Loading...

PENYIAPAN BIBIT PORANG

PENYIAPAN BIBIT PORANG
Porang (Amorphophallus mueleri blume) merupakan komoditas pertanian yang akhir-akhir ini menjadi buah bibir dan perbincangan baik itu di masyarakat maupun di sosial media. Porang adalah salah satu jenis tanaman iles-iles yang tumbuh dalam hutan. Porang merupakan tumbuhan semak (herba) yang berumbi di dalam tanah. Umbi porang berpotensi memiliki nilai ekonomis yang tinggi, karena mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan dan dapat dengan mudah diolah menjadi bahan pangan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Porang dapat diperbanyak secara vegetatif dan generatif (biji, bulbil/katak). Bibit yang dipilih adalah dari umbi dan bulbil yang pertumbuhannya subur dan sehat. Penyiapan Bibit dari Umbi 1. Tentukan anakan tanaman porang yang berumur ± 1 tahun yang pertumbuhannya subur dan sehat. 2. Bongkar tanaman dan bersihkan umbi dari akar dan tanah. 3. Kumpulkan bibit tersebut di tempat yang teduh untuk penanganan selanjutnya yaitu penanaman (1 umbi porang hanya menghasilkan 1 tanaman porang). Penyiapan Bibit dari Biji Tanaman porang pada setiap kurun waktu 4 tahun akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah atau biji. Dalam 1 tongkol buah bisa menghasilkan biji sampai 250 butir yang dapat digunakan sebagai bibit porang dengan cara disemaikan terlebih dahulu, satu biji porang menghasilkan satu bibit baru. Penyiapan Bibit dengan Perkecambahan Poliembrioni Poliembrioni adalah adanya lebih dari satu embrio dalam satu biji. Pada satu biji porang dilakukan proses pembelahan biji untuk memisahkan embrio-embrio dalam satu biji. Embrio yang telah dipisahkan tersebut kemudian disemai hingga tumbuh tunas sehingga dihasilkan lebih dari satu bibit baru dari satu biji. Penyiapan Bibit dari Bulbil/Katak 1. Ambil bulbil dari sekitar rumpun tanaman yang berumur cukup tua (seleksi/pilih bulbil yang sehat). 2. Bulbil yang telah dipilih kemudian dikumpulkan dalam wadah dan disemai hingga tumbuh tunas, lalu ditanam (tanaman porang yang cukup besar dan tua dapat menghasilkan bulbil ±40/pohon). Penyiapan Bibit dengan Kultur Jaringan (in vitro) Kultur jaringan (in vitro) merupakan metode mengisolasi bagian tanaman yang ditumbuhkan dengan kondisi aseptik (tidak ada patogen), sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri menjadi tanaman lengkap kembali. Tahapannya sebagai berikut: Eksplan (jaringan tanaman yang diambil untuk diperbanyak) yang telah dipisahkan dengan biji ditanam pada media MS (Murashige-Skoog) dengan penambahan BAP (Benzyl Amino Purine) dan IBA (Indole Butyric Acid). Terbentuk kalus (hasil pembelahan sel dari jaringan esplan) yang terjadi dalam 3 tahap, yaitu: (1). Induksi sel (sel siap melakukan pembelahan), (2). Pembelahan (sel lebih aktif membelah dan mengalami peningkatan ukuran sel), (3). Diferensiasi (sel melebar dan membelah hingga tercapai keseimbangan antara pembelahan dan pelebaran sel). Dilakukan aklimatisasi (upaya penyesuaian fisiologis/adaptasi tanaman pada suatu lingkungan yang baru) dalam seedbed/bedengan. Terbentuk porang siap tanam. Disusun oleh : Rahmawati, BBP2TP Bogor Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia, Universitas Brawijaya Gambar : Pusat Penelitian dan Pengembangan Porang Indonesia, Universitas Brawijaya