Loading...

Peran Penyuluh Memperbaiki Budidaya Vanili Petani Tradisional

Peran Penyuluh Memperbaiki Budidaya Vanili Petani Tradisional
Peran Penyuluh Memperbaiki Budidaya Vanili Petani Tradisional Tanaman Vanili dikenal luas oleh masyarakat karena memiliki segudang manfaat. Industri makanan, pewangi dan obat-obatan menggunakan vanili. Mengutip data UN Comtrade, pada tahun 2017 nilai ekspor vanili mencapai US$ 90,58 juta. Budidaya vanili mengalami fase naik turun seiring dengan perkembangan harga. Komoditas perkebunan ini dibudidayakan di 25 propinsi. Bubuk vanili memiliki aroma harum, banyak produk pasca panen dalam bentuk kue dan roti menggunakannya. Kandungan yang dimiliki Vanili adalah serat, vitamin A, B, dan E serta mineral, selain itu vanili memiliki antioksidan yang tinggi. Harganya cukup mahal sehingga membuat petani tertarik membudidayakannya. Indonesia sebagai salah satu negara pengekspor vanili dunia mengalami perkembangan ekspor dari tahun ke tahun yang fluktuatif antara lain akibat adanya penanganan pascapanen dan pengelolaan budidaya yang kurang memadai. Oleh karena itu sudah sewajarnya jika tanaman ini dikembangkan dan diperhatikan secara intensif khususnya sistem pengolahan, budidaya dan penanganan pascapanennya. Dengan demikian, peningkatan produksi vanili untuk ekspor tidak hanya akan mencakup segi kuantitas, tetapi juga segi kualitasnya. Sehingga perkembangan ekspor vanili Indonesia tidak akan mengalami kecenderungan (trend) yang tidak menentu melainkan akan selalu meningkat. Permasalahan dalam meningkatkan produktivitas Vanili dan meningkatkan mutu harus dapat dipecahkan. Tujuannya adalah agar Indonesia dapat kembali menjadi negara penghasil Vanili terbesar di dunia. Apabila itu terjadi maka dampak langsung yang dirasakan petani Vanili adanya peningkatan keuntungan. Pertambahan keuntungan yang konstan dan terkelola dengan baik memberikan implikasi pada peningkatan kesejahteraan petani Vanili. Upaya memecahkan masalah membutuhkan keterlibatan pelaku usaha, intitusi, kebijakan dan petugas yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Salah satu petugas yang ada di Kementerian Pertanian yang memiliki tugas menyampaikan inovasi teknologi pertanian kepada masyarakat adalah penyuluh pertanian. Penyuluh memiliki peran dalam mengubah perilaku petani dalam berusaha tani sehingga usahatani yang dilakukan menjadi lebih efektif dan efisien. Semakin tinggi cara kerja petani dalam melaksanakan budidaya serta efisien cara maupun biaya yang digunakan akan memberikan hasil yang jauh lebih tinggi serta keuntungannya. Penyuluh pertanian memiliki tugas dan fungsi yang cukup besar untuk dapat meningkatkan kesejahteraan petani pada umumnya. Kemampuan petani yang terbatas sehingga menyebabkan hidup dalam tingkat kesejahteraan yang rendah. Kemampuan petani yang terdiri atas pengetahuan, sikap dan keterampilan perlu ditingkatkan. Disinilah tugas penyuluh pertanian dalam membina petani dalam wilayah binaan untuk dapat berusaha tani yang lebih baik sehingga mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Untuk menghasilkan petani yang unggul dibutuhkan penyuluh-penyuluh pertanian handal. Penyuluh diharapkan mampu menggerakkan petani sehingga terjadi pemanfaatan teknologi secara maksimal oleh petani. Inovasi teknologi bertujuan agar petani dapat melaksanakan budidaya secara lebih efektif dan efisien sehingga terdapat nilai tambah bagi petani. Pertambahan nilai tambah yang dihasilkan akan meningkatkan daya saing suatu komoditas pertanian. Beberapa faktor penyebab rendahnya mutu atau kualitas inovasi teknologi dapat disebabkan antara lain: (a) inovasi yang tidak sampai ke petani; (b) inovasi tidak sesuai dengan kebutuhan petani; (c) inovasi belum dipahami dan diyakini petani; (d) kesulitan memperoleh sarana produksi anjuran; dan (e) keterbatasan modal petani. Untuk itu dibutuhkan upaya penderasan hilirisasi inovasi teknologi yang dilakukan oleh para penyuluh. Guna mendukung pelaksanaan tugasnya penyuluh perlu dibekali berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan. Adapun Penyuluh melakukan tugasnya kepada petani vanili seperti: (1) inventarisasi serta identifikasi teknologi spesifik lokasi; dan (2) melakukan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi. Dalam melaksanakan inventarisasi komoditas pertanian unggulan daerah harus melalui tahapan (1) identifikasi permasalahan komoditas unggulan; (2) penetapan kebutuhan teknologi spesifik lokasi; (3) pemilihan teknologi spesifik lokasi secara partisipatif. Kemampuan-kemampuan penyuluh tersebut digunakan dalam melaksanakan penyuluhan kepada petani Vanili agar petani merubah caranya dalam berusaha tani sehingga lebih efektif dan efisien. Dalam melakukan perubahan, peyuluh sedapat mungkin melakukan pertemuan rutin secara berkala dengan petani untuk membahas kebutuha teknologi Vanili spesifik lokasi yang mungkin dapat berbeda dari di luar wilayah binaanya. Petani diarahkan untuk dapat menyusun prioritas kebutuhan teknologi yang menjadi permasalahan dalam melaksanakan sistem usaha pertaniannya. Dalam diskusi kelompok tani, penyuluh membantu petani dalam menyusun pohon masalah yang dihadapi dalam melaksanakan budidaya dan menyusun tingkat keutamaan masalah yang harus diselesaikan. Penyusunan pohon masalah didahului dengan penyuluh mengajak petani untuk membuat: (1) rumusan masalah utama; (2) mengidentifikasi penyebab masalah; (3) merumuskan akibat dari masalah. Dengan cara ini diharapkan petani mampu memulai darimana akan memecahkan masalah usahatani yang dihadapinya. Penyuluh dalam diskusi kelompok bersama-sama petani juga diharapkan membantu petani dalam membuat indikator atau petunjuk dalam menentukan pemecahan prioritas masalah seperti: (1) peran terhadap peningkatan produktivitas; (2) peran terhadap peningkatan mutu produk; (3) peran terhadap keamanan produk dikonsumsi; (4) peran terhadap efisiensi biaya produksi Semoga bermanfaat. Penyusun: Miskat Ramdhani, M. Si. Penyuluh BBP2TP