Kecamatan Rancabungur merupakan sebuah kecamatan yang terletak di sebelah Barat Kabupaten Bogor. Wilayah Rancabungur sangat potensial untuk pengembangan usaha pertanian karena curah hujannya yang cukup serta keadaan tanahnya yang masih sangat subur. Walau begitu, untuk usahatani sawah, curah hujan yang ada dirasa masih kurang untuk melakukan penanaman dengan IP 3, sedangkan saluran irigasi pada musim kemarau sering tidak teraliri air. Hal ini menyebabkan banyak petani yang mengalihkan usahanya menjadi usaha tani hortikultura.Gayung bersambut, sekitar tahun 2004, tokoh tani di Desa Rancabungur bernama Okim memperkenalkan Pepaya (Carica Papaya L.)jenis baru yang benihnya diperoleh dari Trubus yang bernama Pepaya California. Berawal dari situ, Pak Okim mulai mengembangkan sendiri bibit Pepaya California tersebut. Karakteristik Pepaya California yang lebih unggul dibandingkan dengan jenis Pepaya lainnya (rasa lebih manis, ukuran lebih seragam dan tidak terlalu besar, bentuk lebih simetris, dan tidak berbau) membuat permintaannya di pasaran semakin meningkat. Melihat potensi pasar yang sangat bagus, masyarakat petani sekitar juga mulai berminat untuk mengusahakan Pepaya California. Beberapa tahun berselang, Rancabungur mulai dikenal sebagai pusat Pepaya California. Banyak lembaga penelitian, organisasi, atau petani lain dari luar daerah yang melakukan kunjungan, sekedar untuk mencicipi rasa Pepaya California, maupun untuk belajar. Bahkan pada saat itu Pepaya California dari Rancabungur memiliki merk dagang sendiri, yaitu Pepaya Califoran (California Rancabungur) yang telah dikenal oleh seluruh daerah. Sayangnya pada tahun 2007, setelah 4 tahun diperkenalkan, lahan tanam Pepaya California di Kec. Rancabungur mulai terserang virus yang menyerang baik tanaman maupun buahnya. Dan serangan ini dalam kurun waktu 3 tahun telah menyebar secara menyeluruh ke semua lahan Pepaya California milik petani Rancabungur. Berbagai usaha dilakukan oleh beberapa pihak untuk menanggulangi serangan penyakit pada Pepaya di Rancabungur, antara lain dengan bekerjasama dengan pihak IPB dan USAID. Pada saat itu IPB dan USAID bekerjasama membuat sebuah demplot percontohan bagaimana cara menanggulangi serangan hama penyakit Pepaya. Selain itu, dibuat juga sebuah posko penanggulangan serangan hama dan penyakit khusus untuk menanggulangi permasalahan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) pada Pepaya California ini. Penyakit yang menyerang tanaman pepaya tersebut menyebabkan petani tidak lagi dapat menanam Pepaya, karena apabila petani memaksakan untuk menanam, hasilnya akan sama, yaitu tanaman tersebut hanya akan tahan selama dua kali pemanenan. Untuk memutus rantai penyakit, maka petani disarankan untuk menghentikan dan memusnahkan semua tanaman Pepaya yang ada dan menggantinya dengan tanaman lain. Serangan hama yang begitu massive menyebabkan banyak petani yang tidak lagi berminat untuk menanam Pepaya California. Dari awalnya diperkirakan ada seluas 40 ha lahan Pepaya California, sampai akhirnya saat ini hanya ada kurang dari 5 ha saja.Hanya ada satu kelompok tani (Poktan) saja yang masih membudidayakan tanaman ini, yaitu Poktan Tirta Mekar di Desa Mekarsari dengan Pak Kiki sebagai ketua. Meskipun sampai saat ini usahatani Pepaya California di Poktan Tirta Mekar masih bertahan, tetapi proses jatuh bangun terkena serangan hama penyakit yang sama masih terjadi, dan puncaknya terjadi di pertengahan tahun 2018 ini. Lahan Pepaya yang dimiliki petani mulai menunjukkan gejala serangan seperti yang terjadi pada kurun waktu tahun 2007-2009 yang lalu. Khawatir akan timbul dampak yang ditimbulkan, maka poktan melaporkan kejadian ini kepada petugas yang berwenang (POPT) untuk selanjutnya bersama dengan Ditlin Hortikultura – Kementerian Pertanian melakukan surveylence ke lapangan. Berdasarkan hasil surveylence, menurut petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) yang melakukan surveylence langsung, yaitu Bapak Apip Heryanto, penyakit yang menyerang masih merupakan penyakit yang sama seperti yang dulu, yaitu Erwinia, sp., Layu Fusarium, dan Virus Ring Spot (untuk penjelasan lebih lanjut mengenai berbagai OPT yang menyerang serta upaya pengendalian yang dilakukan dapat dilihat pada tulisan selanjutnya). Berdasarkan hasil surveylence tersebut, maka tim surveylence memberikan beberapa rekomendasi. Rekomendasi tersebut antara lain untuk memutus rantai OPT, maka petani di Rancabungur harus mengganti tanaman Pepaya California dengan tanaman lain dan karena Rancabungur telah dikenal sebagai pusat Pepaya serta petaninya banyak yang bergantung pada usahatani pepaya, maka akan diperkenalkan Pepaya jenis baru untuk mengganti Pepaya California. Penulis : Widiaonto, SP Jabatan : Penyuluh Pertanian Pertama (BPP Wilayah Ciseeng)