Sukamarga, 20 Oktober 2022 Komoditi perkebunan masih menjadi primadona bagi sebagian besar perkebunan rakyat di Lampung Utara, tidak terkecuali di Desa Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi. Berangkat dari keresahan petani karet yang mengeluhkan rendahnya harga jual karet, serta sulitnya akses pasar, membuat Bapak Ekawanda Yudistira selaku Korluh BPP Kecamatan Abung Tinggi berinisiatif mencari narasumber yang kompeten untuk memberikan pelatihan dan edukasi bagi para petani karet di Kecamatan Abung Tinggi. PT Aneka Bumi Pratama (ABP) berlokasi di Palembang dan merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pengolaan bahan baku karet menjadi produk setengah jadi yang nantinya akan didistribusikan ke luar negeri. Penyuluhan dan pelatihan petani karet ini dilaksanakan selama dua hari 18-19 Oktober 2022, bertempat di Dusun 2 Desa Sukamarga Kecamatan Abung Tinggi. Antusiasme peserta yang luar biasa hadir lebih dari 50 peserta yang merupakan petani karet usaha perkebunan rakyat. Hari pertama diisi dengan kegiatan penyuluhan yang berisi materi yang sangat bermanfaat diantaranya: budidaya tanaman karet, penyadapan karet, penyimpanan dan pengolahan bokar, hingga hama dan penyakit pada tanaman karet sera cara mengatasinya. Dalam penyampaian materi, pihak ABP juga aktif membuka diskusi serta tanya jawab dengan para peserta, dari sini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan petani tentang alat dan bahan serta cara budidaya karet yang baik dan benar serta menguntungkan masih relatif rendah. Era globalisasi menuntut petani perkebunan rakyat harus berangsur meninggalkan kebiasaan serta cara bertani yang tradisional menjadi petani yang lebih inovatif, modern serta mengikuti permintaan pasar. Diketahui bahwa umumnya petani di Desa Sukamarga masih melakukan penyadapan setiap hari, bidang sadap tidak diukur 100 cm dari atas permukaan tanah, tidak memberi jarak antar bidang sadap, serta penggunaan bahan pembeku tradisional seperti tawas dan TSP yang sangat mempengaruhi kualitas karet. Pembekalan materi yang diberikan oleh PT ABP memberikan manfaat berupa perubahan pengetahuan bagi para pelaku utama usaha tani karet. Misalnya saja Ibu Riana dari Desa Sukamarga mengatakan bahwa ternyata selama ini getah karet tang dihasilkan pohon karet miliknya selama ini masih kurang maksimal dikarenakan ia tidak mengetahui bahwa antar bidang sadap harus diberi jarak minimal 2 cm, serta kini ia mengetahui bahwa arah sadap yang benar adalah dari arah kiri atas ke kanan bawah. Hari kedua pelatihan petani karet diisi dengan kegiatan melihat langsung kebun karet milik warga Desa Sukamarga. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebanyakan memang keadaan pohon milik warga mengalami kering kulit yang membuat getah karet sangat lama berproduksi. Selama ini para petani mengaku apabila mengalami kering kulit, maka petani akan membuka bidang sadap yang baru yaitu dengan jarak yang semakin dekat dengan permukaan tanah, dan menunggu 6 bulan bahkan sampai satu tahun agar getah karet kembali keluar. Tentu saja hal ini merupakan hal yang salah. PT ABP mendemonstrasikan cara untuk menyembuhkan pohon karet yang terkena kering kulit dengan menggunakan CPO (minyak mentah). Proses ini diklaim menyembuhkan kering kulit lebih cepat yaitu hanya dalam waktu 3 bulan saja. Selain mencontohkan proses pengobatan penyakit, PT ABP juga mencontohkan cara pengaplikasian pupuk yang baik dan benar serta lebih hemat dan sesuai dengan dosis anjuran agar mendapatkan hasil produksi karet yang maksimal. Tidak lupa, pihak PT APB juga mencontohkan pembekuan lateks (getah karet) dengan menggunakan 3 pembeku yang berbeda yang nantinya akan memberikan hasil kualitas serta kuantitas kadar karet kering (KKK). Kesimpulannya adalah, para pabrik karet umumnya bukan menerima karet berdasarkan jumlah yang banyakan melainkan berdasarkan kadar karet kering (KKK). Diharapkan para petani karet di Kecamatan Abung Tinggi, di Desa Sukamarga khususnya dapat menerapkan cara budidaya karet yang baik den benar, mulai dari persiapan lahan, pemberian dosis pupuk yang sesuai, penyimpanan karet, hingga proses pembekuan getah karet agar mencapai kualitas kadar karet kering sesuai dengan permintaan pasar sehingga harga yang diterima petani karet dapat lebih tinggi yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani karet. Penulis: Tim BPP Kecamatan Abung Tinggi