Loading...

Penyuluhan Pertanian yang Diorgansasikan Perguruan Tinggi

Penyuluhan  Pertanian yang Diorgansasikan Perguruan Tinggi
Sejak beberapa dasawarsa yang lewat, berbagal model pendekatan penyuluhan pertanlan telah dicoba, dalam rangka pengembangan sistem penyuluhan pertanlan yang dilaksanakan dl banyak negara. Selaras dengan itu, kajian terhadap ragam model pendekatan menjadi sangat penting untuk melihat keunggulan dan kelemahan masing-masing. Berbagai model pendekatan tersebut antara lain: Pendekatan Penyuluhan Pertanian Yang Konvensional, Pendekatan Latihan dan Laku, Penyuluhan Pertanian Yang Diorganisasikan Perguruan Tinggi dan Pendekatan Pengembangan Komoditi dan System Produksi, Pendekatan Pembangunan Pertanian Terpadu, serta Pendekatan Pembangunan Pedesaan Terpadu. Berikut ini penjelasan tentang pendekatan Penyuluhan Pertanian yang Diorgansasikan Perguruan Tinggi. Penyuluhan pertanian yang diorganisasikan perguruan tinggi Pendekatan penyuluhan pertanian seperti ini, dikembangkan di Amerika Serikat sejak tahun 1914, yang merupakan bentuk kerjasama pemerintah federal dengan beberapa perguruan tinggi setempat dalam kaitannya dengan pelaksanaan "Tri Dharma Perguruan Tinggi" yang mencakup: pendidikan, penelitian, dan penyuluhan. Dalam model ini, pendekatan penyuluhan dilaksanakan dengan menggunakan multimedia (media masa maupun interpersonal) secara selektif, tergantung pada program pendidikan yang dirancang maupun tingkat pengetahuan para pesertanya. Karena itu, pendekatan yang diterapkan lebih bersifat bottom up dibanding top down. Gambaran umum tentang model pendekatan pengembangan komoditi dan sistem produksi sbb 1. Tujuan penyuluhan pertanian; Tujuan penyuluhan disini, lebih diutamakan pada pengembangan program-program pendidikan yang terpilih dalam rangka rnembantu masyarakat (sasarannya) untuk memecahkan beragam masalah sosial demi pencapalan kepuasan mereka, termasuk di dalamnya yang berkaitan dengan: peningkatan efisiensl usahatani, pendapatan petani, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Program pendidikan tersebut. juga diarahkan untuk membiasakan generasi muda untuk belajar dari pengalaman, memanfaatkan sumberdaya yang tersedia. serta bekerja bersama masyarakat untuk mengembangkan wilayah pedesaan sebagai tempat-tinggal dan tempat berusaha yang menyenangkan. 2. Sasaran penyuluhan. Sasaran penyuluhan yang diorganisasikan oleh Perguruan Tinggi ini, terbatas pada warga masyarakat yang memang menaruh minat untuk mengikuti program-program pendidikan yang ditawarkan (seperti: ketrampilan hortikultura pendidikan kesejahteraan keluarga, dll). Di samping itu, kegiatan penyuluhan yang dirancang itu juga melakukan kerjasama dengan lembaga lembaga swasta yang bergerak di bidang pelayanan kegiatan pertanian. 3. Pengorganisasian dan cakupannya. Kegiatan penyuluhan pertanian, sepenuhnya diorganisasikan oleh Perguruan Tinggi (baik yang mencakup tenaga-tenaga penyuluh dan pembantu penyuluh di lapangan, penyuluh pertanian spesialis, maupun para administrator dan supervisornya), yang dikaitkan dengan pembinaan karir mereka baik di bidang: pendidikan, penelitian, rnaupun penyuluhan. Khusus tentang Penyuluh Pertanian Spesialis, Semuanya terdiri dari para staf pengajar yang jumlahnya sekitar 20-100% dan staf pengajar yang ada di Perguruan Tinggi yang bersangkutan. 4. Pendekatan penyuluhan yang diterapkan. Dalam model pendekatan penyuluhan dilaksanakan dengan menggunakan media (media-masa maupun interpersonal) secara selektif gantung pada program pendidikan yang dirancang maupun tingkat pengetahuan para pesertanya. Karena itu, pendekatan yang diterapkan lebih bersifat bottom-up dibanding top-down. 5. Peran Penyuluh. Pada model inl, peran penyuluh adalah untuk menyebar-luaskan informasi dan meyakinkan bahwa Info yang disampaikan itu mampu membantu mereka untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapnya. Di dalam praktek kegiatan penyuluhan juga dapat memainkan perannya untuk mengkoordinasikan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan yang diperlukan. Penyuluhan tidak sekedar menyampaikan informasi kepada masyarakat (sasarannya) tetapi juga memberikan umpan-balik kepada perusahaan-perusahan (produsen sarana produksl) dan bersama-sama mereka mencari pemecahan masalahnya; atau merancang pengembangan lembaga-lembaga pelayanan yang dibutuhkan baik bagi masyarakat maupun bagi lembaga-lembaga (pemerlntah dan swasta) yang memerlukan. Penyunting: Yulia Tri S Email: yulia.trisedyowati@yahoo.co.id Sumber: Buku Penyuluhan Pembangunan Pertanian, acuan untuk Pelajar, Mahasiswa, Dosen, Penyuluh, Pekerkja sosil, penentu kebijakan, dan peminat Ilmu /kegiatan Penyuluhan Pembangunan. Unversitas sebelas Maret.Surakarta.