Loading...

Penyimpanan, Pengolahan dan Pendanaan Dalam Pemasaran

Penyimpanan, Pengolahan dan Pendanaan Dalam Pemasaran
Pemasaran secara umum atau sederhana dikatakan sebagai proses penyaluran barang-barang dari produsen sampai ke konsumen. Produsen adalah mata rantai yang pertama dan konsumen adalah mata rantai terakhir. Secara khusus pemasaran adalah telaahan aliran produk secra fisik dan ekonomi dari produsen melalui pedagang perantara ke konsumen. Pemasaran melibatkan banyak kegiatan yang berbeda, yang menambah nilai produk pada saat produk bergerak melalui sistem tersebut. Proses pemasaran mengandung beberapa fungsi yang harus ditampung oleh pihak produsen dan lembaga-lembaga atau mata rantai penyaluran produk-pruduknya. Fungsi pemasaran dimaksud ada tujuh diantaranya adalah fungsi penyimpanan dan fungsi pengolahan. Penyimpanan atau Pergudangan (Storage) Gudang (storage) merupakan fungsi pemasaran yang ditemukan hampir pada setiap lembaga pemasaran atau mata rantai pemindahan, pengolahan, dan penyaluran produk-produk tersebut ke pasaran. Contoh: Di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur terdapat sebuah terminal sayuran yang dikelola KUD Unit Sayur-mayur. Di Terminal ini produk sayuran dari petani anggota KUD setempat ditampung, setiap harinya mencapai 30 ton lebih, dan di terminal ini pula dilakukan sortasi, pengepakan dan penyegaran melalui penyemprotan dengan air secara teratur sebelum produk-produk tersebut dibeli oleh para supplier dan pedagang besar sayuran dari Pasar Induk Sayur Jakarta. Di Pasar Induk ini untuk beberapa jam dilakukan penyimpanan sebelum sayuran tersebut disebarkan melalui pedagang eceran. Ternyata dari rata-rata 30 ton sayuran sehari yang dihasilkan para petani tersebut tidak sedikit pula jumlahnya yang diekspor ke Singapura dan Kualalumpur. Disamping itu, untuk ekspor produk-produk ke luar negeri di palabuhan-palabuhan terdapat gudang-gudang yang disewakan, dengan sendirinya hal ini memerlukan pengeluaran biaya yang berupa ongkos sewa gudang. Sehubungan dengan ini maka lamanya penyimpanan benar-benar harus diperhitungkan, karena makin lama produk itu disimpan, makin bertumpuk pula perhitungan pengeluaran biaya untuk para tenaga kerja di pelabuhan tersebut. Dari contoh di atas ternyata fungsi penyimpanan memegang peranan yang penting dalam lalulintas pemasaran produk. Pengolahan Produk Dalam pemasaran, pengolahan meliputi grading atau penyortiran produk-produk itu, dimana produk yang baik, sedang dan buruk dipisah-pisahkan. Grading ini sangat berkaitan dengan standarisasi yang merupakan penetapan ketentuan atau spesifikasi suatu barang atau kualitas suatu barang tertentu, yaitu mana yang kualitasnya terbaik, sedang ataupun kurang. Standarisasi atau pembakuan suatu produk dapat didasarkan kepada berat, struktur kadar kimiawi, bentuk, daya tahan atau gabungan dari hal-hal tersebut. Standarisasi atau pembakuan bertujuan untuk memudahkan dalam penjualannya serta penghematan tenaga kerja dalam melayani para konsumen. Pendanaan Sebagai fungsi pemasaran, pendanaan atau pembiayaan secara sepintas nampaknya demikian sederhana , yaitu penyediaan sejumlah uang guna transaksi jual-beli. Pada hal sesungguhnya pendanaan mengandung aspek-aspek yang luas, di mana perusahaan memerlukan dana untuk membeli barang-barang keperluannya, menyediakan kredit bagi para langganannya serta membayar ongkos-ongkos perusahaan. Produsen dan lembaga perdagangan lainnya selain harus membiayai sendiri organisasinya, mereka diharapkan oleh para pelanggan untuk memberikan kredit baik secara cicilan (installment) maupun secara open account (perjanjian perlunasan pada waktu atau tanggal tertentu). Cara cicilan biasanya lebih mahal karena didalamnya diperhitungkan bunganya, sedangkan open account tidaklah demikian, tetapi waktu pembayarannya harus ditepati dan tentunya kalau tidak ditepati akan mengandung resiko. Sumber:: Departemen Pertanian, Badan Diklat Pertanian, Agribisnis Seri VI,tahun 1993 Penulis : Marwati (Penyuluh Pertanian, Badan PPSDM Pertanian, Kementan)