Loading...

PERTEMUAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT)

PERTEMUAN  KELOMPOK WANITA TANI (KWT)
Pertemuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Daku Mawo Desa Lapale Kec,Kota Waikabubak Kab.Sumba Barat terkait persiapan lahan untuk pembuatan bedengan penanaman KOL serta pembagian benih sayur bantuan dari Dana Desa. SYARAT TUMBUH Tanaman kubis tumbuh baik pada lahan pertanian yang gembur, mudah menahan air dan tanah tersebut banyak mengandung humus. Tanaman kubis menghendaki iklim dengan suhu relatif rendah, kelembaban tinggi dan tumbuh baik pada ketinggian 1000 - 2000 dpl PENGOLAHAN TANAH Pencangkulan tanah dilakukan sebanyak 2 kali, pencangkulan pertama sedalam 30-40 cm, kemudian dibiarkan dahulu untuk mendapat sinar matahari selama 7 - 10 hari. Baru setelah itu dicangkul untuk kedua kalinya sekaligus diberi pupuk kandang sebanyak 10 - 15 ton /ha dan dibuatkan bedengan selebar 100 cm. PENANAMAN Tanaman kubis diperbanyak dengan biji. Biji harus disemai terlebih dahulu dengan ditabur dalam barisan dengan jarak 5 cm atau memakai kantong plastik kecil (diameter 6 cm). Kebutuhan benih 500-700 gr/ha (perkecambahan 75 %). Bibit kubis yang telah berumur 1 bulan (berdaun 4-5 helai) dipindahkan ke bedengan dengan jarak tanaman 40 x 40 cm. PEMELIHARAAN Pemupukan Pada waktu berumur 2 dan 4 minggu setelah tanam diberikan pupuk buatan ZA 400 kg/ha, DS 200 kg/ha. Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput atau dengan menggunakan herbisida. Hama Hama ulat kubis (Crocidolonia binotalis) dikendalikan dengan Bayrusil 13 cc/1 air. Penyakit Penyakit busuk akar yang disebabkan Rhizoktonia sp dapat dikendalikan dengan fungisida yang dianjurkan. PANEN DAN PENGOLAHAN HASIL Tanaman kubis dapat dipetik kropnya setelah besar, padat dan umur berkisar antara 2.5 - 3 bulan setelah penyebaran benih. Oleh : RIDWAN REPI,SST Penyuluh Pertanian BPP Kalimbu Kuni Kec.Kota Waikabubak – Kab. Sumba Barat