Loading...

Perangkap Walang Sangit Sebagai Indikator Pengendalian Hama Di Bpp Tanjung Palas

Perangkap Walang Sangit Sebagai Indikator Pengendalian Hama Di Bpp Tanjung Palas
Dari sekian banyak tanaman, walang sangit (Leptocorisa oratorius) sangat menyukai padi terutama pade fase generatif (pembungaan hingga pengisian bulir). Walang sangit betina dewasa menghasilkan telur dari 200 hingga 300 butir dengan lama stadia 7 hari. Telur yang menetas dan menjadi nimfa akan bergerak ke malai untuk mencari bulir padi yang sedang masak susu. Pada siang hari yang panas nimfa (walang sangit muda) dan walang sangit dewasa tidak begitu aktif dan bersembunyi dibawah kanopi tanaman. Pada pagi hari pergerakan walang sangit aktif terbang dari rumpun ke rumpun, akan bergerak lebih jauh lagi terbangnya pada sore hingga malam hari. Walang sangit masih muda berwarna hijau kemudian berangsur-angsur berubah menjadi berwarna coklat ketika sudah dewasa. Sifat walang sangit yang menyukai bau busuk atau bau bangkai menjadi dasar dari pembuatan perangkap. Pengendalian hama walang sangit secara terpadu dapat menjadi salah satu pemecah masalah serangan hama walang sangit pada padi. Di Kecamatan Tanjung Palas yang berada di bawah wilayah kerja BPP Tanjung Palas, pengendalian hama walang sangit dilakukan dengan melakukan sanitasi, pemasangan perangkap dan dan pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan insektisida. Tujuan melakukan sanitasi disebabkan pada masa tidak ada pertanaman padi atau tanaman padi masih stadia vegetatif, dewasa walang sangit bertahan hidup/berlindung pada barbagai tanaman yang terdapat pada sekitar sawah. Setelah tanaman padi berbunga dewasa walang sangit pindah ke pertanaman padi dan berkembang biak satu generasi sebelum tanaman padi tersebut dipanen. Banyaknya generasi dalam satu hamparan pertanaman padi tergantung dari lamanya dan banyaknya interval tanam padi pada hamparan tersebut. Makin serempak tanam makin sedikit jumlah generasi perkembangan hama walang sangit. Dan tujuan dari pemasangan perangkap dimana Walang sangit tertarik oleh senyawa (bebauan) yang dikandung tanaman Lycopodium sp dan Ceratophylum sp. Atau bau busuk (Bau bangkai binatang) yang juga efektif untuk menarik hama walang sangit untuk dapat mengurangi populasi pada saat dipasang dan sebagai indikator untuk menghitung apakah walang sangit masih berada di ambang ekonomi atau tidak yaitu jika melebihi 6 ekor/meter persegi maka dapat dilakukan pengendalian dengan kimiawi dengan menyemprokan insekstisida yang berbahan aktif fipronil, metolkarb, propoksur, BPMC dan MIPC. Setelah dilakukan pengendalian dengan kimiawi maka populasi didalam perangkap yang dipasang akan terjadi penurunan dan terkadang walang sangit hilang tanpa melakukan ulangan penyemprotan dengan kimiawi. Berbagi pengalaman dari para penyuluh di BPP Tanjung Palas tips pemasangan perangkap dapat dilihat pada artikel cara pembuatan perangkap walang sangit di http://cybex.pertanian.go.id/artikel/84922/cara-membuat-perangkap-walang-sangit/ Disunting oleh : Admin BPP-Tanjung Palas (Wahyu Suryadini, S.Pt ; Yossa Harpadiyata, SP)