Loading...

PERSEMAIAN PADI SISTEM DAPOG

PERSEMAIAN PADI  SISTEM DAPOG
PERSEMAIAN PADI SISTEM DAPOG * Oleh KUSMIANAH Balai Penyuluh Pertanian Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2019 KATA PENGANTAR Dengan rahmat Alloh SWT dan berkat rahmat serta hidayah-Nya pembuatan artikel tahun 2019 dapat diselesaikan. Pembuatan artikel ini dibuat dengan tujuan atau sebagai informasi ke masyarakat luas kususnya dibidang pertanian untuk bahan penyuluhan pertanian. Pembuatan artikel ini bersifat factual dan informative, mengungkapkan informasi yang berdasarkan apa yang pernah dilakukan. Dengan selesainya pembuatan artikel ini kami sangat berterima kasih kepada : Bapak Drh. Iskandar sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Tengah. Bapak Rebben Siregar, AMd. sebagai Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Pandan. Kelompok tani wilayah Kelurahan: Tukka dan Aek Tolang Induk sebagai sasaran. Demikian semoga pembuatan artikel pembibitan padi system dapog ini bermanfaat dan apabila terdapat kekurangan mohon untuk diberikan kritik yang bersifat membangun. Pendahuluan. Rice transplanter merupakan mesin tanam padi yang baru-baru ini dikenalkan kepada petani Indonesia. Kunci utama keberhasilan menanam padi dengan menggunakan alat tanam ini adalah ada pada penyiapan bibitnya. Perlu diketahui bahwa persemaian merupakan langkah awal bertanam padi untuk mempersiapkan bibit yang siap tanam. Persemaian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai. Persemaian dengan mesin rice transplanter membutuhkan cara yang berbeda jika dibandingkan dengan persemaian konvensional. Persemaian padi yang digunakan adalah menggunakan dapog atau tray. Ukuran dapog untuk mesin transplanter mempunyai lebar 18,3cm dan panjang sekitar 58cm. Persemaian Padi Sistem Dapog. Untuk menabur benih pada dapog/tray, dapat dilakukan secara langsung menggunakan tangan atau bisa juga dengan menggunakan alat penabur benih (seeder). Kebutuhan benih per dapog persemaian adalah 90-100gram. Untuk medianya bisa menggunakan campuran tanah dan pupuk organik dengan perbandingan 4:1 atau dapat juga campuran tanah dengan pupuk NPK 3 gram/dapog. Penggunaan persemaian metode ini diawali dengan menyemai benih di atas dapog atau tray dan diberi alas dari koran atau daun pisang dan setelah dilakukan penaburan benih dengan rata selanjutnya ditutup, dengan tujuan untuk menjaga kelembaban dan gangguan dari burung. Selanjutnya, pemeliharaan pesemaian dengan menyiram, dilakukan penyiraman rutin yang dilakukan sejak bibit berumur 4 hari sampai bibit siap tanam. Penyiraman dilakukan secara merata, terutama pada bagian pinggir dapog setiap 1-2 hari sekali pada waktu pagi. Penyiraman dilakukan sampai air terlihat menembus pada bagian bawah dapog. Apabila bibit berwarna kuning dapat ditambahkan pupuk Phonska 1gram/dapog. Pupuk terlebih dulu dilarutkan dalam 500ml air kemudian disiramkan secara merata. Setelah itu disiram kembali dengan air bersih (dibilas) untuk mencegah pupuk tertinggal di daun. Bibit padi dalam dapog dapat dipindahtanamkan saat berumur 14 hari dan paling akhir adalah 18 hari setelah semai. Pengambilan bibit dengan model persemaian kering menggunakan dapog dapat langsung digulung sedangkan jika persemaian dengan model persemaian hamparan di sawah benih harus dipotong sesuai ukuran mesin tanam. Keuntungan dari persemaian menggunakan sistem dapog ini adalah diantaranya petani dapat menghemat tenaga kerja, waktunya yang singkat, benih mudah diangkut karena langsung digulung bersama alasnya, dan juga sesuai dengan cara tanam mekanis, misalnya dengan mesin penanam (trasplanter). Penutup Demikianlah cara membuat persemaian bibit padi sistem dapog untuk ditanam dengan menggunakan mesin rice transplanter. Semoga membantu para petani dan bermanfaat. Tukka, 2019 THL-TBPP WKPP Tukka KUSMIANAH THLTBPP – III