Loading...

Pertemuan GPP Horti Tahun 2014

Pertemuan GPP Horti Tahun 2014
Penyuluh Kabupaten Solok, khususnya yang telah di SK-kan sebagai penyuluh pendamping pelaksanaan Program Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) Tahun 2014, berkumpul dan bersinergi dengan tim Propinsi Sumatera Barat. Pertemuan diadakan di Aula Dinas Pertanian Kota Solok, 26 Agustus 2014, yang bertujuan untuk kelancaran pelaksanaan program dilapangan. Kegiatan pertemuan tersebut menghadirkan peserta dari penyuluh pendamping beserta koordinator kecamatan dan kabupaten/kota terdiri dari Kota Solok, Kabupaten Solok, Kota Sawah Lunto, Kabupaten Sijunjung, dan Kabupaten Darmasraya. Hadir sebagai narasumber yaitu Bapak Ir. Yustiadi, MM dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sumatera Barat dan Bapak Suwandi Manaf selaku Wadir CV Siska sebagai pihak ketiga penyelenggara GPP Tahun 2014 untuk komoditi hortikultura. Dijelaskan oleh narasumber bahwa dalam Program GPP tahun 2014 ini bidang hortikultura memfasilitasi bibit buah-buahan untuk didropping ke 17 kabupaten/kota di Sumatera Barat dengan pengalokasian untuk 496 kelompok di 248 nagari. Program ini dilatarbelakangi oleh adanya peluang peningkatan pendapatan petani, mengingat umumnya lahan pekarangan mereka masih cukup luas untuk bisa ditanami dan juga jam kerja petani masih bisa dioptimalkan. Hasil keluaran dari program ini untuk bidang horti adalah terdistribusinya bibit buah-buahan sebanyak 148.800 bibit dan 124.400 pupuk kandang. Bibit buah tersebut yaitu bibit buah jambu jamaica, jambu air citra, sukun manis, sirsak, jambu biji dan jeruk siam gunung ameh serta nangka. Masing-masing bibit dan pupuk kandang tersebut telah ditetapkan spesifikasinya, agar dalam penerimaannya ditingkat petani dapat memuaskan dan kualitas tetap terjaga. Untuk Kabupaten Solok, dari 8 kecamatan dan 20 nagari yang menerima program ini mendapat alokasi bantuan bibit jambu jamaica, kecuali Kecamatan Tigo Lurah, Lembah Gumanti dan Nagari Aie Batumbuk Kecamatan Gunung Talang mendapatkan alokasi bibit jambu biji. Bibit tersebut selanjutnya akan didropping langsung oleh pihak ketiga sesuai dengan penunjukkan tempat yang diminta oleh petani.