Loading...

Peran Penyuluh Pertanian Dalam Rangka Pemanfaatan Lahan Pekarangan Di Tengah Pandemi Covid 19

Peran Penyuluh Pertanian Dalam Rangka Pemanfaatan Lahan Pekarangan Di Tengah Pandemi Covid 19
Masa pandemi Covid-19 memaksa setiap orang agar tinggal di rumah dan banyak perusahaan swasta yang meliburkan bahkan memberhentikan para karyawannya demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19. Namun libur yang panjang membuat kita cukup bosan atau bahkan bisa stres, karena setiap hari hanya memanfaatkan kegiatan di rumah saja, tidak ada aktifitas yang lain, untuk bisa bepergian saja sudah susah, mall perbelanjaan tutup dan sektor pariwisata yang menjadi tempat refreshing diri dan keluarga juga ikut kena imbasnya. Kondisi ini juga dialami para penyuluh pertanian yang merupakan abdi negara dan sebagai garda terdepan dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian ditengah pandemi Virus Covid 19 ini para penyuluh pertanian juga harus mengikuti pola kerja dari rumah, yakni Work From Home sesuai dengan edaran dari pemerintah. Namun siapa sangka, ketika dengan pola kerja Work From Home, para penyuluh pertanian bisa memanfaatkan kegiatan lainnya, salah satu yang menjadi penting adalah bercocok tanam atau memanfaatkan pekarangan rumah untuk kegiatan sehari-hari selama Covid-19 belum reda. Kegiatan ini juga salah satu langka untuk mempertahankan kestabilan ketahanan pangan dalam kondisi covid 19 ini. Dimana ketahanan pangan ini bukan saja tentang kecukupan bahan pangan, namun juga menyangkut kemampuan memproduksi sendiri bahan pangan dengan memanfaatkan sumber daya lokal, sehingga menanam di masa Covid-19 memang solusi cerdas untuk mengatasi adanya krisis pangan yang mungkin dapat terjadi Selaras dengan program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, penyuluh pertanian diharapakn dapat menjadi contoh bagi petani binaan dan warga sekitar yang kedepannya diharapkan dapat dilakukan oleh semua masyarakat sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, serta pendapatannya, terlebih pada kondisi pandemi saat ini Sebagaimana yang diamanatkan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bahwa “Pertanian tidak boleh berhenti karena wabah Covid-19, dan semua insan pertanian harus terus bergerak untuk mengawal ketersediaan pangan.,” terutama ibu-ibu yang berusaha untuk mensiasati agar tetap produktif, walaupun di lakukan dirumah/dilahan pekarangan saja, dengan harapan bisa untuk menopang kebutuhan pangan rumah tangga, terutama kebutuhan pangan berupa sayur- mayur. Sedangkan komoditas yang diusahakan pada pertanian pekarangan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan rumah tangga, nilai guna, dan nilai ekonomi. Pemanfaatan lahan pekarangan juga bisa dilakukan dengan menggunakan barang bekas seperti pipa paralon bekas, kaleng bekas, bambu sebagai tempat media tanam ataun pengganti pot. Pertanian pekarangan memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai sumber bahan pangan tambahan (meningkatkan ketahanan pangan keluarga), sumber pendapatan keluarga, sumber oksigen, sumber keindahan (estetika), dan wahana kegiatan bagi kaum ibu. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi yang meminta kepada para Penyuluh Pertanian untuk tetap bekerja mendampingi para petani. “Penyuluh Pertanian harus aktif dan produktif mendampingi petani agar proses budidaya di lahan sampai masa panen berjalan dengan baik. Jangan sampai ada komoditas pangan yang tertahan”. Tiada yang tahu kapan pademi covid-19 ini berakhir. Berdasarkan estimasi pakar puncaknya Juni dan melandai pada Agustus hingga September. Namun hal tersebut masih menjadi tanda tanya yang besar, entah kapan berakhirnya. Namun kita harus tetap berpikir dan bertindak untuk terus meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan mengingat kemampuan pemerintah terutama pemerintah daerah tentu terbatas. Dengan demikian kita sebagai penyuluh pertanian harus berusaha membantu meningkatkan ketahanan pangan dengan berbagai cara seperti selalu melakukan kegiatan pendampingan yang konsisten sehingga hasilnya bisa bernilai tinggi baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang sudah terpuruk karena pademi covid-19 tersebut. Dampak yang diharapkan dari pengelolaan pekarangan ini adalah produk pertanian bisa sampai kepada konsumen tanpa perantara. Rumah tangga bisa memproduksi dan mengonsumsi sendiri produk pertanian, ini sangat efektif dan efisien. Kualitas hasil pertanian di pekarangan sendiri bisa dikendalikan dengan memerhatikan faktor kesehatan. Dengan demikian kesehatan masyarakat akan meningkat. Selain beberapa manfaat diatas, pemanfaatan lahan pekarangan di rumah masing-masing, juga bermanfaat bagi kesehatan, dimana kesehatan tetap terjaga, kondisi tubuh tetap sehat karena mengeluarkan keringat dan sambil berjemur ditengah pandemi ini, dengan menanam juga menyediakan udara bersih dan sehat di sekitar kita, dan termasuk bentuk sayangi bumi. Selanjutnya manfaat lain, juga mengajarkan kepada anak-anak sedini mungkin agar bisa belajar, belajar tanam dengan media tanam di sekitar rumah kita akan lebih murah dan mengasyikkan, apalagi di saat pandemi Covid-19 masih mewabah untuk bepergian pun sudah khawatir takut tertular, kesibukan seperti ini bisa menjauhkan dari pikiran negatif yang memicu stres, yang kerap saat muncul ketika libur di rumah dan harus mengisolasi kan diri, kondisi ini juga bisa membuat masyarakat merasa bosan dan bingung ihwal aktivitas apa yang akan dilakukan. Kalau manajemen stres tidak dikelola maka akan kontraproduktif bahkan menghasilkan kecemasan yang berlebihan sehingga menurunkan imunitas tubuh. Imbauan, dalam melaksanakan kegiatan ini selalu memakai masker dan menjaga jarak fisik (physical distancing) dalam interaksi langsung, jangan lupa mencuci tangan terutama setelah beraktivitas serta dengan mengurangi aktivitas di luar rumah mengharuskan masyarakat lebih sering berdiam diri di rumah dan tidak membuat kerumunan. Ditulis Oleh : Isman Suryadi, S.P., M.P., Penyuluh Pertanian Madya UPTD Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bengkulu