Loading...

Penyuluhan Pertanian Dengan Pola Kemitraan Menunjang Program Upsus Pajale

Penyuluhan Pertanian Dengan Pola Kemitraan Menunjang Program Upsus Pajale
Budidaya padi sawah merupakan penyumbang dan penghasil utama kebutuhan pokok disamping padi ladang. Pemerintah dalam hal ini melalui program UPSUS tengah gencar melakukan pembinaan dan penyuluhan melalui Dinas Pertanian. Salah satu kegiatan yang dilakukan BPP Damai dengan bersinergi dan bekerjasama dengan PT. GBU (Gunung Bara Utama) telah melaksanakan kegiatan pelatihan tentang budidaya sawah selama 2 hari sekaligus praktek penggunaan handtraktor dalam pengolahan lahan sawah. Mungkin pada daerah lain yang sudah cukup berpengalaman dalam pengelolaan lahan sawah merupakan hal yang tidak asing lagi. Namun untuk daerah yang petaninya masih menggunakan cara tradisional tentu merupakan hal yang baru dan terasa sulit. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi penyuluh pertanian terutama WKPP Kampung Jengan Danum yang merupakan wilayah binaan BPP Damai. Dengan dibantu oleh PT. GBU tentu sangat disambut baik oleh penyuluh untuk memotivasi petani dalam rangka mendukung swasembada pangan. Pada saat kegiatan praktek lapangan pengolahan sawah, tanpa diduga Bapak Bupati Kutai Barat FX. Yapan, SH disela kesibukannya menyempatkan mengunjungi kegiatan tersebut. Beliau sangat antusias dengan kegiatan ini. Harapan beliau dengan pemanfaatan lahan rawa ini diharapkan dapat memperoleh hasil yang bisa membawa peningkatan penghasilan bagi petani sekaligus mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan. Kegiatan ini menurut, Bely Seno selaku CSR PT. GBU tidak hanya sampai disini saja. Dengan kerjasama yang terus menerus bersama BPP Damai dan instansi terkait, tetap terus melakukan pembinaan hingga berhasil. Dengan melakukan kegiatan ini diharapkan adanya agen perubahan yang tentunya nanti bisa ditularkan ke para petani lainnya sehingga dapat tercapai petani yang mandiri dan berdaya guna. Pada kesempatan ini para petani diajak untuk belajar dan saling kerjasama dalam suatu kelompok tani maupun gapoktan. Kedepan tentunya bentuk kerjasama antara pemerintah dan swasta diharapkan tetap terus berjalan secara berkesinambungan sebagai bentuk dukungan semua pihak terhadap terwujudnya ketahanan pangan. Penulis : Paulus Heriponsius, SP