Loading...

PERBANYAKAN TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN KEIKI

PERBANYAKAN TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN KEIKI
PERBANYAKAN TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN KEIKI (Oleh Roosje Kaparang, SP Penyuluh Pertanian Kota Manado) Anggrek adalah tanaman yang dinikmati karena keindahan bunganya yang mampu bertahan dalam waktu cukup lama. Bunga anggrek sangat eksotik dan dapat digunakan sebagai tanaman hias indoor atau outdoor bahkan untuk bunga potong. Budidaya bunga anggrek ini cukup mudah, asal dirawat dengan baik anggrek bisa tumbuh di berbagai iklim. Pengembangbiakannya bisa dilakukan dengan teknik perbanyakan tanaman menggunakan keiki. Keiki adalah anakan anggrek yang tumbuh liar di ujung umbi. Keiki ini berupa tunas yang muncul di ruas-ruas tanaman dewasa. Keiki atau tunas liar tersebut akan terbentuk jika media tanam tidak pernah diganti, sehingga akar tanaman banyak yang rusak. Terhambatnya pertumbuhan akar tanaman tersebut mengakibatkan pertumbuhan tunas yang seharusnya muncul pada pangkal batang pindah ke ruas tanaman. Jika tanaman rajin diganti media tumbuhnya, maka kemungkinan muncul keiki sangat kecil. Oleh karena itu, bila pembudidaya ingin melakukan perbanyakan anggrek dengan memanfaatkan keiki, maka media tanam anggrek tersebut tidak diganti. Keiki yang akan ditanam sebaiknya dicari yang berukuran panjang kurang lebih 20 cm serta sudah menghasilkan akar sebanyak 3-4 helai. Pemotongan dilakukan secara hati-hati, umbi induk harus ikut terangkat. Menyertakan umbi induk saat pemotongan bertujuan memberikan cadangan makanan pada keiki sebelum keiki mampu menyerap makanan sendiri, atau sampai terbentuknya akar. Keiki sebaiknya tidak langsung ditanam tetapi ditempelkan dulu di lempengan pakis sampai terjadi penambahan umbi. Jika umbi sudah terbentuk 2-3 buah, keiki siap dipindahkan ke pot. Anggrek perbanyakan menggunakan cara keiki masa berbunganya lebih lama dibandingkan menggunakan cara pemisahan rumpun. Perbanyakan anggrek dengan keiki ini hanya bisa dilakukan pada anggrek Dendrobium sp.