Calon Lahan Labu Siam Labu siam memiliki rasa yang enak dan berkasiat bagi kesehatan, dan secara umum telah digunakan untuk membuat masakan. Hal ini secara otomatis menyebabkan kebutuhan buah labu siam di pasaran cukup besar karena tingkat konsumsi masyarakat terhadap buah ini juga cukup tinggi. Peluang pasar inilah dapat dijadikan lahan usaha untuk memperoleh keuntungan. Oleh karena itu perlu pengetahuan budidaya labu siam secara intensif. Dalam budidaya tanaman labu siam, persiapan tanam merupakan hal yang harus ditangani petani labu siam secara serius, karena akan berpengaruh terhadap produksi optimal. Persiapan tanam meliputi kegiatan-kegiatan pemilihan lokasi, penetapan waktu tanam, dan penyiapan lahan. Pemilihan Lokasi Pemilihan lokasi adalah memilih lokasi tanam yang sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman labu siam untuk mencegah kegagalan proses produksi dan dapat menghasilkan buah labu siam yang sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan, serta tidak merusak lingkungan. Tujuan pemilihan lokasi untuk memperoleh lahan yang dapat mendukung produktivitas labu siam yang optimal. Lahan tersebut, antara lain: 1) Tanah yang subur dengan lapisan top soil yang cukup tebal, tanah kering yang gembur (jenis tanah andisol); 2) Ketersediaan air yang cukup; 3) Bukan bekas tanaman yang terkena penyakit; 4) Drainase baik; 5) Tidak menyalahi kaidah konservasi tanah dan air; 6) Bukan bekas tanaman sejenis atau sefamili, jika memungkinkan hingga 2 musim tanam; 6) Lahan terbuka, tidak ternaungi sehingga sinar matahari langsung menyinari tanaman labu siam; 7) Lahan memiliki ketinggian dataran medium antara 500 - 700 m dpl sampai dataran tinggi antara 700 - 1.500 m dpl; dan 8) Kemiringan lahan maksimal 30% dan suhu antara 15 - 32oC. Penetapan Waktu Tanam Waktu tanam perlu ditetapkan sesuai waktu tanam yang tepat untuk penananaman labu siam agar diperoleh pertumbuhan tanaman optimal dan produksi labu siam yang maksimal. Waktu tanam ini berkaitan dengan persedian air selama hidup tanamanlabu siam. Waktu tanam labu siam yang baik pada akhir musim hujan, tetapi dapat ditanam pada musim kemarau asalkan diberi air secukupnya. Penyiapan Lahan Penyiapan lahan terdiri dari kegiatan pembersihan lahan dan pengolahan tanah. Lahan yang akan digunakan untuk menanam labu siam sebelum diolah harus dibersihkan dari kotoran atau segala sesuatu yang dapat mengganggu atau menghambat pertumbuhan tanaman, seperti batu-batuan, sampah, sisa-sisa tanaman, gulma, dan lain-lain. Pembersihan dengan menggunakan peralatan cangkul dan parang yang bersih serta tajam. Untuk memudahkan pengangkutan, kotoran yang dipungut ditempatkan dalam karung plastik lalu dibuang pada tempat di luar areal tanam dan aman. Sisa atau bagian tanaman yang dapat menjadi sumber penyakit, harus dibongkar lalu dikubur. Jika menggunakan herbisida, gunakan herbisida kontak dan hindari penggunaan herbisida sistemik. Sedangkan pengolahan tanah merupakan kegiatan membuat lahan menjadi gembur yang siap ditanami labu siam. Tujuan pengolahan tanah untuk memperoleh media tanam labu siam yang optimal dan tersedia unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman secara optimal. Caranya, tanah dicangkul 2 kali hingga gembur, lalu diratakan. Jika dilakukan pada musim kemarau, tanah yang akan dicangkul diairi terlebih dahulu. Lahan tidak perlu dibuat bedengan atau guludan, tetapi perlu dibuat parit pengairan sederhana dengan menggali parit kecil di sekeliling lahan dan di antara beberapa baris tanaman. Bila lahannya berupa terasiring, beri perlakuan lain dengan penanaman tanaman penguat pematang. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian, Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Hendro Sunarjono. 2007. Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta, Penerbit Swadaya. 2. Standar Operasional Prosedur (SOP) Budidaya Labu Siam (Sechiuj edule) Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Direktorat Buidaya dan Pascapanen Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian.