Tanaman cengkeh termasuk tanaman yang menghasilkan biji. Saat ini perbanyakan cengkeh umumnya dilakukan secara generatif dengan biji sehingga sering ditemukan dalam satu areal pertanaman cengkeh terdapat pohon-pohon yang berlainan produksi bunganya walaupun benihnya berasal dari satu pohon induk. Untuk memperoleh pertanaman cengkeh yang seragam dalam hal produksi bunganya, perlu dilakukan perbanyakan secara vegetatif. Perbanyakan vegetatif tanaman cengkeh dapat dilakukan melalui stek, kultur jaringan, grafting dan cangkok. Dari beberapa cara tersebut, perbanyakan tanaman dengan tingkat keberhasilan maksimal 85% adalah perbanyakan dengan cara grafting. Grafting merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan cara menyambungkan antara dua tanaman yang berbeda sedemikian rupa sehingga terjadi pertautan antara keduanya yang akan terus tumbuh membentuk tanaman baru. Kelebihan Teknik Grafting Perbanyakan tanaman cengkeh dapat dilakukan secara generatif dan vegetatif, dimana kedua perbanyakan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Perbanyakan tanaman secara generatif (dengan biji); lebih mudah dan cepat dilaksanakan, sifat tanaman yang dihasilkan belum tentu sama dengan induknya, karena biji yang dihasilkan diperoleh melalui proses penyerbukan silang, dan mulai berproduksi lebih lama. Sedangkan perbanyakan secara vegetatif dapat dipastikan menghasilkan tanaman yang mempunyai sifat sama dengan induknya, mulai berproduksi lebih cepat, namun memerlukan sedikit keahlian dan relatif lebih lama dalam pelaksanaannya. Khusus perbanyakan dengan teknik grafting memiliki keuntungan diantaranya; 1) Sistem perakan bagus, kuat dan dalam sehingga cengkeh sambung lebih tahan terhadap tekanan lingkungan terutama kekeringan dan tanah yang kurang subur, 2) Cengkeh sambung relatif lebih tahan terhadap serangan penyakit akar, 3) Perakaran yang dalam dan kokoh akan membuat tanaman bisa tumbuh lebih cepat dan umur berbunga menjadi lebih cepat, 4) Produktivitas akan lebih tinggi karena tanaman akan mempunyai percabangan yang lebih padat dan kompak, dan 5) Daya adaptasi terhadap lingkungan lebih luas sehingga bisa ditanam di dataran rendah yang relatif lebih kering. Teknik Grafting Sebelum perbanyakan tanaman cengkeh secara grafting, beberapa hal perlu dilakukan diantaranya; 1) Siapkan bibit cengkeh untuk batang atas, umur 3-4 bulan. Bibit cengkeh harus berasal dari pohon induk yang bagus, dari varietas terpilih, sebaiknya varietas Zanzibar, 2) Siapkan bibit banji (Syzigium syzigioides) untuk batang bawah, umur 1-2 bulan, 3) Tanam bibit banji sebagai batang bawah umur 1-2 bulan disamping bibit cengkeh umur 3-4 bulan. Penanaman harus berdekatan, jarak sekitar 2–3 cm, dan 4) Pelihara kedua bibit tersebut agar keduanya dapat tumbuh sehat dan seragam. Setelah persiapan selesai, berikut teknik grafting yang perlu diperhatikan diantaranya; 1) Bibit siap di grafting pada umur 6-7 bulan setelah ditanam (bibit cengkeh berumur 9–10 bulan sedang bibit banji berumur 7–8 bulan), sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan (bulan Sept/Okt), 2) Gunakan pisau grafting yang tajam (bisa memakai cutter), 3) Sayat batang bibit banji kira-kira 5 cm dari tanah, arah sayatan dari bawah dengan tebal sayatan separo besarnya batang, 4) Sayat sisi kanan dan kiri batang bibit cengkeh. Panjang sayatan kira-kira sama dengan diameter batang bibit banji, 5) Sisipkan batang bibit cengkeh yang telah disayat tepat diantara sayatan batang bibit banji, 6) Ikat dengan kuat dan rapi sehingga batang bibit cengkeh tidak bisa bergerak-gerak, 7) Ikat kembali penyambungan (grafting) yang telah jadi agar tidak mudah terlepas dan tetap menyatu, 8) Buka ikatan setelah 3-4 bulan untuk melihat apakah penyambungan (grafting) yang kita lakukan berhasil atau tidak, 9) Ikat kembali penyambungan (grafting) yang telah jadi agar tidak mudah terlepas dan tetap menyatu, 10) Pelihara bibit cengkeh sambung yang sudah jadi tersebut terutama dari kekeringan dan angin sehingga batang tetap menyatu. Cek ikatan penyambungan setiap 3–4 bulan dan bibit cengkeh sambung siap dipindah di lapangan setelah berumur minimal 1 tahun setelah di sambung, dan 11) Umur bibit sambung terbaik untuk dipindahkan ke lapangan adalah 2 tahun setelah disambung. Sumber: Ballitro, 2015 dan Berbagai Sumber (Bambang Gatut Nuryanto).