Loading...

PERSIAPAN UNTUK PENANAMAN BUAH NAGA

PERSIAPAN UNTUK PENANAMAN  BUAH NAGA
Persiapan untuk Menanam Buah Naga Untuk menanam buah naga di lahan satu hektar memerlukan sekitar 6.000-10.000. Jumlah tersebut dipengaruhi juga bagaimana cara menanam buah naga dan jarak tanam yang digunakan. cara budidaya buah naga denga menggunakan tiang panjat tunggal. Dengan menggunakan cara ini maka akan dibutuhkan sekitar 6400 bibit dan 1600 tiang untuk setiap hektarnya. Pembuatan Tiang Panjat Tiang panjat diperlukan untuk menopang batang tanaman agar tidak mudah roboh. Tiang panjat biasanya dibuat secara permanen dengan menggunakan cor beton. Bentuk tiang panjat bisa berupa persegi atau silinder dengan diamater sekitar 10-15 cm. Tetapi bila Anda memiliki dana yang terbatas bisa menggunakan kayu atau bambu yang cukup kuat untuk menopang tanaman. Tinggi tiang panjat biasanya berukuran 2-2,5 meter dan ditanam ke dalam tanah sedalam 50 cm. Hal ini agar tiang bisa berdiri dengan kokoh untuk menopang pertumbuhan buah naga. Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm. Pengolahan Tanah untuk Budidaya Buah Naga Setelah tiang panjat selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat lubang tanam di sekitar tiang dengan ukuran 60×60 cm sedalam 25 cm. Posisi tiang panjat berada tepat di tengah lubang. Campur tanah hasil galian lubang dengan pasir sebanyak 10 kg. Hal ini untuk meningkatkan porositas tanah. Setealh itu tambahkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-20 kg. Jangan lupa campurkan juga kapur pertanian atau dolomit, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Campur semua bahan di atas dan aduk hingga rata. Timbun kembali lubang tanam dengan campuran bahan di atas kemudian siram dengan air sampai basah. Jangan sampai air menggenang, kemudian diamkan terkena sinar matahari sampai menggering. Setelah 2-3 hari berikan tambahan pupuk TSP sebanyak 25 gram setiap lubangnnya. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm. Biarkan sekitar 1 hari, kini media telah siap untuk ditanami buah naga. Menanam Bibit Buah Naga Cara menanam buah naga selanjutnya adalah memindahkan bibit buah naga dari media semai ke media tanam. Untuk satu tiang bisa ditanami sekitar 4 bibit buah naga. Jarak tanam bibit dengan tiang sekitar 10 cm. Gali lubang tanam sedalam 10-20, sesuaikan dengan panjang bibit. Kemudian masukan bibit ke dalam lubang dan timbun kebali dengan tanah sambil dipadatkan. Setelah keempat bibit ditanam, ikat bibit tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan agar tanaman bisa tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kuat agar tanaman memiliki ruang gerak . Pemupukan Tanaman Pada awal penanaman buah naga memerlukan banyak unsur nitrogen, sedangkan pada saat berbunga dan buah, tanaman ini memerlukan banyak unsur kalium dan fosfor. Jadi pemberian pupuk bisa mempertimbangkan kebutuhan tanaman. Tidak disarankan untuk menggunakan urea, karena jenis pupuk ini banyak menyebabkan pembusukan batang. Pemupukan dengan menggunakan pupuk kandang atau kompos dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis sekitar 5-10 kg untuk setiap lubang tanaman. Ketika tanaman sudah memasuki masa bunga dan buah, berikan tambahan pupuk NPK dan ZK dengan dosis 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pemberian pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pemeberian pupuk tambahan berupa pupuk cair, dan pupuk hayati diberikan untuk memaksimalkan hasil. Pemangkasan Dalam menanam buah naga ada tiga jenis pemangkasan yakni pemakasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan untuk membentuk cabang, dan pemangkasan untuk pemeremajaan cabang yang sudah tidak produktif. Masing-masing pemangkasan memiliki fungsi masing-masing. Pemangkasan batang pokok bertujuan agar tanaman memiliki batang utama yang kuat dan mampu menopang cabang dan buah. Pilihlah batang yang paling kuat dan kokoh, dan potong tunas yang tumbuh di bawah batang ini. Setelah itu pemangkasan cabang dilakukan dengan memilih 3-4 cabang terbaik. Pemangkasan ini bertujuan agar kualitas dari buah yang dihasilkan bisa lebih maksimal. Jenis pemangkasan yang terakhir adalah pemangkasan dengan tujuan untuk meremajakan kembali cabang dari buah naga. Biasanya cabang yang sudah berbuah 3-4 kali sudah tidak terlalu produktif sehingga perlu diremajakan. Bekas potongan cabang ini bisa digunakan menjadi bibit buah naga. Yang paling penting dalam proses pemangkasan adalah membuat bentuk tanaman ini menjadi lebih teratur. Hal ini karena buah naga merupakan tanaman yang tumbuh secara tidak teratur. Panen Budidaya Buah Naga Ciri-ciri buah naga yang sudah siap untuk dipanen adalah kulit buah mulai berwarna merah mengkilap dan jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah mulai menguncup sedangkan buah mulai membulat dengan berat 400-600 gram. . Budidaya buah naga bisa mulai dipanen sekitar 10-12 bulan semenjak bibit ditanam. Untuk satu tanaman biasanya menghasilkan sekitar 1 kg buah naga. Sedangkan dengan lahan seluas 1 hektar dengan jumlah tanaman 6400 akan menghasilkan 6-7 ton buah naga sekali panen. Budidaya buah naga bisa dikatakan sukses bila dalam satu tahun bisa menghasilkan 50 ton buah naga untuk setiap 1 hektar lahan yang digunakan.