Loading...

PERSEMAIAN BENIH PAPRIKA

PERSEMAIAN BENIH PAPRIKA
Pada saat ini, tanaman paprika (Capsicum annuum var. grossum L.) merupakan salah satu komoditas penting yang dibudidayakan di bawah naungan (protected cultivation). Tanaman paprika berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan di mana banyak spesies telah dibudidayakan beratus tahun sebelum Colombus mendarat di benua tersebut. Penanaman paprika menyebar ke Eropa dan Asia setelah tahun 1500. Pada awal penyebaran di Eropa, tanaman paprika dibudidayakan di lahan terbuka (outdoor). Walaupun termasuk tanaman tahunan, paprika dibudidayakan sebagai tanaman setahun di daerah beriklim temperata, tetapi di daerah tropis tanaman tersebut kemungkinan akan tumbuh dan memberikan hasil selama lebih dari beberapa tahun. Tanaman paprika berkembang secara generatif, yaitu melalui biji dan dapat ditanam di kebun secara langsung. Namun penanaman secara langsung memiliki resiko kerusakan yang tinggi. Selain itu,, tanaman yang baru tumbuh sangat rentan terhadap lingkungan atau cuaca yang ekstrim sehingga banyak tanaman atau bibit yang mati. Oleh karena itu, sebelum ditanam di kebun atau green house, sebaiknya biji disemaikan terlebih dahulu. Penyemaian benih akan menekan tingkat kerusakan bibit selama awal pertumbuhan, lingkungan tempat tumbuh bibit dapat diatur sehingga pada saat ditanam di kebun atau greenhouse, pertumbuhan tanaman lebih terjamin dan seragam. A.Persemaian Sebelum dilakukan persemaian, tempat dan peralatan persemaian disterilisasi, yaitu tempat dan lemari persemaian disemprot dengan formalin 3% pada 7 hari sebelum semai dan pada 3 hari sebelum semai disemprot dengan fungisida previcur N (1 ml/l). Sedangkan peralatan persemaian seperti baki, pinset dan penyemprotan tangan dan peralatan lain direndam dalam air suam-suam kuku selama satu jam pada 2 hari sebelum semai.Persemaian benih dapat dilakukan di baki persemaian atau di tempat persemaian lainnya. Media tempat persemaian benih paprika menggunakan arang sekam atau rockwool. Jika menggunakan arang sekam, sehari sebelum semai, media persemaian (arang sekam) dijenuhkan dengan larutan fungisida Previcur N (1 ml/l). Persemaian benih daat dilakukan di baki atau di tempat persemaian lainnya media tempat persemaian menggunakan arang sekam atau menggunakan rockwool, pada saat penyemaian media dibasahi dengan larutan fungisida Previcur N (1 ml/l). Benih paprika direndam di dalam air suam-suam kuku selama 30 menit, lalu tiriskan di atas baki plastik. Media penyemaian dimasukkan ke dalam baki persemaian, lalu dibasahi dengan air bersih. Pada media semai dibuat lubang untuk perkembangan benih dengan mengunakan pinset. Benih paprika yang sudah direndam dengan air hangat, ditempatkan satu per satu pada setiap lubang semai sedalam 0,5 cm menggunakan pinset, dengan bakal tunas (lembaga) harus menghadap ke bawah. Benih di dalam baki persemaian ditutup dengan menggunakan kertas tissu. Kertas tissu disemprot dengan air bersih menggunakan penyemprot tangan. Selanjutnya benih disimpan di dalam lemari persemaian pada suhu 20°C-25°C dengan kelembaban udara 70-90%. Jika suhu pada lemari persemaian terlalu tinggi dengan kelembaban udara yang rendah, maka lemari persemaian disemprot dengan air bersih. Kelembaban kertas tissue dan media semai diperiksa setiap hari, jika kelembaban kurang media disemprot dengan air bersih. Pada umur 5-7 hari setelah semai, pada umumnya benih telah berkecambah, yang ditandai dengan tumbuhnya tunas pada lembaga. Kertas tissu dibuka dan lampu pada lemari persemaian mulai dinyalakan. Pada umur 10-12 hari setelah semai, setelah bibit tumbuh rata (mempunyai dua helai daun), baki persemaian dikeluarkan dari lemari dan diletakkan di tempat terbuka. Bibit kemudian dibiarkan beradaptasi dengan lingkungan selama 2-3 hari. Penyiraman bibit dengan air bersih dilakukan dengan menggunakan penyemprot tangan. Media tanam, yaitu arang sekam dimasukkan ke dalam kantong plastik (polybag) yang berukuran 10 cm x 15 cm lalu dijenuhkan dengan air bersih. Media tanam disemprot dengan larutan fungisida Previcur N (1 ml/l). Pada saat tanaman berumur 12-15 hari setelah semai, tanaman muda dapat dipindahkan dari baki persemaian ke dalam kantong plastik yang telah berisi arang sekam. Dalam satu kantong plastik ditanam 2 bibit. B.Pemeliharaan Bibit Bibit yang disemai harus dipelihara secara intensif sejak awal pertumbuhan sampai bibit dapat dipindahkan ke kebun. Pada hari ke-1 sampai ke-3 setelah pindah ke polybag pembibitan, bibit disiram dengan air bersih sebanyak 3-4 kali per hari, mulai pukul 08.00-16.00 Pada hari ke-4, bibit disiram dengan larutan hara AB Mix paprika dengan Ec 1,5 mS/cm. Pemberian hara dilakukan sebanyak 3-4 kali, mulai pukul 08.00-16.00 Untuk mencegah serangan lalat penggorok daun (iriomyza sp.) dan Thrips sp., dilakukan penyemprotan insektisida dengan bahan aktif Spinosad (0,5 ml) dan Abamektin (0,5 ml) secara bergantian dengan selisih waktu 3-4 hari. Interval peneymprotan untuk setiap insektisida tersebut adalah 1 minggu. Disarikan oleh : Lasarus, Pusat Penyuluhan Pertanian Sumber : 1. Standar Prosedur Operasional (SOP) Paprika di Greenhouse.Dirat Budidaya Tanaman Sayuran & Biofarmaka, Ditjen Hortikultura, Departemen Pertanian. 2006 2. Nikardi G, dkk; 2006. Budidaya Tanaman Paprika (Capsicum annuum var. grossum) di dalam Rumah Plastik. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.