Loading...

PERTANIAN JANGAN DITINGGALKAN

PERTANIAN JANGAN DITINGGALKAN
By: Yoyon Haryanto Hadirnya Tol Cipali yang melintasi Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon menjadi salah satu magnet baru akses transportasi, ditambah lagi proses pembangunan bandara berskala internasional di Kertajati menjadikan Majalengka menuju kota megapolitan. Namun pertanyaan besar adalah apakah sektor pertanian di Majalengka masih menjadi primadona mata pencaharian generasi muda?. Tumbuhnya sektor industri di kabupaten yang dikenal dengan sentra pembibitan dan identik dengan pertanian ini telah membawa perubahan gaya kehidupan penduduknya. Hal yang mencolok terlihat dari anak-anak muda lebih cenderung menyasar menjadi tenaga kerja pada sektor industri dan jasa, jarang ditemui yang bergelut dengan lumpur dan tanah untuk saat ini. Data BPS menunjukkan telah terjadi penurunan porsi petani muda yang diimbangi dengan besarnya penurunan rumah tangga usaha pertanian. Kondisi ini menunjukkan regenerasi petani menjadi hal yang mutlak menjadi perhatian. Sektor pertanian yang identik dengan kotor dan tidak menyenangkan masih tertanam dalam pola pikir anak-anak muda saat ini, yang menjadikan semakin nyata ketidaktertarikan mereka. Berbeda kondisinya dengan beberapa negara yang sudah maju di kawasan Asia seperti Jepang, pertanian menjadi primadona anak muda karena pertanian erat kaitannya dengan teknologi dan mesin. Namun permasalahan sebenarnya tidak berhenti sampai disitu, berkurangnya lahan pertanian juga menjadi permasalahan yang cukup vital saat ini. Solusi Alternatif pemecahan masalah tersebut dapat dilakukan melalui penekanan konsep brain gain yang tengah menjadi isu hangat dan strategis di Eropa Timur, Asia, Amerika Selatan dan Afrika, karena regenerasi petani juga menjadi masalah di dunia saat ini. Konsep brain gain merupakan berbaliknya tenaga-tenaga muda terdidik dan berkeahlian dari perantauan untuk kembali bergerak di sektor pertanian di daerah asalnya. Namun sekali lagi, proses berbaliknya tenaga muda tersebut harus diinisiasi oleh pemerintah. Banyaknya sarjana-sarjana pertanian asal Majalengka yang berhasil di perantauan menjadi salah satu pondasi dalam mengembalikan pembangunan pertanian di kabupaten ini. Hasil penelitian Dr. Iwan Setiawan tentang brain gain di Jawa Barat mengindikasikan bahwa telah terjadi peningkatan sumberdaya manusia berkualitas yang dapat dijadikan sebagai suksesi proses regenerasi dan keberlanjutan sektor pertanian dan pedesaan. Alternatif mengembalikan generasi muda tertarik kembali pada sektor pertanian tersebut antara lain: pertama, regulasi dan kebijakan pemda yang memberikan ruang dan apresiasi kepada pemuda dan pemudi yang mau bergerak menjadi tenaga pemberdaya dan pencipta lapangan kerja di perdesaan. Kedua, membangun daya tarik dengan memberikan alokasi pendanaan khusus secara bergulir untuk membangkitkan entrepreneur muda mau berusaha di perdesaan. Ketiga, lembaga penyuluhan diberikan porsi yang besar untuk menjadi motor penggerak lahirnya petani-petani muda melalui upaya kerjasama dengan lembaga pendidikan pertanian. Keempat, menanamkan kembali kepada generasi muda tentang cinta pertanian yang dapat disiasati melalui pengenalan sejak dini di level sekolah taman kanak-kanan atau sekolah dasar. Namun kembali, sekali lagi untuk mewujudkan tersebut harus ada dukungan pemerintah yang kuat dan berkomitmen agar petanian kita tidak ditinggalkan oleh generasi muda.