Loading...

Pestisida Nabati Desa Sukosari

Pestisida Nabati Desa Sukosari
Pestisida nabati semakin digemari seiring dengan semakin tingginya kesadaran akan efek negatif penggunaan pestisida kimia. Penggunaan pestisida nabati merupakan salah satu bentuk upaya dalam mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan. Pestisida nabati menjadi solusi terbaik dalam pengendalian hama tanaman secara mudah, murah dan aman. Berikut merupakan beberapa kelebihan yang bisa diperoleh ketika melakukan pengendalain hama menggunakan pestisida nabati. Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (ramah lingkungan) Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman Bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri. Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati Tidak menimbulkan kekebalan pada serangga Dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida kimia Namun, meskipun demikian pestisida nabati juga tetap memiliki sedikit kekurangan, seperti berikut ini. Cepat terurai dan daya kerjanya relatif lambat sehingga aplikasinya harus lebih sering Tidak bisa disimpan dalam waktu yang lama, pestisida nabati harus segera diaplikasikan setelah diproduksi Kurang praktis karena harus membuatnya terlebih dahulu dan waktu yang dibutuhkan pun tidak sedikit, sehingga tidak bisa langsung mengaplikasikannya pada tanaman Petani di Poktan Suko Desa Sukosari Kecamatan Jogoroto membuat pestisida nabati untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman. Dengan menggunakan bahan bahan alam yang tersedia, yaitu buah maja. Cara pembuatan pestisida Nabati dari buah maja: Bahan: Buah maja 2 buah (yang sudah tua). Umbi gadung satu kilo Air 2 liter Sabun colek 1 sendok makan. Alat: Ember ( usahakan yang ada tutupnya ) Parut atau lumpang penghalus. Cara pembuatan: Belah buah Maja jadi dua dan ambil daging buahnya masukkan di ember sambil di remas remas , Masukkan umbi gadung yang sudah di haluskan ,kemudian masukkan juga air kedalam ember dan di aduk agar bercampur merata. Jangan lupa di tambahkan sabun colek . Setelah tercampur tutup ember dengan rapat jika tidak ada tutupnya bisa memakai Plastik dan di ikat erat. Diamkan selama 12 jam untuk fermentasi, kemudian siap di gunakan. Cara aplikasi/penyemprotan: Saring bahan tersebut di atas dengan kain kasa agar tinggal airnya saja, Untuk 1 tankki srayer (biasanya kapasitas 14 liter) cukup memakai 1-2 gelas Aqua. Seprotkan pada tanaman yang kita budidayakan (biasanya untuk tanaman sayuran , atau tanaman buah semusim) Manfaat : Bahan pestisida dari buah Maja tersebut bisa mengendalikan hama jenis kutu -- kutuan maupun jenis Aphis dan ulat. Aplikasi/penyemprotan pada tanaman dapat di lakukan pada tanaman yang sudah terserang hama maupun yang belum terserang untuk pencegahan. Dengan penggunaan pestisida alami dari buah Maja ini tanaman sehat serta tidak mengandung residu pestisida kimia yang bisa membahayakan kesehatan kita. Penulis : Leni Andjarwati Sumber Referensi : https://8villages.com/full/petani/article/id/5d50ddc0b1890a0e63b3a92e https://www.kompasiana.com/bagaslintang8668/5b9fc2ebab12ae58af25f613/manfaat-buah-si-bulat-buah-maja-bagi-petani?page=all