Loading...

Petani Desa Habau Hulu Kecamatan Banua Lawas Coba Kembangkan Padi Galur TRISAKTI

Petani Desa Habau Hulu Kecamatan Banua Lawas Coba Kembangkan Padi Galur  TRISAKTI
Penulis : Gazali Rahman, SP. Penyuluh Pertanian WKPP Habau Kemarau sering kali menjadi kendala bagi para petani untuk bercocok tanam padi, pada musim kemarau memberikan dampak besar pada kuantitas dan kualitas padi yang dihasilkan. Ketersediaan air yang menjadi faktor utama pada musim kemarau akan menghambat pertumbuhan padi. Adanya benih padi unggul berumur pendek ini menjadi solusi bagi petani pada saat musim kemarau tiba. Marsyad ketua kelompok tani Karya Bersama Desa Habau Hulu adalah satu petani yang mencoba menanam padi galur Trisakti, umur dari benih padi unggul ini memiliki perbedaan dengan benih padi pada umumnya. Meskipun musim kemarau dan musim penghujan tiba, benih padi ini masih bisa berproduksi dan menghasilkan. Trisakti merupakan benih padi unggul yang memiliki jangka waktu dari penanaman sampai panen hanya 70 sampai 75 hari saja. Dari benih padi tersebut mampu menghasilkan 6 Ton – 8 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektarnya. Keunggulan lain dari galur benih padi umur pendek ini cukup resisten terhadap serangan hama, serta daya adaptasinya terhadap lingkungan cukup baik. dari hasil perhitungan gabah yang dilakukan malai berisi kisaran 190 – 220 bulir gabah serta tekstur nasi yang agak pulen dan aroma sedikit wangi. Selama ini petani enggan melaksanakan tanam dua kali dilahan tadah hujan di Desa Habau Hulu dengan alasan pada saat masa primordia tanaman kekurangan air disebabkan minimnya sumber air dan rendahnya intensitas curah hujan yang menyebabkan gagal panen. tetapi dengan menggunakan galur padi berumur pendek ( Genjah ) ini maka akan menciptakan produktivitas padi yang meningkat. Beliau (Marsyad) mengatakan akan mencoba menanam dan mengembangkan galur padi ini lagi pada musim hujan yang akan datang dikarenakan hasil produksinya yang cukup memuaskan, terbukti dari hasil ubinan yang dilakukan oleh penyuluh dan koordinator BPP Banua Lawas di dapati hasil rata-rata 4,8 ton/Ha gabah kering panen, beliau juga mengatakan galur padi ini di dapatkan dari anak beliau yang kebetulan punya teman yang bekerja di balai benih jaro, dari situlah awal mula beliau tertarik dan mencoba menanam galur ini. Harapan beliau semoga kedepannya semakin banyak para anggota kelompok tani yang berminat untuk membudidayakan galur ini dibawah pembinaan penyuluh dan BPP serta Dinas terkait.