Loading...

Peran Silikat Pada Tanaman Padi

Peran Silikat  Pada Tanaman Padi
Silika, Silikat, atau Silikon (Si) merupakan unsur hara yang memberi banyak manfaat bagi tanaman padi, juga tanaman akumulator Silika lainnya seperti jagung dan tebu. Peran Hara Si bagi tanaman dapat menstimulasi fotosintesis dan translokasi karbon dioksida (CO2). Unsur silikat terdapat pada tanaman padi terutama pada bagian daun, batang, dan gabah.Manfaat Unsur SilikatManfaat unsur Si pada tanaman padi antara lain yaitu ; (1) bentuk daun menjadi kuat dan tegak (tidak terkulai) sehingga daun efektif menangkap radiasi surya, dan efesien dalam penggunaan unsur hara N yang menentukan tinggi/rendahnya hasil tanaman, (2) daun tanaman yang memiliki lapisan silikat yangh cukup baik, menjadikan tanaman lebih tahan terhadap serangan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh fungi maupun bakteri, seperti blas, HDB, (3) batang tanaman menjadi lebih kuat dan kekar, sehingga lebih tahan terhadap serangan penggerek batang, wereng coklat, dan tanaman tidak mudah rebah, (4) perakaran tanaman lebih kuat, dan menaikkan kemampuan akar mengoksidasi lingkungan, sehingga pada lahan yang banyak mengandung unsur besinya (Fe2+). (5) dapat meningkatkan jumlah bulir gabah permalai dan bobot gabah isi perumpun. Penelitian membuktikan bahwa pemberian silikat yang cukup, dapat menekan serangan hama penggerek batang, wereng coklat, wereng hijau, dan hama punggung putih. Larva hama yang memaakan tanaman yang mengandung SiO2 kadar tinggi mengakibatkan alat mulutnya aus.Gejala Kahat SilikatKahat Si pada daun, batang tanaman, dan gabah, apabila kurang terlindungi oleh lapisan silikat yang kuat, akibatnya : (1) daun tanaman lemah terkulai, tidak dapat efektif menagkap sinar matahari, sehingga produktivitas rendah/tidak optimal, (2) tanaman peka kekeringan, karena penguapan air dari daun batang dipercepat, sehingga tanaman mudah layu, (3) daun dan batang menjadi peka terhadap serangan hama dan penyakit, (4) tanaman mudah rebah, (5) kulatis gabah berkurang, karena mudah terserang hama dan penyakit. Menurut Husnainin, unsur hara Silika untuk tanaman padi dapat diperoleh dari sumber bahan organik :• Jerami, mengandung SiO2 hingga 20% atau lebih dan merupakan sumber utama Si yang mudah tersedia. Aplikasi jerami ke dalam tanah sawah meningkatkan kandungan Si tersedia menjadi dua kali lipat dibanding tanpa jerami.• Sekam padi, mengandung 20% SiO2 sehingga merupakan salah satu sumber Silika yang potensial. Abu sekam padi merupakan sumber unsur Silika yang lebih baik dibandingkan dengan sekam. Namun, abu sekam padi yang dapat menjadi sumber Silika adalah yang dibakar pada suhu rendah dan waktu pembakaran yang lama. Pembakaran sekam padi pada suhu tinggi akan mengubah bentuk Silika dalam tanaman menjadi kristal kristobalit yang sulit tersedia bagi tanaman.• Kompos, merupakan sumber unsur hara termasuk Silika karena mengandung sisa-sisa tanaman yang mengandung Si. Kompos jerami merupakan sumber utama Silika yang mengandung kurang lebih 20% SiO2.• Phytolith atau disebut pula biogenic Si. Unsur hara Silika dalam larutan tanah yang diserap tanaman langsung ditranslokasi ke bagian-bagian tanaman yang membutuhkan dan mengakumulasi Silika, yang selanjutnya akan menumpuk pada bagian tersebut sampai tanaman mati. Setelah tanaman mati, bagian tanaman tersebut akan kembali ke dalam tanah sebagai sumber stok Silika.Mempopulerkan kembali penggunaan pupuk silika pada tanaman padi saat ini sangat tepat, seiring dengan kebijakan pemerintah saat ini meningkatkan produksi padi nasional. Memanfaatkan lahan-lahan suboptimal, lahan endemik serangan hama dan penyakit, serta lahan optimal dengan sistem usahatani intensip, penggunaan pupuk N dosisi tinggi. Lahan-lahan tersebut memerlukan tambahan silikat. Dalam upaya perluasan tanaman padi, lahan-lahan suboptimal, seperti lahan kering, lahan sawah tadah hujan, lahan rawa pasang surut, termasuk lahan gambut dengan berbagai kendala biotik (hama dasn penyakit) dan abiotik (kekeringan dan kesuburan rendah) akan turut dimanfaatkan guna mencukupi kebutuhan produksi padi nasional. Pada lahan-lahan seperti ini tanaman padi memiliki kandungan silikat yang cukup, agar tanaman terlindung dari serangan hama dan penyakit, serta pertumbuhan tanaman yang tegar. Demikian halnya pada lahan-lahan sawah beririgasi, daerah yang endemik serangan hama dan penyakit, penggunaan pupuk N dosis tinggi kadangkala terjadi ledakan serangan hama dan penyakit yang berakibat menurunnya hasil. Pada umumnya pada lahan-lahan sawah beririgasi teknis dan air selalu tersedia sepanjang tahun, maka petani berupaya untuk menanam padi terus menerus secara intensip dengan penggunaan pupuk N dosis tinggi. Hal ini akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman padi, yaitu melemahnya jaringan tanaman (succulent), sehingga tanaman akan lebih peka terhadap serangan hama dan penyakit. Dengan demikian akan berakibat pada penurunan tingkat produktivitas, penurunan pendapatan, kerugian dan ketidak-pastian produksi. Kejadian ini dikhawatirkan akan semakin luas dan semakin parah apa bila tidak ada upaya perbaikan dalam sistim produksi padi. Salah satu saran perbaikan produksi tanaman padi adalah mengangkat kembali peran dan penggunaan silikat pada tanaman padi guna meningkatkan produktivitas dan menjaga kesetabilan hasil yang sudah tinggi.Batas kritis kaandungan Si pada daun tanaman padi adalah Secara umum pemberian silikat dapat memperbaiki sifat fisiologi dan ketahanan tanaman terhadap serangan hama, penyakit, dan terhadap kerebahan. Pengaruh paling pemberian silikat paling nyata bila diberikan pada stadia generatif atau saat perpanjangan bunga (Takahashi 1995).Ruslia AtmajaSumber : Bbpadi-Badanlitbang Pertanian, dan sumber lainnya