecamatan Tutur adalah Tanaman Paprika yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Budidaya paprika membutuhkan perlakuan khusus mulai dari penyemaian sampai panen. Sebelum ditanam benih paprika harus disemai terlebih dahulu. Penyemaian benih sebaiknya dilakukan di dalam rumah pesemaian yang terpisah dan rumah kasa produksi. Di dalam rumah pesemaian dibuat meja dengan ukuran lebar dan tinggi masing-masing 1 meter dengan panjang disesuaikan dengan keadaan tempat. Pelaksanaan penyemaian benih paprika adalah sebagai berikut : Untuk mencegah serangan penyakit tular benih seperti penyakit layu fusarium dan Iayu bakteri, maka benih paprika direndam di dalam air suam-suam kuku (25 °C) selama 24 jam atau di dalam larutan fungisida selama 30 menit atau di dalam larutan Natnum fosfat (NaPO4) 10 g/liter selama maksimum 2 jam, lalu ditiriskan di atas baki plastik. Media penyemaian berupa arang sekam dimasukkan ke dalam baki pesemaìan, lalu media persernaian dibasahi dengan larutan PF (Pseudomonas fluorescens) sebanyak 2 ml atau baktensida (1 ml) untuk mencegah serangan penyakit Iayu fusarlum dan Iayu bakteri. Dibuat lubang pada media semai untuk metetakkan benih dengan menggunakan pínset. Benih paprika yang telah ditiriskan dibenamkan satu per satu pada setlap lubang semai sedalam 0.5 cm menggunakan pinset. Kertas tisu disemprot air bersih menggunakan penyemprot tangan. Selanjutnya benih disimpan di dalam tempat pesernaian pada suhu 20-26 °C dengan kelembaban udara 70-90%. Jika suhu dl dalam tempat pesemaian lebih tinggl dan kelembaban udara rendah, maka tempat pesemaian disemprot dengan air berslh, agar suhunya turun dan kelembabannya naik. Jika suhu di dalam lokasi persemaian lebih rendah dan kelembaban rendah, maka di dalam lokasi pesemaian dipasang tampu pijar 25 watt dan dinyalakan selama 24 jam. Pada umur 5-7 han seteiah semai pada umumnya benih telah berkecambah. ditandai dengan tumbuhnya tunas, kertas tisu dibuka. Jika suhu pada malam hari di dalam tempat pesemaian tertalu rendah (<20 °C), maka lampu dalam lokasi pesemaian dinyalakan Pada 10- 12 han setelah semai, setelah bibit tumbuh rata (dua daun) baki persemain ðikeluarkan dañ tempat dan diletakkan di tempat terang. Bibit dibiarkan beradaptasi dengan Iingkungan selama 23 jam. Penyiraman bibit dilakukan dengan larutan pupuk AB Mix EC 1.5 menggunakan penyemprot tangan. Media tanam yang digunkan yaitu arang sekam dmasukkan ke dalam kantung plastik (polybag) yang berukuran 10 cm x 12 cm lalu dijenuhkan dengan larutan pupuk AB Mix EC 1.5, pH 5,8 dengan dosis 200 mI/polybag. Media tanam disiram dengan larutan fungisida (1 ml/l) atau Mankozeb + Mefenoksam (2.5 g/l) dengan dosis 50 ml/polybag Pada hari ke 12 15 setelah semai, bibit dipindahkan dan baki pesemaian kedalam kantung plastik (polybag lebar 10 cm dan tinggi 12 cm) yang telah berisi arang sekam dan mulai disiram dengan larutan pupuk AB Mix paprika dengan EC 1.5— 2,0 dengan pH 5,8. Penyiraman dilakukan sehari dua kali, yaitu pada pagi dan sore hari sampal merata. Jika ditemukan serangan hama atau penyakit, tanaman di pesemaian disemprot dengan pestisida yang efektif dan dianjurkan