Loading...

PERBANYAKAN VEGETATIF CENGKEH SECARA CANGKOK

PERBANYAKAN VEGETATIF CENGKEH SECARA CANGKOK
Mencangkok adalah merupakan salah satu perbanyakan benih tanaman secara vegetatif agar diperoleh tanaman yang sifat-sifatnya sama dengan induknya. Berbeda dengan cara grafting, tanaman yang dihasilkan dengan cara cangkok tidak mempunyai akar tunggang namun pertumbuhannyalebih cepat dan lebih mudah serta tidak memerlukan waktu lama dalam pelaksanaannya. Pemilihan Pohon Induk Sebelum dilakukan pencangkokan dipilih terlebih dahulu pohon induk cengkeh unggul. Pohon induk dipilih dari jenis cengkeh Zanzibar atau Si Putih. Persyaratan pohon induk untuk cangkok sama dengan untuk entres. Pohon induk yang akan dicangkok dapat juga pohon-pohon cengkeh yang sudah langka atau tua namun potensi produksinya tinggi dengan tujuan untuk penyelamatan plasma nutfah. Tata Cara Mencangkok Tanaman Cengkeh Siapkan media tanam untuk cangkok berupa campuran tanah dari lapisan bagian atas (top soil) dengan pupuk kandang sapi atau kambing dengan perbandingan 1:1. Kemudian basahi dengan air agar lembab. Masukan media tanam cangkok tersebut pada kantong plastik bening ukuran 14 x 35 cm,kemudian bagian kantong plastik yang terbuka diikat. Pilih cabang cengkeh yang pertumbuhannya baik, sehat (bebas OPT), kuat dan sudah mengayu. Buat sayatan melingkar 10 cm dari pangkal cabang dengan menggunakan pisau yang tajam, panjang sayatan ± 5 cm. Kupas kulit kayu pada batang yang telah disayat sehingga bagian kayunya terlihat jelas. Buang lendir atau lapisan yang ada pada permukaan kayu dengan cara dikerok dengan menggunakan sisi pisau yang tidak tajam sampai kering. Oleskan perangsang akar dalam bentuk pasta pada keratan bagian atas tempat tumbuhnya akar cangkokan. Belah kantong plastik yang berisi media cangkok disalah satu sisinya, kemudianbatang cengkeh yang akan dicangkok dimasukkan ke belahan plastik tersebut, kemudian diikat dengan tali rafia. Batang yang akan dicangkok diberi media tanam dalam plastik, kemudian diikat dengan tali rafia. Kantong plastik yang berisi media tanam diberi lubang secukupnya agar air hujan atau air penyiraman dapat meresap masuk kedalam media cangkokan. Pada umur 5-6 bulan setelah cangkok (BSC) akar pada cangkokan sudah tumbuh banyak, kemudian pangkal batangnya dipotong dengan menggunakan gunting setek atau gergaji. Buka bungkus plastik pada cangkokan dan upayakan tanahnya tetap utuh (tidak pecah), kemudian ditanam pada polibag ukuran 25 x 30 cm yang berisi media tanam campuran tanah dan pupuk kandang sapi atau kambing dengan perbandingan 2:1. Buang sebagian ranting dan daun cangkokan untuk mengurangi penguapan, kemudian simpan ditempat teduh dan disiram setiap pagi. Pemeliharaan tanaman cangkokan yang dilakukan selama di pembibitan meliputi : penyiraman media tanam dengan larutan insektisida 5 ml/liter air (2 bulan sekali) untuk mencegah serangan rayap dan pemberian pupuk an-organik NPK (15:15:15) sebanyak 2 g/tanaman (3 bulan sekali). Benih cengkeh hasil cangkokan telah siap ditanam di lapang setelah berumur 12-24 BSC. Ditulis ulang oleh : Enrico S. BBBP2TP Sumber tulisan : Badan Litbang Pertanian