Unsur hara tanah merupakan salah satu faktor kunci untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Pada lahan yang ditanami tebu, pembatas pertumbuhan tanaman yang umum dijumpai adalah rendahnya kandungan unsur hara di dalam tanah terutama unsur hara makro N, P dan K. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu ditambahkan pupuk dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman tebu dan tingkat kesuburan tanah. Penetapan dosis pupuk berdasar uji tanah membutuhkan data status N, P, dan K tanah yang ditetapkan sebelum mulai tanam. Dengan diketahuinya status hara tanah, maka dapat dihitung jumlah pupuk yang dibutuhkan tanaman untuk mencapai produksi optimal. Salah satu alat uji yang bisa digunakan adalah Perangkat Uji Hara Tebu (PUHT) produksi Balai Penelitian Tanah Bogor Deskripsi Perangkat Uji Hara Tebu (PUHT) dibuat untuk penentuan status hara dan rekomendasi pemupukan N, P, K dan S pada tanaman tebu berdasarkan tingkat kecukupan hara tanaman secara cepat di lapangan. Prinsip kerja adalah mengukur kadar dalam tanaman tebu pada hara nitrogen (N), fosfor (P) berdasarkan pewarnaan, kalium (K) dan sulfur (S) berdasarkan pembentukan endapan. Satu paket PUHT terdiri dari : (a) satu set larutan pengekstrak/pereaksi untuk penetapan N, P, K dan S, (b) peralatan pendukung, (c) bagan warna N, P dan tabel K, S, (d) buku petunjuk penggunaan, serta (e) kemasan tas. Satu kemasan PUHT dapat digunakan untuk analisis contoh pupuk sebanyak ± 50 sampel. Jika dirawat dan ditutup dengan rapat segera setelah dipergunakan maka masa kadaluarsa bahan kimia yang ada dalam PUP ini adalah sekitar 1 tahun. Cara Penggunaan Cara penggunaan PUHT adalah sebagai berikut:1) Pilih daun dari tanaman tebu yang berumur 2 – 3 bulan, 2) Ambil contoh daun ke-3 dari pucuk yang telah lebih dari setengahnya membuka. Daun ke-3 adalah daun yang telah membuka sempuma dan terkena matahari langsung, 3) Ambil contoh daun tebu dengan menggunakan alat pelubang pada pelepah daun ke tiga sebanyak 10 bundaran untuk setiap penetapan hara, 4) Ukur kadar hara N, P, K dan S dalam daun tebu dengan PUHT secara lengkap seperti disajikan dalam Buku Petunjuk Penggunaan PUHT. Secara garis besar urutan penetapannya sebagai berikut: a) Contoh daun dimasukkan ke dalam 4 tabung reaksi masing-masing 10 bundaran. Pengekstrak ditambahkan sesuai hara yang akan di uji dan dikocok hingga getah daun terlarut, b) Pereaksi ditambahkan sesuai dengan urutannya dan dibiarkan selama waktu tertentu hingga timbul warna/endapan, c) Pada uji N dan P warna yang muncul pada larutan dibandingkan dengan bagan warna yang disediakan. Sedangkan uji K dan S dalam larutan yang memberikan endapan dibandingkan dengan menggunakan table, d) Kadar hara N, P, K dan S hasil pengukuran digunakan untuk mendapatkan rekomendasi pemupukan N, P, K dan S sesuai tabel rekomendasi yang disediakan dalam buku petunjuk penggunaan PUHT. Untuk lebih jelasnya penggunaan PUHT dan cara memperolehnya bisa dihubungi Kelompok Peneliti Kimia dan Kesuburan Tanah Balai Penelitian Tanah Jl. Ir. H. Juanda 98, Bogor 16123 Tel. 0251-8321608, 8336757; Fax. 0251-321608 E-mail : soil-fertility@indo.net.id; balittanah@litbang.deptan.go.id www.balittanah.litbang.go.id. Sumber. Balittanah Bogor, 2019 (bgn)