Dalam hal perbanyakan secara generatif,perlu diperhatikan adalah berat biji calon bibit daripada ukuran besarnya biji.Hal ini dikarenakan sifat berat biji akan lebih baik dalam hal daya kecambah dan pertumbuhan selanjutnya. Berat benih dapat ditentukan dengan cara merendam biji ke dalam larutan gula (-+ 20%), biji yang tenggelam dapat digunakan untuk bibit. Persiapan. Benih atau biji yang akan disemaikan setidaknya telah mengalami penyimpanan paling sedikit 2-3 bulan dan paling lama 7-12 bulan, tergantung pada tempat penyimpanannya. Biji yang disimpan dalam karung daya kecambahnya masih cukup baik walaupun telah disimpan selama 6 bulan. Biji bakal benih hendaknya mempunyai berat jenis lebih besar dari 1, cara mengetahui adalah dengan merendam biji-biji tersebut dalam larutan gula 20%.Biji yang tenggelam adalah calon bakal benih yang baik. Penyemaian adalah sebagai berikut: 1) isi polybag dengan media tanam berupa tanah yang cukup gembur. Masukan biji mete lalu siram secukupnya dengan air. Untuk mengindari serangan hama (terutama rayap), di lubang tanam ditaburi pestisida (ex.Furadan); 2) Polybag persemaian diusahakan disimpan ditempat teduh dan dekat dengan sumber air Penanamanbibit. Saat penanaman bibit/benih yang ideal adalah pada saat awal musim hujan. Di Kabupaten Situbondo sekitar bulan Desember. Bibit yang akan dipindahtanamkan dari persemaian berumur sekita 5-6 bulan dari saat biji ditabur. Pada waktu pindah tanam tersebut,diusakan perakarannya tidak mengalami kerusakan. Jarak tanam bisa 8 X 8m, 9 X 9 m, 10 X 10m atau 5 X 5m (bila tidak ada rencana penanaman dengan tanaman sela) Setelah dilakukan penanaman, tanah disekitar bibit dipadatkan dan tidak boleh kering, karenanya perlu ditutup dengan serasah daun atau mulsa organik dan kalau memungkinkan disiram setiap pagi dan sore hari. Untuk mengurangi penguapan sebaiknya jumlah daun pada bibit tersebut dikurangi. PenanamanLangsung. Biji tanaman mete dapat langsung ditanam di areal kebun, dengan cara sebagai berikut: 1) dibuat lubang tanam dengan ukuran 50 X 50 X 50cm, kemudian masukkan tanah yang sudah tercampur dengan pupuk kandang yang sudah matang. Lalu masukkan biji mete sebanyak 2-3 biji / lubang tanam dengan jarak sekitar 10cm.Sebelumnya lubang tanam tersebut bisa ditaburi Furadan untuk mencegah serangan hama dan penyakit; 2)Jarak tanam antara lubang tanam bisa 8 X 8m, 9 X 9 m, 10 X 10m atau 5 X 5m (bila tidak ada rencana penanaman dengan tanaman sela); 3) Setelah dilakukan penanaman, tanah disekitar bibit dipadatkan dan tidak boleh kering, karenanya perlu ditutup dengan serasah daun atau mulsa organik dan kalau memungkinkan disiram setiap pagi dan sore hari. Pemeliharaan merupakan suatu tindakan budidaya yang sangat penting.Pemeliharaan ini bukan saja ditujukan pada tanaman tetapi juga pada tanahnya. Menjaga kesuburan tanah dengan pemupukan, penyiangan, penyulaman, pengairan, pemangkasan serta pengendalian hama-penyakit juga merupakan aspek budidaya yang perlu diperhatikan. Penyiangan. Pemeliharaan yang intensif dilakukan terutama pada tanamab berumur 2-3 tahun. Pada masa ini merupakan masa kritis pada tanaman, pertumbuhan yang baik pada fase ini setidaknya lebih menjamin pertumbuhan selanjutnya. Penyiangan tanaman dapat dilakukan secara mekanis dengan membersihkan semua tumbuhan-tumbuhan pengganggu disertai atau bersamaan pengolahan tanaman secara ringan. Pengalaman kami dalam pengelolaan kebun mente di BPT Situbondo, penyiangan gulma di sekitar pohon mete dapat merangsang dan memperbanyak jumlah bunga dan buah. Penyulaman. Penyulaman dilakukan apabila suatu (bibit) tanaman memang seharusnya diganti dengan (bibit) tanaman yang lebih sehat, sehingga populasinya per Ha tidak berkurang. Penyulaman masih bisa dilakukan pada tanaman berumur 2 - 3 tahun, pada tanaman yang lebih dari 3 tahun akan mengalami kemunduran pada pertumbuhannya. (Penulis: Nanik Anggoro P, SP /Penyuluh Pertanian Pertama BBP2TP; Sumber: Budidaya Jambu Mete, Badan Litbang )