Loading...

PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN TINGKAT DESA TAHUN 2022

PENYUSUNAN PROGRAMA PENYULUHAN PERTANIAN TINGKAT DESA  TAHUN 2022
Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tingkat Desa Tahun 2022 dilaksanakan pada hari Senin tanggal 1 Februari 2021 di mulai jam 09.30 – 13.30 WIB dan bertempat di Balai Desa Banjarejo Kecamatan Sumberrejo yang di hadiri oleh 30 orang yang terdiri dari PPL, POPT, Kepala Desa, Perangkat Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, Pengurus Gapoktan dan Pengurus Kelompok Tani. Desa Banjarejo merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Sumberrejo yang mempunyai luas lahan 223 Ha, yang berpotensi untuk tanaman padi, palawija, Tembakau dan sebagian kecil ada tanaman bawang merah dan Melon. Penyusunan Programa penyuluhan pertanian tingkat desa bertujuan untuk menggali potensi-potensi yang ada di desa, permasalahan yg ada di desa yang berhubungan dengan pertanian. Dengan demikian maka akan muncul suatu gagasan, rencana dan pedoman untuk penyuluhan pertanian yang diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian, SDM (Pelaku usaha/petani) dan meningkatkan kesejahteraan petani. Agar kegiatan Penyuluhan Pertanian di Desa Banjarejo dapat berjalan efektif, efisiensi dan berhasil guna dalam merubah Pengetahuan, Ketrampilan dan Sikap (PKS) petani dalam berusaha tani yang lebih baik serta pembangunan pertanian sesuai dengan kebutuhan petani maka perlu adanya Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) Pelaksanaan Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian Tingkat Desa Tahun 2022 di Desa Banjarejo di pandu oleh Tim BPP Sumberrejo yang terdiri dari korluh Pertanian dan PPL se Kecamatan Sumberrejo. Dalam Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian ini untuk Identifikasi Potensi Wilayah menggunakan sistim PRA (Participatory Rurel Appraisal) yang artinya Penilaian Perdesaan secara Partisipatif. Sehingga memungkinkan petani/ masyarakat desa untuk saling berbagi, meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka tentang kondisi dan kehidupan desa. Dari hasil Identifikasi muncul berbagai macam masalah antara lain: Air untuk budidaya tanaman padi belum tercukupi karena desa banjarejo adalah merupakan salah satu desa yang sistim pengairannya tadah hujan Belum ada embung Belum ada yang melakukan sistim tanam jajar legowo Pemakaian Pupuk Organik Baru 30% Pemakaian benih berlabel masih mencapai 70% Belum mengenal pestisida Hayati/Alami Pengurus gapoktan dan pengurus kelompok masih baru semua Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas maka direncanakan dilakukan pelatihan-pelatihan , antara lain Pelatihan sistim jajar legowo bagi regu tanam Pelatihan pembuatan pupuk organik Pelatihan Pembuatan Pestisida Hayati / Alami Pembuatan embung Penguatan Kelembagaan Oleh : RIRIN SULISTIYANINGSIH, SP – Penyuluh Pertanian Kecamatan Sumberejo