Loading...

Penyimpanan Bawang Merah Secara Tradisional Dengan Para-Para Diatas Tungku Dapat Bertahan Hingga 6 Bulan

Penyimpanan Bawang Merah Secara Tradisional Dengan Para-Para Diatas Tungku Dapat Bertahan Hingga  6 Bulan
Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang sejak lama telah diusahakan oleh petani secara intensif. Pengembangan budidaya bawang merah memiliki peluang pasar yang cukup luas baik untuk kebutuhan rumah tangga, industry pengolahan, baik pasar domestic maupun ekspor. Komoditas ini merupakan sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi cukup terhadap perkembangan ekonomi wilayah. Bawang merah dapat dipanen pada umur 60 – 0 hari setelah tanam. Bawang merah siap dipanen dengan dicirikan bila dipegang, pangkal daun sudah lemas, daun (70 – 80%) berwarna kuning pucat, umbi sudah terbentuk dengan penuh dan kompak, sebagian umbi sudah terlihat dipermukaan tanah, sebagian besar (lebih dari 80 %) daun tanaman telah rebah. Sebelum bawang merah mulai panen, bila kondisi media tanahnya dalam kondisi keras/kering lebih baik tanah disiram terlebih dahulu sehingga tanah jadi gembur dan dalam pemenenan bawng merah dapat dilakukan dengan mudah serta menjaga terlukanya umbi saat dipanen.Pemanenan dilakukan dengan hati-hati yaitu dengan cara mencabut bawang merah seluruh tanaman, dan tiap 5-10 rumpun diikat pada sepertiga daun bagian atas. Hasil panen bawang merah selanjutnya dibersihkan dari kotoran atau tanah yang menempel pada umbi, dengan cara dijemur dan kemudian dirontokan tanah yang menempel pada akar dengan cara digunting atau dipetik hingga bersih. Dilakukan pelayuan, pelayuan pada tanaman bawang merah bertujuan menghilangkan kandungan air dan mengharapkan warna kulit bawang merah lebih mengkilat dan lebih merah. Pelayuan dilakukan dengan cara penjemuran selama 2-3 hari pertama setelah panen, setelah berat umbi susut 3-5% dan leher umbi kelihatan sudah menyempit dank eras, maka proses pelayuan dapat diberhentikan.Sortasi dan grading bawang merah dilakukan dengan memisahkan umbi yang rusak ke umbi yang sehat agar tidak terjadi infeksi penyakit selama penyimpanan. PenyimpananBawang merah harus disimpan ditempat dengan lingkungan spesifik jika diharapkan kualitas produk yang tinggi . disamping itu, perlakukan terhadap bawang merah juga mempengaruhi kualitas produk. Umbi bawang merah dikatakan baik apabila pada waktu panen umbi sudah cukup tua, tidak teruka dan sudah cukup kering. Penyimpanan bawang merah dapat dilakukan diatas perapian, menggunakan para-para bambu dan dibawahnya diberi pengasapan. Penyimpanan diruang berventilasi sangat baik karena mempunyai sirkulasi udara yang baik dan dapat mencegah serangan hama dan penyakit. Penyimpanan dapat dilakukan dengan cara tradisional yaitu dilakukan dengan kondisi ruang penyimpanan pada temperature antara 25 – 300 C, RH 70 – 80 % dan sirkulasi udara yang cukup baik.Tahapan penyimpanan secara tradisionalBawang yang sudah dilakukan sortasi dan grading selnjutnya ditata dengan cara menggantungkan umbi-umbi tersebut kemudian meletakkan ke para-para ditas tungku. Kemudian dilakukan pengasapan dengan menggunakan sekam atau lainnya supaya mendapatkan suhu ruangan dengan temperature 26 – 290 C dengan RH 70 – 80 %. Pengasapan dapat dilakukan pada waktu pagi dan sore hari dengan tujuan untuk menjaga agar teperatur tetap terjaga kondisinya. Penyimpanan secara tradisional dapat mempertahankan kondisi bawang merah selama enam bulan. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang Direktorat Jenderal Hortikultura dan Berbagai sumber lainnya Gambar : Brebes blogsot.com