Loading...

Persemaian Cabe Rawit Petani Lereng Bromo

Persemaian Cabe Rawit Petani Lereng Bromo
PERSEMAIAN CABE RAWIT PETANI LERENG BROMO Seperti halnya tanaman cabai merah, tanaman cabai rawit juga memiliki berbagai macam varietas yang dapat ditanam didataran rendah, dataran menengah, hingga dataran tinggi. Dalam rangka meningkatkan produksi yang bermutu dan berdaya saing untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, terutama terhadap keamanan produk dan lingkungan perlu dilakukan usaha budidaya cabai rawit secara benar. Dengan demikian diharapkan usaha budidaya cabai rawit dapat dilakukan secara berkelanjutan dan produknya aman untuk dikonsumsi.. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya cabe rawit adalah pemilihan benih yang sesuai dengan kondisi atau ketinggian tempat budidaya. Petani di Kecamatan Tutur dengan ketinggian 600-1.000 mdpl banyak menggunakan beberapa jenis varietas yang sering digunakan oleh petani di Kecamatan Tutur antara lain varietas Taruna, Dewata, Nirmala dan Lokal Unggul, varietas tersebut dipilih dikarenakan lebih adaptif dan produktivitasnya cukup tinggi dengan kemampuan produksi hingga 0,8 Kg/tanaman selain itu hasil panen dapat diterima oleh pasar karena kualitas buah bagus. Penyiapan Benih Benih yang digunakan adalah benih bermutu dari produsen benih yang diakui oleh pemerintah dan varietas benih yang dibutuhkan oleh pasar. Benih yang digunakan diketahui varietas dan identitasnya. Seragam, murni, tidak tercampur dengan varietas lain. Bersih dari kotoran dan bebas hama penyakit. Daya tumbuh minimal 85%. Menyiapkan benih sesuai dengan kebutuhan sesuai standart mutu (untuk luas 10.000 m2 membutuhkan 10 Pack/ Sachet benih @10 gram) atau 15.000 – 20.000 batang. Memeriksa label keterangan mutu benih. Memeriksa masa kadaluarsa. Memeriksa keaslian kemasan benih (dari pemalsuan dan kerusakan) Menyiapkan Persemaian Menyiapkan persemaian sesuai luas areal tanam. Kebutuhan benih disesuaikan dengan luas areal penanaman (Luas 10.000 m2 membutuhkan 10 pack/sachet benih @10 gr) atau 12.000 – 15.000 batang. Mengolah tanah (media persemaian) sampai gembur ditambahkan dengan pupuk organik 1 m2 = 2-4 Kg atau pengisian media menggunakan perbandingan 3:1. Merendam benih didalam air hangat – hangat kuku dan PGPR selama 30 menit. Benih yang sudah direndam ditiriskan dan diperam kedalam kain basah selama 3 – 4 hari (berkecambah) atau benih disebar dimedia persemaian dengan ditutup dengan tanah tipis selanjutnya menutup persemaian dengan jerami atau daun kelapa. Memindahkan kecambah ke media polybag yang sudah dibuat lubang tanam serta disiram terlebih dahulu. Selama benih dipersemaian, kegiatan rutin pemeliharaan adalah menyiram yang dilakukan sampai umur 3-4 minggu, pada umur 5-7 hari ditutup jerami atau daun kelapa dibuka. Persemaian diberi naungan dan jadwal membuka serta menutupnya Melakukan pemindahan persemaian pada umur 4-5 minggu ( berdaun 3-4 helai) Selam benih dipersemaian, kegiatan rutin pemeliharaan adalah penyiraman setiap pagi hari jam 08:00. Penyiraman dilakukan pada umur 7-10 hari sampai umur 3-4 minggu (berdaun 3-4) baru kemudian siap dipindahkan ke lapangan.