Loading...

PERAN SINAR MATAHARI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN

PERAN SINAR MATAHARI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI  DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN
Pada umumnya tanaman dengan varietas yang berumur panjang mengalami proses fotosintesa lebih lama sehingga produktivitasnya lebih tinggi. Produktivitas tanaman menjadi lebih tinggi dengan penyinaran matahari melebihi 16 jam perhari. Di Indonesia penyinaran matahari hanya 12 jam dengan varietas umur pendek sehingga juga mendapat penyinaran matahari pendek. Lebih dari 2.5 juta hektar tanaman dilahan irigasi teknis menyalahi hukum alam dan mengalami kesalahan fatal yang akhirnya tidak menguntungkan terhadap produktivitas tanaman . Kualitas gabah yang buruk, berkecambah sangat tinggi , kehilangan hasil 20 % dengan harga jual di bawah HPP.Tingginya target tanam yang didorong dengan laporan LTT setiap hari yang diamanatkan oleh pemerintah ternyata membawa dampak pada produktivitas tanaman petani. Pada musim tanam padi Oktober dan November dan panen di saat musim hujan dimana pada bulan-bulan itu sinar matahari sedang tidak ada.Berikut ini gambaran yang terjadi pada perkembangan dan pertumbuhan tnaman padi yang ditanam pada bulan Oktober-November dan panen pada musim hujan (Januari –Februari)1. Pada tahap awal tampak rumpun padi hijau dan subur2. Tahap berikutnya tumbuh rumpun vegetatif, rumpun generatif sedikit3. Rumpun padi yang bermalai tidak banyak, malai yang keluar pendek dan bunga sedikit4. Penyerbukan saat hujan apalagi banyak angin menjadi banyak gagal, gabah menjadi hampa dan berguguran5. Tanaman rimbun, musim hujan mengurangi sinar matahari, udara menjadi lembab menyebabkan banyak hama penyakit seperti tungro, wereng, ganjur dan blast6. Saat panen terjadi pada musim hujan (Januari-Februari), biaya panen menjadi mahal 10 % karena sulit mengeringkan, bisa memakan waktu lebih lama ( bisa 5-6 hari), gabah menjadi hitam dan berkecambah sehingga produksi menjadi sangat rendah bisa Cuma 3 ton/ haAkhirnya panen pada musim hujan membawa kerepotan pada petani ,kualitas gabah jelek sehingga menimbulkan kerugian pada petani (. (Penulis, Ir.Reita Roza , PP Nagari Buo Pada BPP Kec. Lintau Buo)