Loading...

PERAN PETANI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

PERAN PETANI DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN
Petani sebagai pelaku utama dalam pembangunan pertanian memiliki berbagai peran strategis yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian itu sendiri. Beberapa perannya tersebut diuraikan secara singkat di bawah ini: 1. Sebagai kontaktani Penyuluhan pertanian di Indonesia melayani lebih dari 26 juta keluarga tani, sehingga tidak memungkinkan bagi penyuluh pertanian untuk melakukan penyuluhan dengan pendekatan individual. Akibatnya, diterapkan pendekatan kelompok sebagai metode dasar dalam pelaksanaan penyuluhan. Kelompoktani (poktan) secara prinsip dibentuk oleh petani sendiri; adapun peran penyuluh pertanian dalam pembentukan ini hanyalah menstimulasi gagasan dan memotivasi kebutuhan (manfaat) berkelompok. Kelompoktani biasanya beranggotakan 20 - 50 orang petani, dan ketua poktan yang dipilih oleh anggota-anggota poktan disebut kontaktani. Kontaktani berperan sebagai komunikator antara penyuluh pertanian dengan anggota poktan dan petani lain dalam masyarakat. Dewasa ini terdapat 307.309 poktan dan 37.013 gabungan kelompoktani yang beranggotakan poktan-poktan. 2. Wirausahawan Agribisnis Sebagian petani memproduksi dan menjual hasil pertanian dalam bentuk segar; sebagian memproduksi dan menjual pupuk organik, benih atau sarana produksi lainnya; sebagian melakukan usaha penanganan dan pengangkutan hasil pertanian; sebagian fokus pada pengolahan hasil; sementara sebagian lagi menangani keseluruhan rantai agiribisnis, dari hulu sampai hilir. Mengingat petani merupakan pemilik sekaligus pengelola usahataninya, maka agar dapat mengelola usaha agribisnisnya secara menguntungkan dan berkelanjutan, mereka memutuskan sendiri beberapa hal, antara lain: sarana produksi dan teknologi yang akan digunakan, biaya yang diperlukan, spesifikasi dan harga produk, serta besar keuntungan yang akan diambil. 3. Pemandu/Pelatih/Fasilitator Petani Kontaktani dan petani maju biasanya membantu penyuluh pertanian dalam memfasilitasi proses pembelajaran bagi anggota poktan dan petani lain dalam masyarakat. Mereka berperan sebagai pemandu/pelatih/fasilitator dalam kegiatan penyuluhan pertanian, misalnya dalam kegiatan sekolah lapang dan magang petani. Pendekatan penyuluhan "dari petani untuk petani" ditemukan efektif dalam penyebarluasan teknologi diantara petani. 4. Penyuluh Swadaya Diantara petani terdapat beberapa orang yang dinilai lebih maju daripada yang lain dan memiliki kemauan untuk membagi pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya kepada petani lain di sekitarnya. Mereka antara lain, yaitu kontaktani, petani pemandu Sekolah Lapang Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (SL-PHT), pelatih pada pusat pelatihan bagi petani, alumni magang Jepang, dan lain-lain. Mereka mendedikasikan dirinya untuk memberdayakan rekan-rekannya sesama petani dengan membimbing mereka dalam aspek teknis agribisnis. Sebagai penyuluh swadaya, mereka bekerja bahu membahu dengan penyuluh pertanian PNS sebagai mitra kerja. 5. Manajer Pusat Pelatihan Petani Kelembagaan non pemerintah selama ini juga berperanserta dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian di desa-desa. Sebagai contoh, pada banyak desa, pusat pelatihan petani atau yang dikenal dengan sebutan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), aktif melaksanakan kegiatan magang bagi petani. Kegiatan magang petani ini difasilitasi oleh petani yang sukses dan berpengalaman dengan menggunakan usahatani yang dikelolanya sebagai sarana pembelajaran nyata di lapangan. Dewasa ini terdapat kurang lebih 1.011 P4S di seluruh Indonesia. 6. Agen Perubahan Ditinjau dari responnya dalam proses adopsi teknologi, terdapat petani yang termasuk katagori sebagai pembaharu (innovator), pengadopsi awal (early adopter) dan mayoritas awal (early majority). Dengan responnya yang positif dan tanggap terhadap perubahan atau pembaharuan, mereka memainkan peran penting dalam menyebarluaskan teknologi tepat guna dikalangan petani dan masyarakat di sekitarnya. Penerapan teknologi tepat guna secara meluas ini terbukti berhasil memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas usahatani dan pendapatan petani. Pemerintah dan penyuluh pertanian sangat tergantung kepada kontribusi petani pembaharu, pengadopsi awal dan mayoritas awal sebagai agen perubahan. Agustus 2013, Diana Prasastyawati Sumber: Anonim. 2001. Penyuluhan Pertanian. Jakarta: Yayasan Pengembangan Sinar Tani