Loading...

Persiapan Pengembangan Padi, Jagung, Kedelai dan Kacang Tanah di Kecamatan Cibadak Tahun 2020

Persiapan Pengembangan Padi, Jagung, Kedelai dan Kacang Tanah di Kecamatan Cibadak Tahun 2020
Untuk menyusun rencana peningkatan produksi Pajale (padi,jagung,kedelai) dan kacang tanah pada tahun 2020, BPP Kecamatan Cibadak melaksanakan Pertemuan Penyusunan Rencana yang tujuannya agar diperoleh data sesuai dengan keadaan petani dan kondisi lahan. Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 21 Januari 2020 di kantor BPP Kecamatan Cibadak, dipimpin oleh Koordinator Wilayah BPP, yang dihadiri oleh 5 Penyuluh dan 13 MTD (Mantri Tani Desa) Kecamatan Cibadak. Pada pertemuan ini dihasilkan 3 point` kesepakatan, sebagai berikut: Pengembangan padi sawah seluas 400 Ha, padi Gogo 22 Ha, jagung seluas 40 Ha yang di alokasikan di 15 desa, kedelai seluas 5 Ha yang di alokasikan di 3 desa dan kacang tanah seluas 22 Ha yang di alokasikan di 13 desa. Rencana tanam untuk padi sawah, jagung dan kacang tanah akan dilaksanakan pada bulan April 2020 dan padi Gogo akan dilaksanakan pada Oktober 2020. Untuk menunjang keberhasilan peningkatan produksi Pajale dan kacang tanah, KorWil Kecamatan Cibadak menekankan kepada para PPL dan MTD untuk melaksanakan pendampingan dan pengawalan teknologi yang direkomendasikan. Komponen teknologi yang direkomendasikan yaitu Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) untuk tiap-tiap komoditas. Pendampingan dan pengawalan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan petani dan Katam (kalender tanam). Pada kesempatan tersebut KorWil BPP Kecamatan Cibadak menginformasikan kepada PPL dan MTD bahwa mereka dalam melakukan pendampingan dan pengawalan teknologi akan terus dimonitoring dan di evaluasi, baik itu pada tahap persiapan, pelaksanaan dan pada tahap akhir yaitu panen dan pasca panen. Selain penguasaan komponen PTT, PPL dan MTD juga dituntut untuk memfasilitasi pemasaran komoditas Pajale dan kacang tanah. Hal ini merupakan konsekuensi tupoksi (tugas pokok dan fungsi) penyuluh pertanian yaitu peningkatan produksi dan peningkatan kesejahteraan petani. Kegiatan pertemuan yang dilaksanakan tanggal 21 Januari 2020 ini merupakan langkah awal untuk mendukung keberlanjutan swasembada beras dan mewujudkan swasembada jagung dan kedelai .