Bunga krisan merupakan tanaman hias yang cukup populer dan dikenal oleh masyarakat. Prospektif bunga krisan diminati masyarakat untuk dibudidaya di Indonesia karena variasi dan warna yang sangat banyak, dan nilai ekonomis yang baik dan prosfek bunga krisan sebagai bunga potong sangat cerah, karena mempunyai peluang pasar yang sangat potensial. Adapun potensial peluang pasar tersebut adalah Jerman, Inggris, Swiss, Italia, Austria, America Serikat, Swedia dsb. Permintaan bunga krisan ini cukup tinggi terutama pada hari-hari besar keagamaan, hari valentine, hari ibu, dan hari-hari besar nasional lainnya. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan, guna memenuhi kebutuhan baik didalam maupun diluar negeri agaknya tetap terbuka. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat, maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. Krisan merupakan tanaman hias yang cukup dikenal oleh masyarakat pecinta tanaman hias baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tanaman ini cukup populer dan sangat prospektif untuk dikembangkan di Indonesia. Keindahan bunga ini terletak pada variasi tipe dan warna yang sangat banyak, sehingga memudahkan konsumen menggunakan untuk berbagai keperluan. Usaha budidaya krisan telah berkembang di berbagai sentra produksi di Indonesia sebagai usaha yang menguntungkan bagi petani. Seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, usaha budidaya bunga krisan yang awalnya terkonsentrasi di Pulau Jawa, saat ini telah menyebar luas ke berbagai propinsi lain seperti: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, dan Sulawesi Utara. Budidaya krisan dilakukan oleh pelaku usaha berskala besar, menengah dan kecil dengan segmen pasar yang berbeda. Pelaku usaha berskala besar umumnya berorientasi pada usaha produksi untuk pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan internasional, sedang pelaku usaha menengah dan kecil mengakomodasi permintaan pasar domestik. Beberapa varietas baru bunga krisan yang banyak dibudidayakan di Indonesia antara lain Srirejeki, Sakuntala, Puspita Asri, Dewi Sartika, Dewi Ratih, Candra Kirana. Tanaman krisan yang akan dijadikan benih sebagai bunga potong yang bernilai ekonomi harus memenuhi beberapa syarat yakni: 1) bunganya berwarna indah, mulus, bersih, tidak bernoda; 2) bunga krtisan yang dihasilkan benar dapat bertahan lama setelah dipotong; 3) tangkai bunga mempunyai cukup panjang dan kuat; 4) bunga yang dipanen benar-benar tidak mudah rusak bila dilakukan pengepakan; 5) daun berwarna hijau dan segar; dan 6) bebas Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Pembibitan Persyaratan Bibit : Bibit diambil dari induk sehat, berkualitas prima, daya tumbuh tanaman kuat, bebas dari hama dan penyakit serta komersial di pasar. Penyiapan Bibit : Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan, setek pucuk dan kultur jaringan. Bibit asal anakan Bibit asal stek pucuk : Teknologi pembibitan menggunakan stek selain murah harganya juga mudah pengerjaannya, faktor keberhasilannya pun lebih tinggi dibanding melakukan pembibitan lainnya. selanjudnya tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat, diameter pangkal 3-5 mm, panjang 5 cm, mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang, potong pucuk tersebut, langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C, dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu, kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek. Bisa juga menggunakan pelepah/gedebok pisang yang masih segar untuk menutup benih tanaman krisan. Penyiapan bibit dengan kultur jaringan : Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet, stelisasi mata tunas dengan sublimat 0,04 % (HgCL) selama 10 menit, kemudian bilas dengan air suling steril. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. Teknik Penyemaian Bibit Penyemaian di bak : Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm, kedalaman 25 cm, panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Bak yang sudah siap diisi pasir/srang sekam bakar steril hingga cukup penuh atau (2/3 dari tinggi bak semai). Setek tanaman krisan sebelum ditanaman lakukan pengurangan daun 2-3 helai dengan menggunakan pisau/gunting yang steril, pembuangan daun tersebut bertujuan untuk menancapkan ke media tanaman pada batang tangkai stek tanaman krisan. Tanam setek pucuk tanaman krisan dengan kedalaman 1-2 cm (hingga terbenam 2 mata tunas daun yang telah dipotong) dan tata dengan jarak 3 cm x 3 cm, sebelum ditanamkan pada tangkai pangkal stek tanaman bunga krisan diberi/dicelupkan pada larutan Rotoon (ZPT), adapaun dosis disesuaikan dengan petunjuk pada labelnya. Setelah selesai menanam di bak semai kemudian ditata pada lahan/rak yang telah disediakan, kemudian pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan hingga tertutup rapat dan tidak terganggu oleh hama/penyakit bahkan hewan pengganggu. Penyemaian kultur jaringan : Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian berisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian : Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari, pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif, penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari, terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik, setelah bibir berukuran cukup besar, diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. Pemindahan Bibit : Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7,5-10 cm. Ditulis Oleh : Dalmadi BBP2TP (e-mail dmdl2011@yahoo.com) Suber bacaan : Berbagai Sumber dari Ditjen Korti & dan lainnya