Tanaman petai mempunyai sistem penyerbukan terbuka, sehingga terdapat peluang adanya keragaman varietas petai. Pada perbanyakan benih petai ditentukan oleh tujuan penggunaannya. Benih petai dari biji (secara generatif) dapat digunakan untuk tujuan konservasi lahan, sehingga ketepatan varietas bukan menjadi hal utama pada perbanyakan benihnya. Perbanyakan benih secara generatif relatif lebih cepat dibandingkan dengan perbanyakan benih secara vegetatif. Perbanyakanbenih petai untuk tujuan budidaya komersial digunakan perbanyakan benih secara vegetatif (grafting atau okulasi). Hal tersebut karena pada budidaya komersial petai, mutlak diperlukan ketepatan varietas yang akan dibudidayakan. Petai memang telah banyak dibudidayakan, namun petai banyak diperoleh dari hutan-hutan sebagai tanaman liar. Konversi hutan menjadi lahan perkebunan (khususnya di pulau Sumatera), industri dan peruntukan lainnya dapat mengancam keanekaragaman petai (Zulhendraet al., 2016). Berdasarkan hal-hal tersebut maka pengembangan petai penting untuk dilakukan. Pada pengembangan petai, perbenihan merupakan langkah awal yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya. Benih petai merupakan kebutuhan awal dari budidaya, karena kebutuhan benih petai sangat menentukan produktifitas dan kualitas hasil buah yang akan dipanen, sehingga ketersediaan benih dan ketepatan varietas (True to type) menjadi hal yang sangat penting. Ketepatan varietas berkaitan dengan identifikasi tanaman sebelum dilakukan perbanyakan dan penyediaan benih petai. Pada perbanyakan benih secara generatif dengan biji, meskipun ketepatan varietas bukan menjadi hal mutlak, namun pemilihan biji berkualitas dapat ditentukan dengan mengamati karakter unggul petai. Karakter unggul biji petai diantaranya panjang papan, jumlah biji dalam satu papan, dan bobot biji. Pemilihan populasi biji calon benih petai (populasi terseleksi) ditentukan dari rerata kemiripan sifat unggul biji-biji petai tersebut. TEKNIK PRODUKSI BENIH SEBAR PETAI DARI BIJI (GENERATIF) a. Penyediaan media persemaian/media tanam Pada perbanyakan benih sebar ini media persemaian sekaligus merupakan media penanaman. Penyemaian/penanaman dilakukan langsung pada polibag dengan media tanah dan pupuk kandang (1:1). Persyaratan- Tanah yang digunakan merupakan tanah top soil- Polibagyang digunakan berukuran20x30 cm.- Pupukkandang yang digunakan adalah pupuk kandang masak dengan ciri-ciri : warna hitam, tidak berbau menyengat, kondisi pupuk kandang kering sampai lembab (tidakbasah). Prosedur kerja - Tanah dan pupuk kandang diaduk rata dengan perbandingan 1 : 1.- Polibag-polibag diisi dengan media yang telah diaduk.- Polibag yang telah diisi media disusun di tempat pembimbitan dan lokasi pembibitan harus terkena sinar matahari.- Media disiram air sampai jenuh, media diusahakan dalam keadaan lembab.- Media siap digunakan. b. Pemilihan biji petai (calon benih sebar) Pemilihan biji petai menjadi biji petai terseleksi didasarkan pada keunggulan sifat utama petai, seperti: panjang papan, jumlah biji per papan, dan bobot biji. c. Prosesing dan penanaman biji - Biji petai terseleksi dikupas, dicuci dengan air yang mengalir, kemudian direndam dalam larutan fungisida dengan dosis 2-3 g/liter air selama 5-10 menit.- Setelah biji direndam dalam larutan fungisida, selanjutnya ditanam pada media tanah : pupuk kandang (1 : 1).- Penyiraman dilakukan secara merata dan teratur, dan disesuikan dengan kondisi kelembaban media.- Pada kondisi optimal, benih akan tumbuh 14 hari setelah tanam. Ditulis ulang oleh : Dalmadi BBP2TP BogorSumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet)Gambar : Raja Bibit Petai. Com