Tanaman kentang berasal dari daerah sub tropika, maka tanaman kentang di Indonesia dibudidayakan di dataran tinggi (diatas 1000 m dpl) yang mempunyai suhu relatif rendah Varietas Granola merupakan varietas yang mendominasi produksi kentang, dengan areal tanam mencapai 80 – 90 %. Varietas ini menjadi pilihan petani karena berdaya hasil tinggi, berumur pendek dan memiliki daya adaptasi luas. Beberapa negara, memanfaatkan kentang sebagai bahan pangan pokok, sedangkan dinegara - negara bekembang termasuk Indonesia, kentang lebih berperan sebagai sayuran pendamping bahan pokok. Sebutan lain untuk kentang adalah sebagai protective supplementary food, karena mengandung banyak mineral, vitamin dan asam amino penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan. Benih kentang adalah bagian tanaman berupa umbi bukan dalam bentuk biji botani (True Potato Seed/TPS) yang digunakan untuk memperbanyak dan/atau mengembangbiakkan tanaman kentang. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Badan Litbang Pertanian menciptakan varietas unggul baru VUB kentang yang sesuai permintaan industri varietas tersebut memang sangat cocok bagi industri dan menguntungkan petani karena varietas yang diusahakan mempunyai produktivitasnya tinggi, tahan terhadap penyakit dan mempunyai rendeman tinggi. Berbagai pilihan benih kentang yang telah direkomendasikan untuk diusahakan oleh petani antara lain; Kentang Varietas Ping 06 Inventor Kentang Varietas Ping 6 merupakan hasil persilangan antara Granola dengan Michigan Klon. Varietas Ping 06 memiliki warna kulit umbi merah muda, bentuk umbi agak bulat, daging umbi kuning, mata agak dalam, potensi hasil 28,4-40,3 ton/ha. Keunggulan varietas ini lebih tahan terhadap penyakit busuk daun dibandingkan varietas Granola. Potensi hasil tinggi. Varietas ini potensial dikembangkan dan dikomersialkan untuk substitusi varietas impor. Kentang Varietas GM 08 Inventor, Kentang Varietas GM 08 merupakan hasil persilangan antara Granola dengan Michigan Klon. Varietas GM 08 bentuk oval, kulit umbi krem, daging umbi putih, mata dangkal, potensi hasil 28,9-35,2 ton/ha. Keunggulan varietas ini lebih tahan terhadap penyakit busuk daun dibandingkan varietas Granola, produksi tinggi, dan dapat dijadikan sebagai bahan baku pangan olahan seperti kripik kentang. Varietas ini potensial dikembangkan secara komersial untuk mendukung agroindustri pengolahan kentang, seperti : kentang goreng (french fries), kripik, tepung kentang, maupun bahan baku pangan olahan lainnya. Kentang Varietas Kikondo Inventor varietas ini beradaptasi baik pada ketinggian 1000-2000 m dpl, tinggi 40-96 cm, warna kulit umbi kuning muda, warna daging umbi kuning, mata umbi agak dangkal, warna di sekitar mata umbi merah muda, permukaan kulit halus, warna tunas umbi ungu, dan umur 90 100 hari. serta kadar pati 2,7%. Keunggulan varietas kentang ini memiliki potensi hasil 18 24 ton/ha dengan daya simpan umbi pada suhu kamar antara 2,5-3 bulan. Kadar gula reduksi 0,019%, specific grafity 1,07, berat kering 20,15%, sehingga cocok digunakan untuk kentang olahan. Varietas ini potensial dikembangkan untuk mendukung industri olahan kentang seperti kentang goreng (frech fries), kripik, tepung, maupun pangan olahan lainnya. Kentang Varietas Tenggo Inventor beradaptasi baik di dataran tinggi. Tinggi tanaman ini dapat mencapai 90 cm. Bentuk batang bulat dan berwarna hijau, sedangkan bentuk daunnya bulat telur dengan ukuran sekitar 7 x 4,2 cm; permukaan daun licin, tidak berbulu, dan berwarna hijau. Bentuk umbinya adalah bulat, mata umbi berlekung sedang. Ukuran umbi sekitar 6 7 cm dengan berat rata-rata 60 80 gram/umbi, warna kulit krem, tektur daging umbi sedikit berair atau pulen (waxy). Kualitas kentang tergolong baik dengan specific grafity 1.067 g/ cc, kandungan gula reduksi 0,039 brix, serta kandungan karbohidrat sekitar 11,8%. Varietas kentang dapat dipanen pada umur tanaman 90 100 hari dan tahan terhadap nematode akar dan tahan busuk daun. Varietas ini potensial untuk dikembangkan dan dikomersialkan untuk substitusi varietas impor, karena produksi tinggi dan tahan terhadap nematode akar, serta tahan busuk daun. Varietas Kentang Balsa Inventor, varietas Balsa rata-rata dapat menghasilkan 22,4 ton umbi basah/ha. Tinggi tanaman sekitar 80 cm. Bentuk umbi adalah oblong oval dengan mata umbi berlekuk dangkal. Ukuran umbi Balsa sekitar 6 8 cm dengan berat rata-rata 60 80 gram/umbi. Warna kulit krem, sedangkan warna dagingnya putih, dan tekstur umbi agak kering/pera (mealy). Karakteristik lainnya adalah specific grafity sekitar 1.087 g/cc, kandungan gula reduksi 0,048 brix, serta kandungan karbohidrat 15,8%. Kentang varietas ini dapat dipanen berumur 90 100 hari dan beradaptasi baik pada dataran tinggi. Keunggulan kentang ini adalah tahan nematode akar serta agak tahan busuk daun. Varietas ini potensial untuk dikembangkan dan dikomersialkan untuk mendukung agro industri olahan pangan, kripik, tepung kentang dan sejenisnya. Kentang Varietas Kastanum Inventor ini memiliki tipe tumbuh tegak, tinggi 80-90 cm, umur panen 90-100 hari, bentuk umbi bulat, warna kulit umbi krem, warna daging umbi putih agak krem, mata umbi berlekuk sedang, dan potensi hasil 34 t/ ha. Keunggulan varietas ini sangat cocok sebagai kentang sayur dan kripik, tahan penyakit busuk daun, dan beradaptasi baik pada dataran tinggi di atas 1000 m dpl. Varietas ini potensial dikembangkan dan dikomersialkan oleh agroindustri benih dan olahan. Demikian naskah ini saya buat semoga bermanfaat bagi kita semua. Ditulis oleh : Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber : Balitbangtang dan Berbagai sumber media elektronik (Internet) lainnya Gambar : Balitbangtang