Loading...

PERSIAPAN LAHAN TANAMAN KEMIRI SUNAN

PERSIAPAN LAHAN TANAMAN KEMIRI SUNAN
Pembukaan Lahan semak atau hutanPohon-pohon dan semak yang berdiameter di bawah 10 cm dipotong dengan menggunakan parang dan kampak. Pemotongan pohon-pohon harus putus dan diusahakan serendah mungkin atau dekat dengan permukaan tanah. Semak-semak ditebas, dikumpulkan sejajar dengan baris tanaman dengan arah Timur - Barat dan dikeringkan. Untuk pohon yang berdiameter lebih dari 10 cm ditebang dengan menggunakan gergaji mesin (chain shaw). Kemudian dilakukan pemotongan dan rencak. Kayu-kayu yang masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dikumpulkan, sedang hasil rencakannya dikumpulkan di luar areal. Penebasan dan penebangan dilakukan pada awal musim kemarau.Tanah diolah dengan menggunakan bajak atau cangkul atau dibajak secara merata untuk areal yang datar. Sedangkan pada areal yang kemiringannya lebih dari 15%, pengolahan dilakukan dengan sistem jalur mengikuti arah kontour agar tidak terjadi erosi. Pembukaan Lahan Alang-alangAlang-alang ditebas dengan menggunakan parang atau dislashing dengan traktor. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dibajak atau alang-alang dibiarkan tumbuh 10-15 cm baru dilakukan penyemprotan dengan herbisida. Areal yang telah bersih dari alang-alang dilakukan pengolahan tanah lanjutan dengan cara manual maupun dengan traktor. Pengelolaan lahan berdasarkan tingkat kemiringan lahan.Lahan dibagi berdasarkan tingkat kemiringan lahan, pembagian ini bertujuan untuk pengelolaan konservasi tanah, air dan tingkat kesuburan lahan. Lahan dengan kemiringan lebih dari 8% disarankan untuk dilakukan tindakan konservasi tanah dan air. Pembuatan teras baik teras bangku maupun individu (tapak kuda) disarankan pada lahan dengan kemiringan > 8%. Lahan dengan kemiringan 35% sebaiknya bukan untuk kebun, tetapi sebagai lahan konservasi. Hal – hal yang perlu diperhatikan antara lain: (1) Tingkat kemiringan lahan harus diukur dengan benar, (2) Untuk pembuatan teras sebagai dasar perbedaan tinggi teras gunakan jalan blok, agar memudahkan operasional dari jalan ke teras dan sebaliknya serta mengurangi resiko erosi sebagai akibat genangan air permukaan di jalan. Pengajiran dan pembuatan lubang tanamPengajiran dan pembuatan lubang tanam dilakukan 2-4 minggu sebelum penanaman dan disesuaikan dengan sistim dan jarak tanam yang direncanakan. Jarak tanam kemiri sunan dibuat minimal 7,5 x 7,5 m sistem segitiga sama sisi setara dengan populasi 205 pohon/ha atau segi empat setara dengan populasi 178 pohon/ha. Adapun ilustrasi perbandingan sistem tanam segiempat dan segitiga dapat dilihat pada Gambar 22. Ukuran lubang yaitu 60x60x60 cm, pada tanah keras atau berpadas, lubang tanam harus > 60x60x60 cm. Tanah galian diletakkan ditepi lubang dengan dipisahkan tanah yang berasal dari lapisan atas dan lapisan bawah. Lubang tanam yang sudah dibuat terlebih dulu dikelantang selama satu minggu kemudian diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang 2-5 kg/lubang (tergantung tingkat kesuburan tanah) dan pupuk buatan 50 gr SP36 yang dicampur merata dengan tanah galian lapisan atas.Penanaman dan PenyulamanPenanaman dilakukan pada awal musim hujan dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Benih ditanam tepat ditengah lubang tanam bekas ajir, kantong plastik polybag disobek dan selanjutnya bibit dari dalam polybag ditanam, upayakan benih tertanam secara tegak dengan permukaan leher batang sejajar dengan tanah asal. Tanah di sekitar batang dipadatkan dan dibuat piringan dengan dimeter 80-100 cm. Tanaman yang mati atau pertumbuhannya tidak sempurna segera disulam dengan cadangan benih yang berumur sama dengan yang telah ditanam sebelumnya. Penyulaman dilakukan tidak lebih dari umur 2 tahun Ditulis kembali oleh : Nanik Anggoro Purwatiningsih ( Penyuluh BBP2TP)Sumber: 1. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 74.1/PERMENTAN/OT.140/11/21002. www.perkebunan.litbang.go.id