Loading...

Persiapan Budidaya Tanaman Padi Sawah

Persiapan Budidaya Tanaman Padi Sawah
Padi merupakan salah satu komoditas strategis baik secara ekonomi, sosial maupun politik. Pada umumnya usahatani padi masih merupakan tulang punggung perekonomian keluarga tani dan perekonomian pedesaan. Pengolahan Tanah Sebelum padi di tanam dilahan terlebih dahulu tanah sawah di bajak sedalam 20-30 cm. Pematang dibersihkan pula dari rumput dan telur-telur keong mas. Pada saat proses pembajakan awal telah selesai tanah kemudian di garu untuk dihaluskan agar mudah ditanami padi, kemudian diratakan. Buat kemalir disisi petakan untuk menggiring keong agar mudah dikendalikan sehingga tidak mengganggu tanaman. Pengolahan tanah hingga berlumpur dan rata dimaksudkan untuk menyediakan media pertumbuhan yang baik dan seragam bagi tanaman padi sekaligus upaya mengendalikan gulma. Pada kondisi tertentu seperti mengejar waktu tanam, kekurangan tenaga kerja, keterbatasan traktor dan/atau ternak, maka pengolahan tanah minimum atau tanpa olah tanah dapat pula diterapkan. Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan traktor atau ternak, menggunakan bajak singkal dengan kedalaman olah >20 cm. Tunggul jerami, gulma, dan bahan organic yang telah dikomposkan dibenamkan ke dalam tanah bersamaan dengan pengolahan tanah pertama. Pembajakan biasanya dilakukan dua kali lalu diikuti penggaruan/penggelebegan untuk perataan lahan dan pelumpuran. Pengolahan tanah sempurna (bajak, garu, dan perataan) diperlukan untuk tanaman padi yang dibudidayakan pada musim tanam pertama. Persiapan Persemaian Lahan untuk persemaian disiapkan sesuai dengan luasan lahan dan benih yang dibutuhkan, untuk luasan lahan 1 ha dibutuhkan luas semaian 400 M2 atau 4 % dari lahan yang akan ditanami. Benih yang dibutuhkan untuk 1 ha antara 22 – 25 Kg ( 5 kantong benih ukuran 5 Kg/kantong ). Tujuan nya adalah agar sebaran benih jarang-jarang sehingga benih akan tumbuh sehat, tegar dan besar. Cara membuat persemaian yang baik : Pilih lokasi yang baik agar persemaian mudah diairi dan mudah pula air dibuang, tidak ternaungi, dan jauh dari lampu Luas persemaian 4% dari luas tanam Bajak hingga tanah berlumpur dengan baik Lebar pesrmaian 1,0 – 1,2 m dan panjangnya sesuai petakan Tambahkan sekam padi/bahan organik Persiapan Benih Sebelum disebar pastikan benih yang akan ditanam adalah benih unggul, bersertifikat dan bermutu. Jangan dibiasakan mengunakan benih turunan hasil panen. Benih bersertifikat / varietas unggul yaitu : Gunakan Varietas Unggul Sesuai Kondisi Setempat Berdaya Hasil Tinggi Tahan Hama Penyakit Rasa Disukai Konsumen Bernilai Jual Tinggi Pemilihan benih dengan indikator telor dengan cara Telur Dimasukkan Dalam Suatu Wadah Yang Diisi Air (Volume air 2X volume gabah) Masukkan Garam Dapur Sampai Telur Mengapung Telur Diambil Benih Dimasukkan Ke Dalam Larutan garam Tersebut Benih Yang Mengambang Dibuang Benih Terpilih segera dibilas dengan air kemudian direndam dalam air selama 24 jam, Benih ditiriskan dan kemudian diperam selama 24 jam. 8. Benih siap disemaikan Untuk Daerah Yang Sering Terserang Penggerek Batang Disarankan Ada Perlakuan Benih Dengan Pestisida Bahan Aktif Fipronil. Hindari penanaman varietas yang sama secara terus menerus pada lokasi yang sama untuk mengurangiserangan hama dan penyakit (OPT). Benih bermutu adalah benih berlabel dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi. Pada umumnya benih bermutu dapat diperoleh dari benih berlabel yang sudah lulus proses sertifi kasi. Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak sehingga pertumbuhannya akan lebih cepat dan merata serta lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Manfaat menunakan benih bermutu adalah: Benih yang bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak Benih yang baik akan menghasilkan perkecambahan dan pertumbuhan seragan Ketika ditanam pindah, bibit dari benih yang baik dapat tumbuh lebih cepat dan tegar Benih yang baik akan menghasilkan hasil tinggi demikianlah budidaya awal tanaman padi sawah dari mulai pengolahan lahan hingga pemilihan benih bermutu, untuk materi penanaman akan dibahas pada materi-materi berikutnya. semoga bermanfaat. Ditulis Oleh : Yuli HS, S.P. (Penyuluh Pertanian BP3 Kecamatan Way Khilau) Sumber : litbang.pertanian.go.id