Budidaya tanaman pangan khususnya tanaman padi saat ini membutuhkan teknologi tepat guna yang efektif dan efisien karena berkurangnya tenaga kerja di bidang pertanian. Salah satu teknologinya adalah penyediaan bibit yang siap tanam dengan menggunakan mesin tanam rice transplanter.Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mesin tanam rice transplanter adalah pembuatan persemaian karena memerlukan bibit khusus atau berbeda dengan persemaian secara konvensional. Oleh karena hal tersebut di Poktan Edi Peni, Desa Banget, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi. dilakukan penyuluhan tentang persemaian benih padi sistem kering untuk mesin tanam rice transplanter. Adapun Alat, Bahan serta cara pembuatan persemaian sistem kering adalah :Alat : Sekop, kawat saringan ukuran 0,5 cm, Ember, Gembor, Plastik, ParanetBahan : Tanah subur, Garam dapur, Telur ayam 1 butir, Benih padi, Air bersih, Pupuk organikCara pembuatan :Persiapan Media : Saring tanah dengan kawat ukuran 0,5 cm dan kemudian campurkan dengan pupuk organik dengan perbandingan 4 tanah yang telah disaring berbanding 1 pupuk organik;Perlakuan Benih : Perlakuan benih perlu dilakukan sebelum benih disebar ke pesemaian agar pertumbuhan benih sehat , kuat dan seragam sehingga memenuhi kebutuhan benih per satuan luas tanam sehingga sasaran peningkatan produksi tercapai secara optimum. Sebelum melakukan persemaian seleksi benih sangat perlu dilakukan untuk memisahkan antar benih yang bernas dan benih yang hampa. Benih dengan berat jenis lebih tinggi, mempunyai mutu fisiologis (daya kecambah dan Vigor) yang lebih tinggi, serta pertumbuhan dilapang yang lebih cepat dan seragam.Adapun tahapan Seleksi Benih :Larutkan 500 gr garam dalam 10 liter airMasukkan 1 butir telur sampai terapung apabila belum terapung tambah garamMasukkan benihBuang benih yang mengapungAmbil benih yang tenggelamBilas benih dengan air (2x)Peram benih selama 2 hari sampai terlihat kecambahPembuatan Persemaian : Persemaian dapat dilakukan di pekarangan rumah berlantai semen atau dengan cara membuat alas dari plastik dengan luasan sesuai kebutuhan, Tabur tanah yang telah tercampur dengan pupuk kompos dengan menggunakan sekop, atur ketebalan media tumbuh untuk persemaian yaitu 2–3 Cm. persemaian dilakukan di pekarangan rumah tujuannya adalah mudah diari/disiram, Terbebas dari hewan ternak jika di pekarangan dan Jauh dari sinar lampu menghindari organisme pengganggu tanaman (OPT). Kemudian siram media persemaian sampai basah, pasang paranet diatas persemaian agar benih yang telah disebar nantinya tidak terkena sinar matahari secara langsungTabur benih yang telah berkecambah pada media yang telah dibuat dengan menggunakan tanganPemeliharaan Pembibitan/Pesemaian adalah setiap hari dilakukan penyiraman secara intesif, selalu meneliti benih apabila terdapat serangan OPT, Umur bibit yang dapat ditanam dengan menggunakan mesin tanam transplanter berkisar 15 –20 hari setelah semai dan/atau tinggi bibit mencapai 15 –20 Cm. setelah benih siap dan agar benih padi dapat ditanam dengan mesin tanam rice transplanter maka perlu dilakukan pemotongan media yang telah ditumbuhi benih padi dengan ukuran sesuai ukuran dapog / tray ( 18,3 Cm x 58 Cm)Penulis :Yuni Rahmawati, SPPenyuluh Pertanian Lapang ( PPL )Wilbi Desa Banget, Kec. Kwadungan, Kab. Ngawi, Prop. Jawa Timur