Daging merupakan salah satu sumber protein yang sangat penting untuk tubuh. Namun, apabila kita tidak tahu seperti apa cara menyimpan daging dengan baik dan benar, maka protein yang ada di dalamnya pun akan mudah hilang. Tidak hanya menghilangkan kandungannya saja, penyimpanan yang tidak benar juga akan membuat kondisinya menjadi rusak dan mudah basi. Seperti yang kita ketahui, daging memiliki berbagai macam jenis seperti daging sapi,daging kambing dan daging yang lainnya. Daging pada dasarnya bisa dikatakan bersih dari kuman atau hanya mengandung sedikit kuman. Perlakuan pada waktu pemotongan seperti pengulitan, pengeluaran jerohan, pengirisan daging bisa menyebabkan adanya cemaran bakteri ke permukaan daging. Pencucian daging memang terbukti mengurangi jumlah kuman dalam daging. Namun pencucian yang dilakukan dengan air mengandung kuman (misalnya air sungai) justru akan menyebabkan bertambahnya jumlah kuman. Pencucian yang dilakukan pada daging kemudian dibiarkan ditaruh dalam udara terbuka, dan tidak langsung dimasak juga terbukti bisa menyebabkan pertambahan jumlah kuman, karena air yang bercampur dengan daging adalah media yang sangat baik bagi kuman untuk berkembang biak. Jadi sebaiknya dicuci atau tidak? Boleh dicuci tapi harus segera dimasak atau disimpan dalam lemari beku suhu di bawah 0 C (beberapa kuman mungkin tidak mati oleh suhu dingin tapi terhambat untuk berkembang biak). Seandainya tidak dicuci, pastikan bahwa proses pemotongan dan penanganan daging dilakukan dengan bersih. Cara menyimpan daging di Kulkas/freezer : a. Pastikan daging tidak dicampur antara sapi dengan kambing, selain menghindari bau prengus juga meminimalkan jumlah cemaran kuman. b. daging yang memar dan kotor sebaiknya diiris dan tidak dicampur dengan daging yang bagus. c. Hindari mencampur daging, tulang dan jerohan putih (usus, babat) karena jerohan bisa mengandung lebih banyak kuman. d. Untuk pengemasan/ penyimpanan hati dan ginjal sebaiknya terpisah dari daging, karena setelah diiris2 dan dikemas, biasanya hati akan cenderung basah dan mengeluarkan darah yang membuat daging menjadi basah dan cepat busuk, sedangkan ginjal sebagai tempat penyaringan air kencing kadang sedikit berbau pesing. e. simpan daging dalam tempat sesuai porsi masak, misalnya mempunyai daging 1 kg dengan jumlah keluarga 3 orang, dengan porsi sekali masak 200gram, maka daging sebaiknya dibagi menjadi 5 bagian (per 200gram) dan disimpan dalam 5 tempat khusus yang dipisah, misalnya plastic, atau tupper ware. Penyimpanan per porsi masak memudahkan dalam melakukan thawing (mencairkan daging beku), karena hanya mengeluarkan daging sesuai porsi masak. daging yang keluar masuk kulkas untuk dithawing dan dibekukan berulang2 akan kehilangan komponen2 penting dalam daging yang larut berkali2 bersama air yang keluar. akibatnya kandungan nutrisi daging akan jauh berkurang, f. Menyimpan daging dalam bentuk pipih akan lebih mudah untuk di Thawing daripada bentuk bulatan. g. Tandai dengan kode dan tanggal penyimpanan, hal ini dilakukan untuk menghindari tercampur dengan daging baru atau mengingatkan tanggal simpan. system FIFO (Òrst in Òrst out) bisa diterapkan. Pada dasarnya daging yang disimpan dalam suhu dingin (Sebelumnya, pastikan apa yang akan anda masak dan tentukan daging dari jenis apa, bagian mana dan jumlah berapa yang akan dimasak. Thawing yang aman adalah menyimpannya dalam chiller lemari es (kalau saya mau masak daging di pagi hari, malam hari sebelum tidur biasanya daging dari freezer mulai saya taruh di chiller, kalau mau masak sore, ya pagi sebelumnya mulai saya taruh di chiller) atau dengan microwave. (Penulis : Suwarna Penyuluh Pertanian –BPPSDMP) Sumber .: http://suarajakarta.co/opini/tips-cara-menyimpan-daging-yang-benar/ (Di unduh tanggal 5 Agustus 2019) http://selerasa.com/tips-menyimpan-daging-sapi-dan-kambing-agar-tetap-segar-awet-dan-tidak-mudah-basi (Di unduh tanggal 6 Agustus 2019)