Manajemen pakan merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan unggas. Jenis pakan, jumlah pakan yang diberikan serta waktu pemberian pakan berbeda-beda disesuaikan dengan jenis unggas. Kebutuhan pakan ayam, itik, atau kalkun pedaging, disesuaikan menurut umur ayam, yang perlu diatur sejak awal pemeliharaan. Pembatasan pemberian pakan unggas perlu dilakukan dengan cermat untuk mengurangi permasalahan yang terkait dengan kesehatan tulang. Pemberian pakan yang berkualitas dan jumlah sesuai kebutuhan agar dapat meningkatkan aktivitas, meningkatkan kelangsungan hidup, meningkatkan kesuburan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan produksi telur, dan meningkatkan daya tahan terhadap serangan penyakit. Hasil penelitian hingga saat ini menunjukkan bahwa kesejahteraan ternak lebih baik jika asupan pakan dibatasi.Pakan Itik yang dibeli dari pabrik, dibedakan atas tiga jenis pakan untuk masing-masing fase pertumbuhan. Fase starter diperuntukan bagi itik berumur 0-8 minggu, fase grower untuk umur 8-18 minggu dan fase layer umur 18-27 minggu. Pakan fase starter setidaknya memiliki kandungan protein 20-22%, fase grower 17-19% dan fase layer 15-17%.Penempatan tempat pakan pada kandang ayam harus mudah dijangkau oleh unggas. Tempat pakan dan tempat minum untuk anak ayam yang berumur kurang dari 2 minggu banyak tersedia dipasaran. Tempat pakan yang berbentuk seperti nampan dengan diameter 35 cm, dapat menampung sekitar 75-100 ekor. Tempat minum anak ayam yang kecil dapat menampung 50-75 ekor (Zumrotun, 2012).Kandang untuk ayam yang dipelihara secara koloni, dapat dilengkapi dengan tempat pasokan pakan mekanik yang berjalan melingkar atau linier, dan dapat ditempatkan di dalam atau di luar kandang.Penempatan tempat pakan unggas disesuaikan dengan jenis kandang, bisa diletakkan dilantai maupun digantung. Jika digantung maka tingginya disesuaikan dengan umur ayam, kurang lebih setinggi punggung ayam. Jika memungkinkan tempat pakan antara ayam jantan dan ayam betina terpisah karena ayam jantan lebih agresif dibandingkan ayam betina sehingga dikhawatirkan betina tidak memperoleh pakan dengan jumlah yang cukup.Tempat minum bisa dirancang yang otomatis atau yang manual. Jumlah tempat minum harus memadai disesuaikan dengan jumlah unggas di dalam kandang. Jika tempat minum perlu digantung maka ketinggian tempat minum perlu disesuaikan dengan umur unggas agar dapat dijangkau kurang lebih setinggi punggung unggas. Pembersihan tempat minum perlu dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan unggas.Unggas harus memiliki akses air minum yang bersih secara terus menerus. Namun demikian ada juga yang membatasi suplai air minum, karena dapat meyebabkan alas kandang terlalu basah yang dapat mengganggu kesehatan ayam. Kebanyakan tempat minum untuk unggas konvensional dapat juga digunakan untuk itik, kecuali untuk tempat minum yang diameternya lebih kecil dari lebar paruh itik. Itik dapat tumbuh dengan baik, demikian juga pertumbuhan bulu dan juga dapat bereproduksi secara normal, meskipun tidak tersedia air untuk berenang atau berendam. Namun demikian jika disediakan air untuk berenang dan berendam berat badan kemungkinan akan sedikit meningkat selama musim panas. Jika itik disediakan air untuk berenang, maka itik juga harus memiliki akses ke tempatyang bersih dan kering. Jika tidak, itik tidak dapat mempertahankan keindahan dan kebersihan bulunya. Pemeliharaan ayam pedaging dapat dalam kelompok besar mulai dari beberapa ratus hingga ribuan, dan tidak akan mempengaruhi tingkah laku selama tersedia pakan dan minum yang cukup dan kepadatan yang wajar.Bagi burung atau ayam yang dipelihara didalam sangkar atau kandang baterai, persaingan untuk memperoleh pakan dan air tidak ada. Namun demikian secara individual sangkar unggas harus memiliki akses ke tempat pakan dan minum kecuali selama periode pembatasan pakan untuk ayam pedagingKalkun rentan terhadap agresi yang berlebihan, sehingga diperlukan pemangkasan paruh lebih awal, agar dapat mengurangi kemungkinan cedera dari pertarungan antar kalkun jantan. Kalkun jantan dipelihara terpisah dari kalkun betina, terutama bila reproduksi menggunakan inseminasi buatan agar dihasilkan semen yang subur sehingga dapat dihasilkan telur yang fertil.Bila dikandangkan secara individual itik sebaiknya dikurung berdekatan satu sama lain dan dapat saling bersentuhan. Pada awal pemeliharaan itik Peking rasio antara pejantan dan betina tidak melebihi 1:5, karena itik Peking betina mempunyai tingkat kematian lebih tinggi di banding itik Peking jantan. (Suwarna- Pusluhtan,BPPSDMP) Sumber : Puslitbangnak, 2016, Penggunaan dan Perawatan Hewan Coba Unggas dalam Penelitian. Bogor.