Loading...

Perlindungan Tanaman Terhadap Opt Dengan Menggunakan Pestisida Nabati

Perlindungan Tanaman  Terhadap Opt Dengan Menggunakan Pestisida Nabati
Musim Tanam April – September pada tanaman padi biasanya perkembangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) cukup tinggi karena didukung oleh kondisi suhu dan kelembaban yang cukup ideal untuk perkembangan OPT tersebut. Perlindungan tanaman merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya menekan kehilangan hasil yang diakibatkan oleh OPT. Penggunaan pestisida sebagai salah satu komponen pengendalian OPT sebaiknya diterapkan secara bijaksana hal ini berkaitan dengan dampak negatif akibat penggunaan pestisida yang tidak bijaksana berupa resurgensi, resistensi, matinya populasi musuh alami dan pencemaran lingkungan melalui residu yang ditinggalkan serta terjadinya keracunan pada manusia (Oka, 1995). Upaya mengantisipasi permasalahan tersebut sudah saatnya perlu kita kembangkan penggunaan pestisida nabati yang merupakan alternatif sebagai sarana pengendalian OPT yang selalu tersedia di alam, dapat dibuat sendiri serta relatif cukup aman bagi lingkungan . Pestisida nabati merupakan produk alam yang berasal dari tumbuhan yang mengandung bioaktif seperti alkaloid senyawa skunder yang jika diaplikasikan ke ke jasad sasaran (hama) dapat mempengaruhi sistem syaraf, terganggunya reproduksi, keseimbangan hormon,prilaku berupa penarik/pemikat, penolak, mengurangi nafsumakan dan terganggunya sistem pernafasan. Senyawa bioaktif dalam tumbuhan bahan pestisida nabati dapat dimanfaatkan sama seperti pestisida sintetis. Bagian tumbuhan yang bahan pestisida nabati bisa digunakan dalam bentuk utuh, bubuk/tepung maupun ekstrak Pada musin tanam April – September biasanya perkembangan hama khususnya wereng batang coklat(WBC) cukup tinggi dan sangat riskan apabila petani menanam padi dengan varietas yang kurang tahan. Salah satu pestisida nabati yang bisa mengendalikan hama WBC, antara lain dengan menggunkan ramuan dari tanaman gadung,mimba/ mindi dan sirsak. Umbi gadung mengandung racun dioskorin dan dioscinin yang bekerja mempengarufi sistem syaraf, bersifat pengusir serangga dan anti refrod dengan jaad sasaran adalahkutu daun (Aphis,sp),wereng dan tikus. Tanaman mimba yang digunakan sebagai pestisida nabati yang digunakan adalah bagian daun dan biji, yang mengandun azadirachtin, meliantriol, salannin, dan nimbin. Kandungan tertinggi terdapat pada biji. Sebagai racun kontak, racun perut, mengurangi nafsu makan, bersifat sebagai penolak serangga (repellent), penghambat pertumbuhan serangga. Dengan jasad sasaran antara lain : ulat jengkal, ulat tongkol jagung, tungau, kutu daun , lalat, wereng coklat, belalang Tanaman Mindi mengandung margosin, glikosdida flafonoid , yang bekerja dengan cara menolak serangga (repellent), menghambat pertumbuhan, mempengaruhi sistem syaraf,respirasi pernapasan, sebagai racun perut dan kontak dengan jasad sasaran antara lain adalah ulat grayak, kutudaun, anjing tanah, belalang, wereng dan hama gudang. Tanaman Sirsak diambil daun dan buah muda mengandung minyak anonain dan resin yang bekerja sebagai racun perut, racun kontak, penolak serangga (repellent) serta penghambat peletakan telur dan mengurangu nafsu makan dengan jasad sasaran antara lain : kumbang perusak daun (Epilachna sp), kutu daun (Aphis sp), nyamuk rorongo,wereng coklat dan walang sangit Meramu Pestisida nabati (untuk Wereng dan Aphis,sp) Bahan : 1 kg umb gadung, 1 kg daun / mindi / mimba 1 kg daun sirsak dan/sirkaya 5 liter air Alat : Pisau, penumbuk, lumpang, ember, drigen Cara kerja : - Iris gadung tipis-tipis, lalu ditumbuk halus, - tumbuh daun mindi/mimba, daun sirsak/sirkaya - masukkan semua bahan pada wadah drigen dengan ditambah air + 5 liter - simpan 1 - 2 hari kemudian disaring - aplikasikan dengan dosis 1 liter ditambah 12-14 liter air - waktu aplikasi sebaiknya pagi dan sore hari - simpan pesnat pada wadah tertutup, bisa tahan sampai 1-2 tahun Sumber: dari berbagai fihak Selamat Mencoba: Pengirim : Adhi Susilo,SP BPP Kandeman.