Loading...

Pertemuan Pasca Panen Tanaman Pangan Pada Kegiatan Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian Di Poktan Sinar Jaya Desa Hambuku Raya Kec. Sungai Pandan

Pertemuan Pasca Panen Tanaman Pangan Pada Kegiatan Pengawasan Penggunaan Sarana Pertanian Di Poktan Sinar Jaya Desa Hambuku Raya Kec. Sungai Pandan
Pada hari Senin tanggal 7 November 2022 pukul 10.00 Wita telah dilaksanakan kegiatan pertemuan pascapanen tanaman pangan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara bersama dengan Poktan Sinar Jaya Desa Hambuku Raya Kecamatan Sungai Pandan. Kegiatan ini dihadiri oleh : Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara Penyuluh WKPP Ds. Hambuku Raya Koordinator BPP Kec. Sungai Pandan Mantri Tani Kec. Sungai Pandan KJF Kec. Sungai Pandan wilayah Desa Hambuku Raya Kepala Desa Hambuku Raya Pengurus dan Anggota Poktan Sinar Jaya ds. Hambuku Raya Pascapanen hasil pertanian adalah tahapan kegiatan yang dimulai sejak pemungutan (pemanenan) hasil pertanian yang meliputi hasil tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan sampai siap untuk dipasarkan. Hasil utama pertanian adalah hasil pertanian yang merupakan produk utama untuk tujuan usaha pertanian dan diperoleh hasil melalui maupun tidak melalui proses pengolahan. Adapun yang dimaksud dengan penanganan pascapanen adalah tindakan yang disiapkan atau dilakukan pada tahapan pascapanen agar hasil pertanian siap dan aman digunakan oleh konsumen dan atau diolah lebih lanjut oleh industry. Penanganan pascapanen hasil pertanian meliputi semua kegiatan perlakuan dan pengolahan langsung terhadap hasil pertanian yang karena sifatnya harus segera ditangani untuk meningkatkan mutu hasil pertanian agar mempunyai daya simpan dan daya guna lebih tinggi. Sesuai dengan pengertian tersebut diatas, kegiatan pascapanen meliputi kegiatan pemungutan hasil (pemanenan), perawatan, pengawetan, pengangkutan, penyimpanan, pengolahan, penggundangan dan standardisasi mutu ditingkat produsen. Rendahnya mutu gabah disebabkan oleh tingginya kadar kotoran dan gabah hampa serta butir mengapur mengakibatkan rendahnya rendemen beras giling yang diperoleh. Butir mengapur selain dipengaruhi oleh faktor genetika, juga dipengaruhi oleh teknik pemupukan dan pengairan, sedangkan kadar kotoran dipengaruhi oleh faktor teknis, yaitu cara perontokan. Oleh karena sebagian besar pemanen merontok padinya dengan cara dibanting atau dengan menggunakan pedal thresher, maka gabah yang diperoleh mengandung kotoran dan gabah hampa cukup tinggi. Tahapan – tahapan yang dilakukan pada saat penanganan pasca panen padi antara lain adalah sebagai berikut : Penumpukan dan Pengumpulan. Perontokan Pengeringan Penggilingan Penyimpanan Beras Pemasaran ( KJF Desa Hambuku Raya, Farida Adriani, SP )