Loading...

Perendaman dan Seleksi Benih

Perendaman dan Seleksi Benih
Untuk menghasilkan bibit tanaman yang baik dan sehat secara pertumbuhan ataupun secara perkembangan perlu adanya perlakuan khusus untuk benih yang akan ditanam, hal ini berlaku juga dalam budidaya tanaman padi. Perlakuan benih sangat diperlukan dalam budidaya tanaman padi sebelum ditanam dikarenakan untuk memisahkan benih yang baik dan benih yang jelek, adapun langkah atau tahapan untuk perlakuan benih padi sebelum ditanam adalah sebagai berikut, 1. Memilih benih yang bersertifikat atau berlabelTahap yang sangat penting sebelum mengawali penanaman dalam budidaya apapun yakni memilih benih yang baik dari keturunan yang baik juga. untuk memilih benih blog sampulpertanian mengajurkan untuk memilih benih yang bersertifikat atau benih yang berlabel, dikarenakan dengan penggunaan beniih berlabel bisa meminimal kegagalan saat tanam 2. Seleksi BenihDalam perlakuan benih setelah memilih benih kemudian dilanjut dengan seleksi benih, seleksi benih yang baik menggunakan larutan garam agar bisa mengetahui kualitas benih yang bernas dan tidaknya, namun para petani biasa melakukan seleksi benih hanya dengan menggunaka air biasa untuk memisahkan benih yang baik dan yang jelek. cara memisahkan benh yang baik dan yang jelek dengan cara memisahkan benih yang tenggelam dan yang mengapung diatas air disaat dilakukan perendaman terhadap benih padi.3. Melakukan perendamanPerendaman benih dilakukan setelah benih selesai diseleksi, yang bertujuan untuk merangsang kecambah akar dengan cara perendaman, perendaman dianjurkan dengan ditambah fungisida dan ZPT agar mencegah benih penyakit dan bisa merangsang kecambah lebih cepat. perendaman biasanya dilakukan selama 12 jam4. Memeram benih padiSetelah langkah diatas dilakukan benih dilakukan pemeraman dangan tujuan merangsang benih agar berkecambah, memeram bisa dilakukan selama 24jam atau jika terlihat kecambah pemeraman disudahi, biasanya pemeraman benih dibungkus dengan karung dan biasanya pemeraman akan terasa hangat pada karung pemeraman benih tadi.5. Semai benih Setelah berkecambah pada benih dilakukan penyemaian atau dilakukan tebar benih padi dengan tujuan memudahkan untuk dilalukan penanaman nantinya. lama penyemaian yang dilakukan petani biasanya kisaran 10 hari sampai 20 hari, bahkan terkadang lama penyemaian bisa mencapai umur 30 hari sebelum ditanam.Seleksi Benih dengan Perendaman Air Garam Inilah alasan kenapa kita menggunakan Air Garam atau Air Laut untuk menyeleksi Benih Padi. Seperti yang kita laksanakan selama ini, bahwa untuk menanam benih padi - kita selalu terlebih dahulu merendam benih-benih padi kita tersebut ke dalam larutan air garam, dan membuang benih yang mengambang dan melayang kemudian menggunakan benih-benih yang tenggelam untuk dapat kita gunakan sebagai Benih Padi Bermutu yang segera akan kita tanam. Jika Anda belum pernah mencoba, berikut anjuran berupa tips dan trik langkah-langkah mudah untuk menyeleksi Benih Padi yang baik tersebut,1. Siapkan 1 butir sembarang telur, disarankan telur Itik.2. Siapkan sebuah wadah/ember, dan isikan 3/4nya dengan air jernih (bisa air Sumur atau air PDAM).3. Telur diletakkan didasar air (hati-hati jangan sampai pecah) 4. Masukkan garam sampai telur mulai terangkat kepermukaan, atau mengambang. 5. Barulah kemudian benih padi yang masih kering dimasukkan ke dalam air garam, 6. Benih yang mengambang dan melayang dibuang bersamaan dengan itu, kurangilah air dalam ember.7. Sisa benih yang terendam itu ditiriskan dan dicuci bersih dengan air jernih, lalu bisa digunakan sebagai benih Padi dalam Pertanaman Padi kita.Cobalah langkah-langkah tersebut tadi, kenapa ?.Keuntungan menggunakan benih bermutu :1. Benih tumbuh cepat dan serempak. 2. Jika disemaikan akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat. 3. Pada saat ditanam pindah, bibit tumbuh lebih cepat 4. Jumlah tanaman optimum, sehingga akan memberikan hasil yang tinggi Nah, mari kita jelaskan kenapa kita dapat menggunakan larutan air garam tersebut untuk menyeleksi benih ?. Air garam memiliki massa jenis lebih tinggi daripada air tawar, dimana makin tinggi massa jenis cairan maka makin mudah bagi obyek melayang di dalamnya. Bisa dibahasakan kembali dengan kerapatan air laut itu lebih tinggi dibandingkan air murni.Dengan demikian satu ember air laut massanya lebih besar dari pada satu ember air tawar, sebab kerapatan air laut lebih besar sehingga jumlah partikel dalam 1 ember air lautpun lebih banyak dari pada jumlah partikel dalam 1 ember air tawar. Nah, jumlah partikel yang banyak dalam air laut ini yang menjadikan telur bisa terapung.Materi ini disampaikan oleh Saifuddin Zuhri, SPDiedit Oleh Sabari Karo-Karo, SP sebagai Penyuluh Pertanian Muda